Socialize

_MUHASABAH KE-19


HAKIKAT BERIMAN KEPADA ALLAH SWT: (bagian ke-4)

Oleh: Amrozi Mufida


Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 


5. Hakikat Makna Dua Kalimat Syahadat

5.1. Jika hakikat dari syahadat yang pertama adalah beribadah hanya kepada Allah SWT semata, maka hakikat dari syahadat kedua adalah menjadikan Rasulullah SAW sebagai titik pusat keteladanan (Uswah Hasanah), baik dalam hubungan dengan Allah SWT (Hablun min Allah) secara vertikal maupun dalam hubungan dengan sesama manusia (Hablun min Annas) secara horizontal. QS Al-Fatihah (1): 5, Al-Ahzab (33): 21

5.2. Seorang Muslim yang mengikrarkan dua kalimat syahadat akan memberikan cinta yang pertama dan utama sekali kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasulullah SAW, dan jihad fi sabilillah. QS Al-Baqarah (2): 165, At-Taubah (9): 24 

Berdasarkan ayat di atas, Abdullah Nasih 'Ulwan membagi cinta (al mahabbah) pada 3 tingkatan:

1. Al-Mahabbatul Ula (Cinta Pertama dan Utama), yaitu mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW, dan jihad fi sabilillah 
2. Al-Mahabbatul Wustha (Cinta Kedua dan Tengah-tengah), yaitu mencintai semua yang boleh dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, seperti mencintai ibu-bapak, anak-cucu, suami-istri, karib-kerabat, handai-taulan, harta benda, dan lain sebagainya 
3. Al-Mahabbatul Adna (Cinta Ketiga dan Yang Terendah), yaitu mencintai ibu-bapak, anak-cucu, suami-istri, karib-kerabat, handai-taulan, harta benda, dan lain sebagainya, melebihi cinta kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan jihad fi sabilillah.

Misalnya berdagang, termasuk perwujudan dari mencintai harta benda (Al-Mahabbatul Wustha). Tetapi, apabila dalam berdagang tidak lagi memperdulikan halal-haram, menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan, maka cinta terhadap harta benda seperti itu, yang semula termasuk Al-Mahabbatul Wustha (Cinta Menengah), jatuh menjadi Al-Mahabbatul Adna (Cinta Paling Rendah) karena melebihi Al-Mahabbatul Ula (Cinta Pertama dan Utama)

Contoh lain, cinta kepada ibu-bapak, termasuk nenek moyang. Jika seorang Muslim dalam tradisi perkawinan mengandung unsur syirik atau melanggar syariat Islam, dengan alasan sudah menjadi tradisi sebagai perwujudan rasa cinta kepada nenek moyang, maka cinta kepada nenek moyang yang semula termasuk bagian dari Al-Mahabbatul Wustha, jatuh menjadi Al-Mahabbatul Adna, karena mengabaikan Al-Mahabbatul Ula (Syariat Islam) 

5.3. Seorang Muslim yang mengiqrarkan dua kalimat syahadat akan memiliki sikap ridha di dalam dirinya. Ridha terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW, ridha terhadap semua keputusan Allah dan RasulNya, lahir batin, tanpa ada sedikit pun rasa tidak puas di dalam hatinya. QS An-Nisa' (4): 65

Cinta dan ridha itu diwujudkan dengan taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. QS Ali 'Imran (3): 31, An-Nisa' (4): 80 

Taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW hanya dapat diwujudkan secara benar dengan cara mematuhi ajaran Islam, sebagai satu-satunya Agama yang benar dan diridhai Allah SWT. QS Ali 'Imran (3): 19, 83, 85, Al-Baqarah (2): 208 

Sebagai dampak dari dua kalimat syahadat, tiga unsur pokok yang dimiliki Manusia, yaitu hati, akal, dan jasad, akan mendapatkan shibghah, celupan, identitas, warna, bentukan dari Allah SWT. QS Al-Baqarah (2): 138.

Seorang Muslim yang mengiqrarkan dua kalimat syahadat, maka hati, akal, dan jasadnya akan mendapatkan celupan, bentukan, warna, identitas, shibghah dari Allah SWT, sehingga:

1. Dari hatinya lahirlah kayakinan yang benar dan akan melahirkan niat yang Ikhlas 
2. Dari akalnya akan lahirlah pikiran Islami dan melahirkan sistem Islami 
3. Dari jasadnya lahirlah amal shalih sebagai bukti dari kayakinan hati dan perencanaan akal


Penulis adalah* :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Sakinah]_


Rabu, 11 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 5 Pebruari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel