Socialize

Gus Solah Tokoh NU yang Berkemajuan, Futuristik dan Mondial


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Gus Solah telah pulang ke kampung aslinya yaitu 'kampung surga" untuk menghadap Allah Al Ahad hari Ahad, 2/2 2020, pukul 20.55, di RS Harapan Kita, Jakarta.
Dunia lslam, bangsa lndonesia, dan warga besar NU dan Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang, merasa sangat kehilangan atas wafatnya Gus Solah. Menurut  ust. Ainur Rofiq Sophiaan, Gus Solah merupakan Tokoh NU yang berkemajuan, futuristik dan mondial

"Gus Solah merupakan tokoh NU yang berkemajuan. Beliau punya pemikiran Islam yang futuristik dan mondial tanpa meninggalkan kearifan lokal", demikian ustadz Ainur Rofiq Suphiaan, mantan ketua PW PII Jawa Timur 1985-1987 dan juga  Sekum PW KBPII, Jatim 2015-2020

Lebih lanjut Ainur katakan, Pergaulan Gus Solah pada semua elemen masyarakat lintas batas suku, agama, ormas, parpol, dan sebagainya. Beliau termasuk salah satu dari sedikit tokoh terkemuka yang prihatin dengan fenomena kebangkitan kembali PKI dalam disain dan karakteristik baru tapi intinya sama. 

Pada bagian lain, Ainur, Editor in Chief Majalah Matan PW Muhammadiyah, Jatim ini menyatakan bahwa umat belajar banyak dari pemikiran dan kepribadian Gus Solah yang rendah hati. Saya bersyukur  beberapa kali sempat mewawancarai beliau sambil menimba ilmu darinya. Semoga khusnul khotimah dan ahlul jannah.

Sementara itu KH Luthfi Bashori, tokoh NU Jatim, yang sangat dekat dengan Gus Solah menyatakan, Gus Sholah itu low profile selalu membela Islam(kiblat.net, 2/2)

Dia juga mengungkapkan bahwa walaupun figur Gus Sholah itu tokoh yang low profile, namun beliau cukup berani mengatakan ‘tidak’ terhadap suatu kemunkaran. Baik dalam dunia kemasyarakatan, keorganisasian maupun dalam tataran kenegaraan.

“Dan yang menggembirakan saya, langkah-langkah Gus Sholah itu selalu membela Islam dan dekat dengan kelompok-kelompok pergerakan Islam tanpa dibatasi sekat keorganisasian,” jelasnya.

Masih dari kiblat.net.Gus Luthfi sampaikan, Walaupun beliau adalah cucu pendiri NU, kata dia, namun beliau tidak fanatik buta terhadap keormasan NU. Misalnya, jika ada pengurus/struktur NU yang salah, maka dengan tegas Gus Sholah akan mengatakan salah, walaupun penyampaian dengan lembut dan datar.

“Sedangkan terhadap tokoh Islam dari ormas Non NU, jika ada langkah yang dinilai benar, maka Gus Sholah juga tidak akan segan memujinya atau mengatakan benar. Walaupun terkadang harus berseberangan dengan pandangan kalangan struktur PBNU (NU),” tuturnya.

“Bagi saya, Almarhum Gus Sholah adalah figur yang bijak dan mempunyai ketabahan yang luar biasa, hingga sulit dicari duplikat beliau,” pungkasnya.

Tokoh lain Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, merasa sangat kehilangan Gus Solah. Beliau katakan, Gus Solah adalah salah satu sebaik-baik manusia yang saya kenal. Beliau tergolong manusia penyabar, lapang dada dan pikirannya jernih dalam melihat segala sesuatu, walaupun itu terkait dengan lingkungan internal sekitar beliau.(Akun fb Rizal Aminudin, 2/2)

Di bagian lain dari akun Rizal, Prof. Yusril katakan, Beliau adalah anak zaman. Lahir dr keluarga santri dan keluarga inti pendiri NU. Kuliah di ITB. Beliau memahami alam pikiran tradisional umat Islam dan memahami dinamika pemikiran zaman modern. Karena itu sikap beliau selalu moderat, akomodatif dan sangat menghormati tradisi.

"Bila berjumpa dengan beliau, saya selalu berbincang2 mulai dari masalah keluarga, masyarakat, umat, politik dan persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa kita. Beliau selalu ramah dalam menyimak dan memberi pandangan. Beliau tipe manusia problem solver, bukan trouble maker", demikian kata Ketua Umum DPP PBB.

Selanjutnya Yusril katakan, Umat Islam dan bangsa kita kehilangan tokoh besar dalam panggung sejarah bangsa. Semoga akan lahir tokoh, aktivis, pemikir dan ulama dari kalangan umat Islam yang seperti beliau. Tokoh umat Islam yang moderat dan faham perkembangan zaman seperti beliau makin sedikit. Sementara sebagai bangsa, kita menghadapi persoalan2 besar dan tantangan berat di masa depan. Semua itu hanya akan mampu diatasi dengan komitmen keislaman dan kebangsaan yang kuat, kecerdasan berpikir dan kemampuan bertindak pada waktu yg tepat.

"Gus Solah telah memberi banyak teladan dan pelajaran kepada kita semua. Semoga jalannya di akhirat, dilapangkan oleh Allah SWT. Keluarga beliau diberikan ketabahan dan kesabaran. Dan kita umat Islam meneladani apa yang telah beliau kerjakan bagi kebaikan umat dan bangsa kita", doa dan harapan Prof Yusril

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel