Socialize

_DAHSYATNYA ISTIQOMAH_


Oleh : MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم

وعن ابي عمر وقيل ابي عمرة سفيان بن عبدالله رضي الله عنه قال : قلت  يا رسول الله، قل لي في الاسلام قولا لا اساءل عنه احدا غيرك، قال : *قل امنت بالله، ثم استقم* ( رواه مسلم )

Dari Abu Amr dan dikatakan pula Abu Amroh Sufyan bin Abdulloh RA, ia berkata, "Saya bertanya, Ya Rasululloh, Katakan kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang tidak akan pernah saya tanyakan lagi kepada seseorang selain Engkau, Rasululloh SAW menjawab,    " *Katakanlah, Saya beriman kepada Alloh lalu beristiqomahlah*."
( HR Muslim )

1. Kata Istiqomah berasal dari bahasa Arab dari fi'il *_istaqooma - yastaqiimu - Istiqoomatan_* yang berarti lurus, tegak, teguh pendirian, konsekuen atau konsisten.

Menurut Istilah Istiqomah adalah tetap dalam pendirian yaitu ketetapan hati untuk selalu melaksanakan pekerjaan - pekerjaan yang baik dengan terus - menerus memperjuangkan usaha kebaikannya hingga tercapai cita-citanya. Secara sepesifik dalam Islam, Istiqomah adalah sebuah komitmen dan konsisten dalam Tauhid, Ibadah dan Akhlaq serta Muamalah dengan sesama.

2. Para Ulama' mempunyai versi yang berbeda-beda dalam memaknai kata Istiqomah, dan Rasululloh tidak memberikan batasan secara khusus. Hingga memberikan Khazanah yang  luas, kekayaan dan keluasan pandangan bagi cakrawala Keagamaan.

Berikut ini disampaikan pandangan Sahabat dan Generasi dibawahnya tentang Istiqomah sebagai berikut :

2.1. *Abu Bakar Ash Shiddiq* memaknai Istiqomah sebagai tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun

2.2. *Umar bin Khattab* berpandangan bahwa Istiqomah adalah anjuran untuk dapat bertahan dalam menjalankan perintah dan larangan serta tidak berpaling kepada lainnya.

2.3. Pandangan *Usman bin Affan* tentang Istiqomah sangat singkat yaitu Ikhlas.

2.4. *Ali bin Abi Tholib* memahami Istiqomah sebagai tindakan melakukan suatu kewajiban.

2.5. *Ibnu Abbas* berpandangan bahwa Istiqomah dapat dimaknai dalam 3 ( tiga ) arti :

2.5.1 Istiqomah bil Lisan
 Yaitu sikap bertahan dengan membaca Kalimat Syahadat

2.5.2. Istiqomah bil Qolbi
Yaitu melakukan sesuatu dengan disertai niat yang jujur.

2.5.3. Istiqomah dengan Jiwa
Yaitu sesorang senantiasa menjalankan Ibadah dan seluruh ketaatan kepada Alloh secara ajeg dan terus menerus.

2.6. *Ibnu Taimiyah* berpendapat bahwa Istiqomah adalah ketetapan di dalam mencintai Alloh serta beribadah kepada-Nya tanpa mau menoleh kekanan dan kekiri.

3. *Istiqomah* adalah Keunggulan dalam Islam sekaligus bukti kongkrit dari kesungguhan manusia menghamba kepada Robbnya.

 Sekurang-kurangnya ada 10 keunggulan Istiqomah yang perlu disampaikan, antara lain :

3.1. *Hidupnya takkan pernah takut dan bersedih*

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۚ 

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati."
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)

3.2. Mendapat jaminan Surga

Allah SWT berfirman:

اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا  ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 14)

3.3. *Memiliki Integritas*.

Orang yang Istiqomah akan disegani dan dihargai oleh masyarakat disekitarnya. Karena pendirian dan sikap mentalnya yang dewasa dan spiritualitas yang mendalam serta berfikir unggul dalam melaksanakan tugas dan mengemban amanah.

3.4. *Otomatis menjadi orang yang disiplin.*

Komitmen pada moralitas, tekun Ibadah secara teratur dan rutin. Tak ada rasa berat dalam menunaikan amanah, baik kepada Alloh maupun sesamanya akan membentuk Kedisiplinan, diingatkan atau tidak, akan terus menunaikan amanah yang diembannya.

3.5. Menghindarkan rasa Jenuh dalam menjalankan Ibadah.

Sabda Nabi SAW, yang artinya :

*"Setiap amal itu pasti ada masa semangat itu pasti ada masa futurnya. Barangsiapa dalam kemalasannya masih dalam Sunnah Nabi maka dia berada dalam petunjuk."*
   
                     ( HR. Thobroni )

3.6. Memperoleh Pertolongan.

Seorang.Muslim yang rutin dan tak terganggu dalam beribadah di situasi apapun, ringan atau berat, mudah atau susah, aman atau tertekan, bahwa ia tetapnmenjalani rutinitasnya mengingat Alloh, maka dapat dipastikan Alloh akan memberikan berkah pada kesayangannya dan akan menolong hamba-Nya pada saat dibutuhkan.

Rasululloh bersabda yang artinya :

*"Kenali Alloh di saat lapang, niscaya Alloh akan mengenalimu tatkala susah".*
( HR Hakim )

3.7.Amalannya terus dicatat walau dia sedang ada uzur melakukannya.

Safar dan sakit biasanya menjadi penghalang kebiasaan seseorang melakukan amal uggulan, sebut saja Tahajud. Jangan hawatir berkat Istiqomah tersebut Alloh tetap catat pahalanya seperti saat rutin menjalankannya.

Sabda Rasululloh SAW, yang artinya :

"Jika seseorang melakukan safar maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian ) dan dalam keadaan sehat".
 (HR Bukhari )

3.8. *Tanda Kecerdasan seseorang*

Sabda Nabi yang artinya :

Orang yang cerdas ialah orang yang bisa mengendalikan nafsunya dan beramal untuk bekal kematiannya.

3.9. *Mendapat Kelapangan Rizki*.
Seorang mukmin sadar betul bahwa Alloh Maha Mengatur rizki manusia, tapi keberkahan rizki akan diperoleh untuk orang yang Istiqomah.

Allah SWT berfirman :

وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَا مُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَ سْقَيْنٰهُمْ مَّآءً غَدَقًا ۙ 

"Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup."
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 16)

3.10. *Mendapatkan back -up para Malaikat*

 Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."
(QS. Fussilat 41: Ayat 30) 

Wallohu a'lam bish-showaab(Sudono Syueb/ed)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel