_MUHASABAH KE-24: HAKIKAT BERIMAN KEPADA ALLAH SWT (bagian ke-9)_


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 


*8.2.3.* *Meyakini nama, sifat, dan perbuatan untuk Allah SWT harus apa adanya, tanpa menanyakan dan mempertanyakan bagaimananya*, seperti Allah SWT mempunyai wajah, mempunyai tangan, bersemayam di atas 'arsy, dan lain sebagainya 

Seorang Mukmin harus meyakini bahwa Allah SWT mempunyai wajah, mempunyai tangan, bersemayam di atas 'arsy, dan lain sebagainya, tanpa menanyakan dan mempertanyakan bagaimana bentuk wajah dan tanganNya, serta bagaimana caranya Allah SWT bersemayam di ' arsy, berapa luasnya 'arsy, dimanakah 'arsy itu, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin diajukan. Karena ini tidak akan dapat dijawab. Karena ini masalah ghaib, tidak ada gunanya untuk ditanyakan dan dipertanyakan, bahkan hanya akan menghabiskan dan membuang-buang waktu saja. 

*8.2.4.* Ada sebuah Hadits yang menyebutkan bahwa Allah SWT mempunyai 99 nama.

Rasulullah SAW bersabda, _"Sesungguhnya Allah SWT mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu. Tidaklah seseorang menghafalkannya, kecuali dia akan masuk surga. Dia itu Tunggal dan menyukai yang tunggal." HR Bukhari dan Muslim_

Hadits di atas bukan membatasi bahwa nama-nama Allah SWT hanya 99 saja, seperti kesan sementara orang selama ini. Karena masih ada nama-nama lainnya yang belum disebutkan dalam Hadits tersebut.

Kata menghafal di dalam Hadits di atas juga tidak boleh diartikan secara sempit, yaitu hanya dengan sekedar menghafal di lisan, tatapi harus dengan meyakini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, Allah SWT Maha Mengetahui. Maka seorang Mukmin harus meyakini dan menyadari bahwa semua ilmu yang dia peroleh tidak ada artinya apa pun juga dibandingkan dengan ilmu Allah SWT. 

Begitu juga Allah SWT Maha Memberi Rezeki, misalnya. Maka seorang Mukmin harus meyakini dan menyadari bahwa semua rezeki yang dia peroleh hakikatnya bukan karena dari hasil usahanya sendiri, tapi itu sejatinya berasal dari karunia dan rahmat Allah SWT.

Contoh lainnya, Allah SWT Maha Melihat. Seorang Mukmin harus mewujudkanya dalam prilaku kehidupannya sehari-hari, yaitu dia menjadi orang yang suka menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua laranganNya kapan pun saja dan dimana pun saja dia berada, baik di tempat yang ramai maupun di tempat yang sunyi. Karena dia meyakini dan dan menyadari bahwa Allah SWT senantissa melihat dan memperhatikan apa yang dia lakukan kapan pun saja dan dimana pun dia berada.(Sudono Syueb/ed)

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Sakinah]_

Senin, 16 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 10 Pebruari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments