DURÈN NON KOLESTROL DAN RENDAH ALKOHOL

oleh: Wahyu Taharjo

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Buah Durèn pada umumnya menjadi buah yang ditolak oléh orang bermasalah keséhatan gula darah, asam urat, darah tinggi dan sejenisnya. Tidak banyak yang tahu, ternyata ada satu jenis durèn yang cocok dikonsumsi oléh meréka, yaitu Durèn Lai atau Elay yang banyak tersebar di Kalimantan Timur sampai Brunai Darussalam.

Lai adalah tumbuhan buah yang masih sekerabat dengan durian. Jenis ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti durian kuning, durian tinggang, durian pulu, nyekak, ruas, sekawi, pekawai dan lain-lain, dengan nama ilmiah Durio kutejensis (wikipedia).

Warna daging durèn Elay bervariasi eksotis (menawan), ada unggu kemérahan, orange, kuning emas. Tekstur dagingnya tidak lembèk (tidak lumer) seperti umumnya durèn, tetapi cenderung mirip tèkstur daging buah nangka, namun lebih lunak tidak terlalu kenyal. Rasanya manis énak tetapi tidak menggigit (legit), juga tidak terasa kolaborasi manis gurihnya atau manis gurih pahitnya, sehingga para hobbiés (penggemar) durèn dan pedagang di jawa menganggap jenis durèn ini kurang berkualitas. Perlu dipahami bahwa orang jawa lidahnya terbiasa dengan rasa yang manis dan gurih. Aroma durèn Elay tidak menyengat (soft) sehingga tidak mengganggu lingkungan. Daun durèn Elay besar, tebal dan kaku, berbéda dengan daun durèn pada umumnya yg lebih kecil.

Durèn Elay kalimantan umumnya berbentuk bundar, sedangkan Elay èndemik jawa lonjong. Sebaran durèn elay jawa yang pernah dicicipi penulis dkk. ada di kawasan Gunung Purba Nglanggeran dan Selomerto dengan tipe warna orange. Di kawasan Nglanggeran Gunung Kidul diberi nama Kencono Rukmi dan di Selomerto Wonosobi disebut durèn Kuning Mas.

Bantul, 16-02-2020

Post a Comment

0 Comments