MUHASABAH KE-20: HAKIKAT BERIMAN KEPADA ALLAH SWT (bagian ke-


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 

6. Hal-hal Yang Membatalkan Dua Kalimat Syahadat

Menurut Sa'id Hawwa dalam bukunya Al-Islam, ada duapuluh hal yang membatalkan keimanan seseorang atau membatalkan dua kalimat syahadatnya 

6.1. Bertawakkal Bukan kepada Allah SWT

Allah SWT memberi mandat kepada kita untuk berdoa, berusaha, dan bertawakkal kepada-Nya. Kita dilarang Allah SWT untuk bertawakkal kepada usaha semata. Kita harus bertawakkal hanya kepada Allah SWT. QS Al-Maidah (5): 23 

Inilah perbedaan antara seorang Mukmin dan Kafir. Orang Mukmin berdoa dan berusaha maksimal. Setelah itu, dia bertawakkal, hanya menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah SWT. Tetapi, orang kafir, dia hanya berusaha maksimal. Kemudian dia menggantungkan harapan sepenuhnya kepada usahanya itu. 

6.2. Tidak Mengakui Bahwa Semua Nikmat Merupakan Karunia Allah SWT

Setiap Mukmin wajib meyakini bahwa semua nikmat yang dia peroleh di dunia ini berasal dari Allah SWT. QS Luqman (31): 20

Dia tidak boleh berprilaku seperti Qarun, yang mengklaim bahwa semua nikmat yang dia peroleh hanya semata-mata karena usahanya, ilmunya. Akhirnya, dia dibinasakan oleh Allah SWT karena kecongkakan dan kesombongannya itu. QS Al-Qashash (28): 78-81 

6.3. Beramal Ibadah dengan Tujuan Selain Allah SWT

Seorang Mukmin harus beramal ibadah karena Allah SWT semata. QS Al-An'am (6): 162-163 

Ibadah di sini mencakup semua ibadah, baik yang mahdhah maupun yang ghairu mahdhah, yang khusus dan yang umum. Seorang Mukmin tidak boleh melakukan sesuatu dengan tujuan selain Allah SWT, seperti karena manusia, karena nasionalisme, karena ilmu untuk ilmu, seni untuk seni, hukum untuk hukum, dan lain sebagainya. 

6.4. Memberikan Hak Menentukan Syariat kepada Selain Allah SWT

Hak untuk menentukan syariat hanyalah milik Allah SWT. QS Al-An'am (6): 57 

Sehingga Allah SWT menilai orang Yahudi dan Nasrani telah mempertuhankan rahib dan pendeta mereka, karena mereka mematuhi ajaran rahib dan pendeta tersebut secara membabibuta, meskipun mereka menyuruh berbuat maksiat dan mengharamkan yang halal. QS At-Taubah (9): 31

6.5. Taat Secara Mutlak kepada Selain Allah SWT dan Rasulullah SAW

Seorang Mukmin hanya dibenarkan taat secara mutlak kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. QS An-Nisa' (4): 59 

Sedangkan taat kepada Ulil Amri seharusnya terbatas, selama mereka masih dalam batasan taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. QS Asy-Syu'ara (26): 151-152 

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada ketaatan kepada makhluk apa pun dalam bermaksiat kepada Khaliqnya (Allah SWT)" 

6.6. Tidak Menegakkan Hukum Allah SWT

Seorang Mukmin punya kewajiban untuk menegakkan hukum Allah SWT. QS Al-Maidah (5): 44, 45, 47, An-Nisa' (4): 65 

6.7. Membenci Islam, baik keseluruhannya maupun sebagiannya

Seorang Mukmin punya kewajiban untuk melaksanakan syariat Islam secara keseluruhannya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bernegara, maupun kehidupan international. Begitu juga yang berhubungan dengan aspek ekonomi, politik, seni, budaya, pendidikan, militer, dan lain sebagainya. QS Al-Baqarah (2): 208, Muhammad (47): 8-9(Sudono Syueb)

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Sakinah]_

Kamis, 12 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 6 Februari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments