Socialize

Cermin terbaik 2: TEMAN KARIB, CERMINAN AGAMA ANDA


Oleh: MASYKUR SARMIAN

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم

الرجل على دين خليله، فلينضر احدكم من يخالل ( رواه ابو داود و الترمذي والحاكم  واحمد)

Seseorang itu tergantung dengan Agama teman dekatnya, maka dari itu hendaknya setiap dari kalian memperhatikan dengan siapa dia berteman.
( HR. Abu Daud,Tirmidzi, Al-Hakim, Ahmad )

1. Saat masih kecil, Sekitar tahun 1970, masih segar dalam ingatan saya, Ayah melarang dengan sangat keras salah seorang Kakak  berkawan akrab dengan teman-temannya, yang hobbinya kebut-kebutan, hura-hura,  tidak mau sekolah, sebagian masih pengangguran dan sebagian lainnya sudah bekerja serabutan di Kota. 

 Efek yang muncul ketika itu, sang Kakak tersebut mutung tidak mau sekolah dan protes lalu melarikan diri meninggalkan rumah,untuk mengadu nasib ke Kota Surabaya. Mungkin ingin membuktikan bahwa dia bisa mandiri, maklum darah muda. Ternyata di Surabaya hanya mampu bertahan beberapa bulan saja dan lantas kembali pulang  kampung dan ikut sekolah lagi. Tidak berapa lama setelah lulus SMP, dia di antar Ayah ke Pesantren Karang Asam Paciran Lamongan.

Kejadian ini berlalu begitu saja selama beberapa tahun tanpa pernah saya iseng bertanya melakukan klarifikasi  kepada Ayah, mengapa kala itu begitu keras kepada Kakak dan kenapa sangat tidak berkenan anaknya bergaul dengan kawan-kawannya tersebut.

Jujur saja selama beberapa tahun peristiwa masa kecil yang tak mengenakkan tersebut  cukup mengganjal, melekat dalam memori dan relatif mengganggu dalam benak dan fikiran bawa sadar saya.

Dan tepatnya pada tahun 1981 saat di Pesantren Ar- Roudlotul Ilmiyah Kertosono, saya membaca sebuah Hadits, ternyata hasil bacaan tersebut menjawab rasa penasaran saya selama bertahun-tahun, atas sikap Ayah terhadap salah seorang Kakak tersebut, dan lewat 1 hadits itu saya mendapat jawaban yang sangat memuaskan setelah sejenak melakukan analisa berfikir secara sederhana. Selain dalam perkembangannya kawan-kawan akrab kakak saya tersebut, nasib, karier dan  komitmen Keagamaannya juga jauh dari membanggakan.

2. Teman pergaulan itu dahsyat pengaruhnya dalam kehidupan seseorang, karena intensitas pertemuan mereka tidak ada sekat lagi yang membatasi, baik ruang maupun waktu. Pengaruh yang ditimbulkannya dapat merubah cara hidup, hobby, mainset, persepsi, pikiran, obsesi, Kata-kata bahkan hingga sampai pada Idiologi dan Agama seseorang. Secara ekstrim dapat dikatakan bila seseorang teman pergaulannya seorang perokok dia akan merokok, bila dengan tukang minum dia akan minum, dengan penjudi dia ikut berjudi demikian seterusnya ( walau tak semua ). itulah sebabnya mengapa Ayah sedemikian keras dalam menyeleksi pergaulan anaknya.

Lingkungan pergaulan tanpa disadari bahkan mampu merubah karakter dan watak seseorang. Dan pengaruhnya sangat cepat sekali,  intensitas pergaulan menjadi faktor signifikan berubahnya karakter dan watak seseorang. 

Lebih dahsyat lagi bukan manusia saja yang dapat memberi pengaruh bagi karakter dan watak seseorang, bahkan binatang ternak sekalipun.

Rasululloh SAW bersabda :

الفخر والخيلاء في الفدادين اهل الوبر والسكينة في اهل الغنم ( الحديث )

"Kesombongan dan Keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala onta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing.

2.1. Menggembalakan onta akan berpengaruh bagi timbulnya kesombongan dan keangkuhan.

2.2. Menggembalakan kambing akan mempengaruhi timbulnya karakter dan watak yang tenang dan tidak gegabah dalam bertindak.

Jika binatang saja mampu membentuk karakter dan watak seseorang apalagi manusia yang punya nafsu. Terlebih-lebih mereka yang memiliki misi tertentu, akan dengan segenap upaya berjuang memuluskan langkahnya agar dapat mempengaruhi temannya, walau harus menghalalkan berbagai cara. Apakah dengan membohongi, menipu atau memperangkap temannya.

3. Masih segar dalam ingatan kita, pada bulan Januari tahun 2012 di Jakarta. 9 ( sembilan ) orang meninggal sia-sia dalam kasus tabrakan maut oleh Mobil Xenia yang sarat penumpang, padahal para korban berjalan berada di jalur trotoar yang benar. Konon sopir dan penumpang dalam pengaruh mabuk berat setelah mereka melakukan pesta miras dan narkoba.

3.1. Pergaulan bebas yang sangat sulit dikendalikan dan dideteksi ini dapat  menimpa siapa saja, tak terkecuali oleh anak-anak dan keluarga kita. Oleh karena itu dianjurkan kepada setiap orang tua, tak bosan-bosannya memberikan arahan, petuah dan memilihkan lingkungan pergaulan yang baik bagi anak-anaknya.

3.2. Untuk menjadi baik, memang harus memilih pergaulan yang baik dan mencari teman yang baik serta berkumpul dengan mereka. Karena kumpul dengan orang baik insya Alloh memantulkan kebaikan juga. Sebaliknya berkumpul dengan orang tidak baik, besar kemungkinan akan menjadi tidak baik pula, auranya saja sudah sangat terasa.

4. Makanya sangat tepat Rasululloh SAW bersabda :

الرجل على دين خليله

Seseorang tergantung oleh Agama teman karibnya

4.1. Imam Al-Ghozali mengatakan, bahwa bersahabat dengan orang pelit maka akan mengakibatkan kita terpengaruh ikut pelit, bersahabat dengan orang zuhud membuat kita ikut zuhud dalam urusan dunia. Karena sejatinya orang akan mencontoh teman karibnya.

( Tuhfatul Ahwadzi , 7/94 )

Teman yang saleh memberikan pengaruh pada upaya penguatan Iman dan  Istiqomah kepada  sohibnya serta mendorongnya tetap semangat beramal  kebaikan dalam situasi apapun. Hingga akhirnya mampu mensibghoh teman karib tersebut.

Kata seorang Ahlul Hikmah

يظن بالمرء ما يظن بقرينه

 Seseorang itu bisa dinilai dari teman karibnya

Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata,

  نظر المؤمن الى المؤمن يجلو القلب

Padangan mukmin kepada mukmin lainnya akan mengilapkan hati.

Dengan memandang orang sholeh saja, hati seseorang jadi bercahaya dan tegar. Oleh sebab itu dulu ada semacam tradisi bila ada salah seorang mukmin  mengalami penurunan semangat dalam Ibadah dan kehidupan, maka mereka pun tak segan-segan mengunjungi orang sholeh untuk meminta penguatan dan nasehat - nasehatnya.

Abdullah bin Mubarok mengatakan, bahwa bila dirinya memandang Fudhail bin Iyadh, ia akan semakin sedih dan merasakan dirinya penuh kekurangan.

4.2. Abu Darda' berpendapat, salah satu bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih dan menentukan teman jalan, teman bersama dan teman duduknya. Teman dimaksud adalah teman akrab. Teman yang dalam perjalanan hidup kelak akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir, watak,prilaku dan kebiasaan. Jika teman kita baik insya Alloh akan memberikan pengaruh kebaikan kepada kita sebaliknya bila teman kita buruk maka kita akan terdampak keburukannya juga.

Bila kita salah langkah dalam bergaul dan berteman  dengan orang yang buruk perangainya, yang menggelincirkan kita jatuh dalam kemaksiatan, pada hari kiamat nanti ia akan menjadi musuh, yang saling menyalahkan satu sama lain.

4.3. Dalam riwayat Bukhori Muslim dari sahabat Abu Musa berkata, yang artinya :

"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek seperti berteman dengan pembawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Dan adapun berteman dengan pembawa minyak wangi kemungkinan dia akan memberimu, kemungkinan engkau membelinya atau kemungkinan engkau mencium bau yang harum. Dan berteman dengan tukang pandai besi kemungkinan dia akan membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan bau asap yang tidak enak.

Terlalu banyak kasus yang berseliweran sekaligus menjadi bukti bahwa teman yang buruk perangainya, akan menjerumuskan dan menghancurkan teman dekatnya. awalnya mungkin hanya bolos sekolah, lalu merokok, lalu ngembat kue, lantas minum minuman keras, kemudian ngelem, lalu memakai Narkoba, lantas durhaka kepada orang tua, lalu melakukan pergaulan bebas, kemudian membunuh naudzu billahi min dzalik. 

Ketahuilah bahwa teman karib yang buruk perangainya, hanya sementara saja bisa bikin senang di dunia tapi kelak akan menjadi musuh yang saling menyalahkan di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman:

اَلْاَ خِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ 

"Teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 67)

5. Siapakah teman Sejati anda ?

Teman Sejati anda adalah orang yang :

5.1. Memahami anda sepenuhnya, bukan hanya kelebihan tapi juga kekurangan anda

5.2. Tidak meninggalkan  saat anda dalam kesulitan

5.3. Akan ikut merasakan bahagia dengan tulus ketika anda  dalam kebahagiaan atau berhasil mencapai suatu kesuksesan

5.4. Mengenalmu lebih mendalam dalam banyak hal dari pada orang lain

5.5. Berani menyampaikan kebenaran meski terasa berat untuk disampaikan

5.6. Mengusahakan untuk tetap tersambung apapun kesulitan dan hambatan yang ditemui

5.7. Memotivasimu untuk terus bersemangat dalam menjalani tantangan kehidupan

5.8. Tidak membicarakan anda  dibelakang tapi membagi kelebihan anda kepada orang lain

5.9. Memberi kesempatan anda untuk berkembang dan berhubungan dengan orang lain

5.10. Senang dinikmati bersama dan susah dirasakan bersama dengan kata lain berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing.

Teman yang sejati ini :

Jika anda mengunjunginya, ia akan memuliakanmu

Saat anda terpuruk, dia akan datang menolongmu

Ketika anda sedih, dia tak segan tuk menghiburmu

Jika anda dalam ujian, dia akan sibuk ikut menyelesaikan kesulitanmu

Bila anda duduk bersamanya, ia akan membuatmu ingat kepada Allah
.
Jika anda berpisah
dengannya, ia akan mendoakanmu

Bila anda lebih tua darinya, ia akan menghormatimu
.
Tapi jika anda lebih muda dari padanya, ia akan menyayangimu

Jika anda memberitahunya suatu rahasia, ia menjaganya
.
Apabila ia melihat suatu aib pada diri anda, ia tidak menyebarkannya, bahkan menutupinya

Dia takkan memanggil anda, melainkan dengan panggilan yang engkau sukai
.
Dia tidak berbicara dengan anda, melainkan dengan sesuatu yang bermanfaat

Teman yang baik itu bukanlah mereka yang mengajak anda kepada perbuatan dosa dan menjauhkan dari hidayah
.
Bahkan teman yang baik itu selalu mengajak kepada kebaikan dan mendekatkan anda kepada Allah

Teman yang baik itu bukanlah mereka yang selalu menganggap benar seluruh perbuatan anda
.
Bahkan teman yang baik itu seperti cermin, apabila ia melihat kesalahan pada diri anda, ia meluruskannya

Teman sejati anda adalah orang yang tak henti-hentinya berusaha mengajakmu kepada Surga dan berusaha menjauhkanmu dari Adzab Neraka
.
Semoga Allah SWT mengirim kita teman karib yang selalu membersamai kita menuju pelukan Cinta, Rahmat dan Kasih Sayang-Nya di Arsy sana, Aamiiiin

Wallohu a'lam bish_showaab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel