FENOMENA LEBAH, TELADAN BAGI ORANG BERIMAN


Oleh: Dr. MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com
بسم الله الرحمن الرحيم

*ان المؤمن كالنحل ان اكلت اكلت طيبة وان وضعت وضعت طيبة وان نزلت على فرع شجرة لم تقطعه* ( رواه احمد )

*_Sesungguhnya Orang yang Beriman itu seperti Lebah, Jika Lebah makan pasti ia makan yang baik, jika mengeluarkan sesuatu pasti ia mengeluarkan sesuatu yang baik dan jika hinggap pada cabang atau.ranting sebuah pohon takkan membuatnya patah_*
                    
                      ( HR Ahmad )

1.Gambaran kepribadian seorang yang Beriman yang baik, oleh Baginda Rasululloh SAW diibaratkan seperti Lebah. Ada apa dengan Lebah sehingga seorang yang beriman harus memperhatikan cara hidup dan kepribadiannya.

2. *Pertama*, 

*ان اكلت، اكلت طيبة*

*Bila lebah mengkonsumsi makanan pastilah ia memilih makanan yang baik*.

2.1.Mari kita perhatikan baik-baik tentang Lebah ini. Pagi-pagi benar dia telah bangun dari tidurnya, setelah itu ia bersih-bersih diri lalu sujud kepada Alloh SWT sebagai wujud syukur dan pengabdian kepada-Nya.
Allah SWT berfirman:

وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّظِلٰلُهُمْ بِا لْغُدُوِّ            وَا لْاٰ صَالِ

"Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 15)

Beres dalam melaksanakan pengabdiannya kepada Rab, Lebah lantas terbang jauh mencari rizki, sungai demi sungai ia seberangi, gunung demi gunung ia lintasi tak terasa ia mampu menembus perjalanan berkilo-kilo tanpa pernah mengeluh lelah dan penat.

Sampailah ia pada tujuan dan lantas hinggap di tanaman Pak Tani,Lebah walau lapar dan haus tak lantas asal sikat dengan menyantap makanan yang ada di hadapannya, tetapi ia aktif memilah dan memilih makanan yang ada, setelah dipastikan benar-benar bersih barulah ia menikmati makanan tersebut dengan cara mengisap sari madu dari tanaman berbunga itu. Dalam memilah dan memilah makanannya, ia memilih bunga yang akan menghasilkan madu yang baik. Ini merupakan pelajaran berharga untuk kita semua Umat Islam, hendaklah mencari makanan yg tak saja dapat memenuhi selera lidah dan perut, tapi juga makanan yang memberi manfaat bagi jiwa kita. selain dzatnya halal juga benarkah makanan yang kita konsumsi itu benar- benar terbebas dari hal-hal yang dapat membahayakan fisik dan jiwa kita. Apakah makanan tersebut halal dan thoyyib ?

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 168)

Belakangan ini muncul penyakit yang beraneka ragam dan bahkan akhir - akhir ini virus Corona telah merenggut puluhan ribu nyawa manusia dan jutaaan yang terserang, salah satu sebabnya karena orang tidak pandai memilah dan memilih makanan untuk dikonsumsi, jangankan binatang yang sudah dipastikan keharamannya, bahkan sekedar tidak *thoyib (baik )* pun harus dihindari, dan ketika menghindar dari mengkonsumsinya karena ketaatan kepada Alloh SWT.

 Ternyata ada hikmah besar yang bisa dirasakan yaitu dapat terhindar dari virus corona ini. Hal ini terbukti semua Muslim Uigur yang taat Agama, tidak terjangkit virus corona tak satupun di saat warga dunia panik dan kebingungan.

2.2. Marilah kita dalam mencari makanan dan mengkonsumsinya tak sekedar karena dirasakan nyaman oleh tubuh, lidah kita, tapi juga nyaman oleh jiwa kita. Karena untuk kepentingan perkembangan jiwa ini harus serius diperhatikan. Bukankah hidup didunia ini mesti jelas tujuannya. Makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Benarnya menentukan tujuan hidup akan benar pula dalam  mencari dan mengkonsumsi makanan. Selain ramah untuk fisik, badan dan pasti makanan yang kita konsumsi akan ramah juga untuk kepentingan jiwa. Keseimbangan dalam menentukan pilihan  makanan yang kita konsumsi untuk kebutuhan fisik dan jiwa insya Alloh berarti kita telah menjalankan amanah Alloh dengan benar.

*2.3. Lihatlah juga saat Lebah mengisap saripati makanan dari bunga*, ia tidak membunuh bunga tersebut. Tidak demikian dengan manusia untuk mencari dan mendapatkan uang, tak jarang, berani menyakiti orang lain. Yang penting dia dapat, masa bodoh dengan orang lain.  Seakan hanya dia saja yang perlu hidup dan orang lain tidak. 

Bahkan seringkali kita saksikan seseorang bekerja dalam mendapatkan uang dengan tega merugikan bahkan mengorbankan kepentingan orang lain. Salah satu misal, seseorang dipercaya oleh negara atau perusahaan untuk mengelola Keuangan demi misi tertentu. Dalam operasionalnya ternyata antara cita dan fakta berbeda. Kepentingan pribadi dan keluarga lebih mengalahkan kepentingan bersama. Hingga mengorbankan persaudaraan dan  persahabatan. Akhirnya menjadikan orang lain dirugikan, negara atau perusahaan juga lebih rugi lagi.

*2.4. Perhatikan juga saat Lebah mengisap saripati makanan dari bunga tersebut*, itu kakinya aktif mempertemukan antara putik dengan benang sari  dengan kata lain ia aktif membantu proses penyerbukan pada tanaman yang ia hinggapi. itulah rahasianya kenapa petani akan sangat bahagia bila tanamannya dihinggapi oleh Lebah.

 Seharusnya kita melakukan hal yang sama saat bekerja dan melaksanakan tugas. Orang lain juga mendapat manfaat oleh kehadiran kita. Orang lain dalam pekerjaan jangan dianggap rival apalagi lawan. Jangan sampai saat kita kerja apalagi kerjasama, orang lain sudah merasa menderita lebih dahulu begitu melihat keberadaan kita. Waduh ini namanya celaka dua belas. Inti bekerja dan kerjasama itu berbagi dan akan sangat bagus bila Win Win Solution. Sifat mulia Lebah ini adalah selain tak merusak tanaman yang dihinggapinya, juga membantu terjadinya penyerbukan, walau dia juga mendapat manfaat mengisap sari bunga yang ada.

*2.5. Lebah tidaklah egois,* dia memang mengisap sari bunga dari tanaman petani tapi bukan untuk dinikmati sendiri, karena kebutuhan pribadinya amat sangat terbatas sekedar untuk mempertahankan hidup.

 Lihatlah saat petani madu atau peternak Lebah ambil madu di sarang, Lebah tak harus marah apalagi sakit hati, dia sadar dan bahkan punya nurani berbagi. Dia tahu itu hak manusia dan hak lainnya. Tapi Lebah akan sangat  marah bila harga diri, kehormatannya diganggu oleh manusia.Kemanapun manusia berlari akan dikejar bila rumahnya diganggu oleh manusia, karena itu simbol harga dirinya.

Ini memberi pelajaran berharga kepada kita Umat Islam, silahkan bekerja dan cari sebanyak-banyaknya rizki Alloh dengan benar, bila Alloh berikan yang banyak kepada kita boleh dinikmati yang wajar-wajar saja, dan sadarilah bahwa yang masih tersisa yang banyak itu terdapat hak milik  orang lain yang mesti diikhlaskan untuk dibagi sama, seperti ikhlasnya Lebah, saat simpanannya berupa madu diambil petani madu tanpa menyatakan protes apa-apa.

*3.Kedua,*

*وان نزلت على فزع شجرة لم تقطعه*

*Lebah bila hinggap pada cabang atau ranting sebuah pohon takkan membuatnya patah.*

Tak pernah ada satupun kisah karena ulah Lebah, cabang atau ranting   suatu pohon menjadi patah. Juga tak pernah kita dengar Pak Tani marah karena ulah Lebah merusak tanamannya, justeru sebaliknya petani akan senyum-senyum simpul bila tanamannya disinggahi Lebah, karena itu artinya tak berapa lama tanamannya akan mekar dan selanjutnya dapat dipanen hasilnya.

Ini memberi pelajaran yang paling berharga kepada setiap mukmin agar keberadaannya dimanapun selalu memberi manfaat kalau tidak bisa memberi manfaat, minimal jangan merugikan orang lain, jangan merusak tatanan, jangan.bikin ulah dan lain sebagainya.

 Seringkali  kita saksikan dalam hidup ini seseorang sudah diselamatkan, dibantu-dibantu sampai jadi orang sukses, begitu sudah besar dan sukses tak tahunya berani menyakiti orang yang pernah menyelamatkan, menolong dan bahkan mengantarkannya menjadi orang sukses, tak tahu diuntung, juga tak mengerti prinsip hidup   *"Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijinjing*". Padahal hidup itu harus bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Rasululloh bersabda :

خير الناس انفعهم للناس

Sebaik-baik manusia ialah yang dapat menebar manfaat kepada manusia.
HR. Ahmad, Thobroni,Daruqutni

*4. Ketiga,* 

*وان وضعت، وضعت طيبة*

*Bila Lebah*
*mengeluarkan sesuatu pastilah sesuatu yang dikeluarkan Lebah adalah sesuatu yang baik*.

Lebah memang mengkonsumsi makanan dari tanaman Pak Tani tapi perhatikan dengan baik dan cermat. Sesuatu yang dikeluarkan dari perut Lebah adalah minuman yang beraneka warni, menjadi obat penawar yang ampuh dari segala penyakit manusia. Subhanalloh, Allohu Akbar !


Allah SWT berfirman:

وَاَ وْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَا لِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَ ۙ 

"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,"
(QS. An-Nahl 16: Ayat 68)

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَا سْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۗ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَا بٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَا نُهٗ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّا سِ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

"kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 69)

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa Lebah adalah binatang yang taat azas, dia makhluk hidup yang menformat hidupnya dalam koridor wahyu. Dia bangun rumahnya di gunung-gunung, di pohon-pohon, di rumah-rumah dan bangunan lainnya، yang demikian itu adalah perintah wahyu dan Ilham dari Alloh SWT, dan Lebah tak pernah melanggarnya.

Lalu Alloh perintahkan agar mengkonsumsi makanan dari tanaman Pak Tani dia juga ikuti setelah syarat dipenuhi yaitu dengan berusaha keras melintasi perjalanan yang relatif jauh. Dan hasilnya Subhanalloh, Alloh karuniakan madu,  sebagai persembahan mulia dari Lebah yang paling berharga sekaligus sumbangan terbesar dunia Kedokteran dan Kesehatan untuk dipersembahkan kepada manusia dalam rangka membantu pengobatannya. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin dari lesannya harus mampu mengeluarkan ajakan kebaikan, dakwah dan nasehat untuk kemaslahatan hidup manusia, hindari kata-kata kotor, umpatan, sumpah serapah atau hal lainnya yang tidak berguna yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan. *Benar kata orang, luka karena pisau masih bisa diobati tapi luka karena kata-kata akan selalu membekas dalam hati sanubari dan selalu teringat sepanjang hidup*

*5. Lebah mengajarkan minimal 10 ( pelajaran berharga ) kepada manusia dan seharusnya seorang mukmin meneladaninya* :

5.1. Beribadah kepada Alloh tulus tanpa pamrih.

5.2. Berpola hidup bersih dan hanya makan dari yang halal dan bersih

5.3. Memiliki etos kerja dan ikhtiar yang tinggi

5.4. Tidak pernah merugikan tanaman dan pohon yang ditumpanginya

5.5. Mengeluarkan sesuatu yang bersih

5.6. Selalu taat Azas dan aturan 

5.7. Tak pernah merusak dan mengganggu

5.8. Selalu menghadirkan yang terbaik dan bermanfaat

5.9. Hanya melawan bila diganggu

5.10. Bekerja secara kolektif dalam satu garis Komando.(Sudono Syueb/ed)



Wallohu a'lam bish-showaab

Post a Comment

0 Comments