Socialize

Mutiara Masjid Baitul Mahmud: Menjemput Ampunan Allah


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Dan tidak ada dosa yang tidak terampuni jika pelakunya mau minta ampun kepada Allah Ta'ala tentu akan diampuni.
Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai, anak Adam! Sungguh selama engkau berdoa kapada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni semua dosa yang ada pada engkau, dan Aku tidak peduli. Wahai, anak Adam! Seandainya dosa-dosamu sampai setinggi awan di langit, kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai, anak Adam! Seandainya engkau menemui-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku sedikit pun, tentulah Aku akan memberikan pengampunan sepenuh bumi’.” (Hadits hasan riwayat at-Tirmidzi).

Dalam hadits di atas berkaitan dengan sebab-sebab yang bisa mendatangkan ampunan Allah ﷻ. Di antara sebab-sebab itu adalah berdoa.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ

“Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu dan Aku tidak memperdulikan (dosa-dosamu).”

Para ulama mengatakan, “Sepanjang engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, yang berarti selama doa dan harapanmu hanya kepada-Ku, maka Aku mengampunimu dan Aku tidak mempedulikan (kesalahan-kesalahanmu)”.

Allah ﷻ juga memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk berdoa dan berharap kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS:Al-Mu’min | Ayat: 60).

Rasulullah ﷺ juga sangat mendorong umatnya untuk selalu berdoa kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda,

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: 1. Allah akan segera mengabulkan doanya, 
2. Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan 
3.bAllah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi ﷺ lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad).

Bahkan Allah ﷻ murka kepada orang-orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel