_MUHASABAH KE-22: HAKIKAT BERIMAN KEPADA ALLAH SWT (bagian ke-7)_


Oleh: Amrozi Mufida


Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 

*6.14. Mencintai Kemusyrikan, Tidak Mencintai Ketauhidan*

Seorang Mukmin seharusnya cinta pada Tauhid, mengesakan Allah SWT, baik dalam beribadahnya maupun dalam berdoanya. Dia beribadah hanya kepada Allah SWT dan memohon apa pun hanya Kepada-Nya. QS Al-Fatihah (1): 5, Al-Ikhlas (112): 1-2 

Allah SWT sangat membenci orang yang mempersekutukanNya, baik dalam beribadahnya maupun dalam berdoanya. Bahkan, Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik seseorang selama pada saat hidupnya dia tidak bertaubat kepada-Nya. QS An-Nisa' (4): 48, 116

Dan perbuatan syirik bisa mengakibatkan amal ibadah seseorang tidak bermanfaat bagi dirinya karena Allah SWT sangat murka kepadanya. QS Az-Zumar (39): 65, Al-An'am (6): 88

Allah SWT membenci orang yang menyenangi kemusyrikan. QS Az-Zumar (39): 45

*6.15. Menyatakan Bahwa Makna yang Tersirat (Makna Majazi, Makna Konteks) dari Suatu Ayat Bertentangan dengan Makna yang Tersurat (Makna Asli, Makna Teks)*

Al-Qur'an diturunkan Allah SWT dalam bahasa Arab yang dapat dimengerti maknanya. Oleh karena itu, penafsiran suatu ayat tidak boleh lari dari teks dan konteks bahasa Arab itu sendiri. QS Yunus (12): 2

Jika Al-Qur'an ditafsirkan berdasarkan kemauan nafsu seseorang, tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Arab, maka akan terjadi penyelewengan dan pembalikan penafsiran yang sangat berbahaya bagi kemurnian dan pemurnian syariat Islam. QS Ar-Ra'd (13): 37

*6.16. Mengingkari Salah Satu Asma', Sifat, dan Perbuatan Allah SWT*

Seorang Mukmin harus mengimani, tidak mengingkari, semua asma', sifat, dan perbuatan Allah SWT yang sesuai dengan dzatNya sebagaimana yang telah ditetapkan Al-Qur'an dan Al-Hadits. QS Al-A'raf (7): 180, Al-Isra' (17): 110, Asy-Syura (42): 11, Al-Ikhlas (112): 1

*6.17. Mengingkari Salah Satu Sifat Rasulullah SAW yang Telah Ditetapkan Allah SWT*

Karena Rasulullah SAW merupakan Uswah Hasanah, titik pusat keteladanan, bagi semua sahabat dan pengikutnya. QS Al-Ahzab (32): 21 

Karena Rasulullah SAW adalah hamba Allah SWT yang paling tinggi derajat akhlaknya, budi pekertinya, jati dirinya, karakternya. QS Al-Qalam (68): 4

Karena Rasulullah SAW sebagai penutup para Nabi. QS Al-Ahzab (33): 40 

Karena Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. QS Al-Anbiya' (21): 107 

Karena Rasulullah SAW sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan bagi seluruh umat manusia. QS Saba' (34): 28 

*6.18. Mengkafirkan Orang Islam dan Menghalalkan Darahnya serta Tidak Mengkafirkan Orang Kafir*

Karena Rasulullah SAW bersabda, "Mencacimaki orang Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran." HR Bukhari Muslim 

Rasulullah SAW juga bersabda, "Jika seseorang menuduh orang lain fasik atau kafir, padahal dia tidak memiliki sifat seperti itu, maka kefasikan atau kekufuran itu akan kembali lagi kepadanya (orang yang menuduh)." HR Bukhari 

*6.19. Beribadah Bukan kepada Allah SWT*

Seperti seseorang menyembelih binatang untuk dipersembahkan bukan kepada Allah SWT, rukuk dan sujud kepada selain Allah SWT, tawaf tidak di Baitullah, berdoa dan meminta apa pun kepada selain Allah SWT, dan bentuk-bentuk ibadah lainnya yang dipersembahkan bukan kepada Allah SWT. QS Ar-Ra'd (13): 14-15 

*6.20. Melakukan Syirik Kecil*

Syirik kecil merupakan syirik yang tidak membatalkan dua kalimat syahadat secara keseluruhan, tetapi membatalkan pahala amalan itu saja, seperti mengerjakan shalat karena ingin dipuji orang, berjihad karena ingin mencari kedudukan, bukan karena mencari ridha Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kamu semua aku beritahu apa yang paling aku takutkan terjadi pada kamu semua melebihi pada dajjal. Mereka menjawab, "Tentu, Yaa Rasulullah." Lantas Rasulullah SAW mengatakan, "Syirik kecil, yaitu seseorang yang mendirikan shalat dan membaguskan shalatnya saat dia tahu orang lain memperhatikan shalatnya." HR Ahmad 

*7.* Itulah duapuluh hal yang membatalkan dua kalimat syahadat menurut Said Hawwa. Ini bukan dimaksudk

an untuk dipakai menghakimi orang lain, tetapi untuk menjadi peringatan bagi semua orang Mukmin agar selalu menjaga kemurnian dan pemurnian dua kalimat syahadatnya. 

Perlu juga diingat bahwa kafir tidaknya seseorang sangat tergantung pada keimanannya. Misalnya, jika dia tidak melaksanakan hukum Allah SWT bukan karena tidak mengimaninya tetapi karena lalai atau karena memperturutkan hawa nafsunya, maka orang seperti itu bukanlah kafir. Sesuai dengan kaidah yang dibuat oleh Ulama Tauhid, "Mengerjakan kemaksiatan dengan tetap meyakininya sebagai kemaksiatan adalah dosa. Sedangkan mengerjakan kemaksiatan dengan tidak meyakininya sebagai kemaksiatan adalah kufur."

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Sakinah]_

Sabtu, 14 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 8 Pebruari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments