MUHASABAH KE-21: HAKIKAT BERIMAN KEPADA ALLAH SWT (bagian ke-6)

Oleh: Amrozi Mufida


Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 

6.8. Mencintai Kehidupan Dunia Melebihi Akhirat, Menjadikan Kehidupan Dunia Segala-galanya

Dunia punya arti rendah, hina, dekat, masa kini, jangka pendek. Sedangkan akhirat artinya yang akhir, abadi, mulia, terhormat, masa depan, jangka panjang. 

Sehingga orang yang berorientasi hidupnya pada hal-hal yang bersifat duniawi, maka dia pada dasarnya berselera rendah, berpola hidup hedonistis, berorientasi kekinian, dan terjebak pada mental kekufuran, meskipun secara lahir dia mengaku sebagai orang Mukmin. QS Ibrahim (14): 2-3 

6.9. Mengolok-olok Al-Qur'an dan Al-Hadits

Di dalam Al-Qur'an Allah SWT mencela orang-orang Munafiq karena mereka suka mengolok-olok Islam, mengolok-olok ayat-ayat Allah, baik yang ada di dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits. QS At-Taubah (9): 64-65, Al-Baqarah (2): 14-15 

6.10. Menghalalkan Apa yang Diharamkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW dan Mengharamkan Apa yang Dihalalkan olehNya

Allah SWT sangat mencela perbuatan orang yang menghalalkan apa yang diharamkan olehNya karena itu termasuk kebohongan terhadap Allah SWT. QS An-Nahl (16): 116 

Dan orang-orang yang suka berdusta atas nama Allah SWT, mereka termasuk orang-orang yang tidak beriman dengan ayat-ayatNya. QS An-Nahl (16): 105 

6.11. Tidak Beriman dengan Semua Nash Al-Qur'an dan Al-Hadits

Nash Al-Qur'an dan Al-Hadits merupakan satu kesatuan yang harus diimani secara keseluruhannya, tidak dipisah-pisah. Kalau menolak sebagian nash Al-Qur'an dan Al-Hadits, berarti menolak keseluruhannya. 

Allah SWT sangat mengecam orang yang mempunyai karakter seperti ini. QS Al-Baqarah (2): 85

Dalam kategori seperti ini, termasuk juga orang yang menambah-nambah, mengubah-ubah, dan mengurangi nash Al-Qur'an dan Al-Hadits. QS Al-Baqarah (2): 75
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyampaikan haditsku dan ternyata dia berdusta, maka dia dianggap sebagai salah seorang pendusta." HR Muslim dan Tirmidzi 

6.12. Menjadikan Orang Kafir dan Munafiq Sebagai Pemimpin

Seorang Mukmin harus selektif dalam memilih pemimpin karena Allah SWT mengecam orang Mukmin yang memilih orang kafir dan munafik sebagai pemimpinnya. QS Al-Maidah (5): 51, An-Nisa' (4): 138-139 

6.13. Tidak Punya Adab dalam Bergaul dengan Rasulullah SAW

Seorang Mukmin harus memperhatikan adab, sopan santun, akhlak, etika pada saat dia bergaul dan berhubungan dengan apa pun yang ada hubungannya dengan Rasulullah SAW, seperti merendahkan dan tidak mengangkat suara melebihi suara Nabi Muhammad SAW, tidak menyebut Nabi SAW dengan hanya namanya saja, yaitu Yaa Muhammad, tapi harus menyebut Yaa Rasulullah, Yaa Nabiyullah karena untuk menghormati dan memuliakan Beliau. QS Al-Hujurat (49): 2

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Sakinah]_

Jum'at, 13 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 7 Pebruari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments