Socialize

GERAKAN EKONOMI UMAT KEMITRAAN KOMUNITAS Bidang Pilihan : Agrobisnis Berkebun Tanaman Buah


Edisi : ke-2
oleh :  Wahyu Raharjo

Editor: Sudono Syueb

*PENGERTIAN*

Harianindonesiapost.com Gerakan Ekonomi Umat Kemitraan Komunitas (GEU-KK) merupakan sebuah model pemberdayaan ekonomi yang memposisikan jama'ah (umat) sebagai subyek utama dan jami'ah (organisasi) sebagai manajemen, yang diselenggarakan dalam sebuah perikatan (tertulis) yang mengatur hak,  kewajiban, dan pembagian hasil secara berkeadilan.
 *PENGORGANISASIAN*

Kegiatan yang melibatkan banyak orang (umat) berbeda jauh dengan pengelolaan kegiatan sederhana perorangan. Hal ini sangat penting untuk dipahamkan kepada para pemimpin dan umat, karena urusan yang menyangkut soal harta (uang) akan memunculkan sifat manusia yang individualis (mementingkan diri sendiri bahkan tega mengorbankan sesamanya).

Sesuai kaidah islam, urusan keumatan secara tegas harus diorganisir dengan benar dan amanah, sehingga menjadi sebuah struktur kekuatan yang tertata dan kokoh. Hal itu difirmankan Alloh SWT. dalam Surat Ash Shaff, Ayat 4  :  
 ... إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ ...
... "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang (berjuang) di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” ...
 Mempertimbangkan aspek efisiensi dan efektifitas kinerja gerakan ekonomi umat, maka struktur kelembagaan kemitraan cukup dibentuk dalam 2 (dua) tingkatan, yaitu : 

1. *Lembaga Pemegang Amanah*
Lembaga pemegang amanah merupakan institusi yang diberi mandat untuk menyelenggarakan investasi gerakan ekonomi umat. 
Fungsi dan perannya adalah sebagai :
a. Administrator dan manajemen kelembagaan.
b. Regulator kemitraan.
c. Fasiliator investasi.
d. Penyedia bibit berkualitas.
e. Praktisi penerapan teknologi tepat guna berkebun buah.

Dalam rangka memudahkan penanganan hal-hal yang bersifat teknis ke berbagai tempat, maka kelembagaan ekonomi umat dalam strukturnya perlu memasukkan elemen pengampu teritorial untuk memegang peran sebagai berikut :
a. menjadi perwakilan lembaga pada cakupan wilayah tertentu.
b. menginisiasi dan mempersiapkan kelompok binaan.
c. menjadi operator stokis bibit di wilayah kerjanya.
d. menjalankan supervisi terhadap manajemen dan produktifitas kelompok.

2. *Lembaga Strata Komunitas (Lingkungan)*
 disebut juga Kelompok Binaan (Kelompok Tani) yang mana pada strata tertentu bisa diformalkan menjadi Koperasi Tani. Kelompok binaan menjalankan peran sebagai pelaku utama gerakan ekonomi umat. Syarat bergabung menjadi anggota kelompok adalah memiliki lahan untuk berkebun, bersedia menjadi mitra lembaga ekonomi umat, dan bersedia berkebun buah secara sungguh-sungguh.
Jumlah pohon yang ditanam tidak ada pembatasan, bisa hanya 1 (satu) pohon, puluhan pohon, maupun ratusan pohon. Rujukannya adalah luasan lahan, kapasitas diri, dan ketersediaan inventasi.

Pengasuhan petani buah-buahan pada tataran lingkungan, struktur kelembagannya dibentuk secara luwes. Bisa diasuh/dipimpin hanya oleh 1 (satu) orang dan bisa juga dengan standart minimal sebuah organisasi yaitu ketua, sekretaris dan bendahara. 
Ketua kelompok
dalam struktur kelembagaan gerakan ekonomi umat berstatus sebagai pemegang perjanjian (kontrak) kemitraan. Ketua kelompok mempunyai hak, wewenang, dan tanggungjawab baik kepada anggota (petani) maupun kepada lembaga penyandang investasi.

*TYPE KEBUN KEMITRAAN*

Pengembangan kebun tanaman buah kemitraan komunitas dilaksanakan dalam bentuk :

1. *Type perkebunan*, yaitu pengembangan kebun buah dalam sebuah area yang menyatu dengan skala luasan yang memadai. Kepemilikan lahan tidak harus satu orang, tetapi bisa banyak orang yang disatukan oleh  persamaan konsep kepentingan, yang kemudian diwadahi dalam satu ikatan kelembagaan kelompok binaan kemitraan.
2. *Type spot-spot kebun terpisah*, yaitu pengembangan kebun buah melalui pemanfaatan pekarangan rumah atau tegalan yang terpisa-pisah, tetapi pemiliknya disatukan oleh identitas primordial tertentu (kesamaan dusun, masjid, trah, almamater), yang kemudian diwadahi dalam satu ikatan kelembagaan kelompok binaan kemitraan.
3. *Type perseorangan*, yaitu pengembangan kebun buah oleh seseorang yang secara langsung bermitra dengan lembaga pemegang amanah tidak melalui wadah kelompok binaan kemitraan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel