Socialize

Mutiara Baitul Mahmud: 4 Malaikat Mendatangi Orang Sakit


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)


Harianindonesiapost.com Tidak ada orang yang menginginkan menderita sakit. Karena sakit bisa mengurangi kekuatan kita, seluruh tubuh jadi lemas dan tak berdaya, sehari hari kita hanya berbaring di tempat tidur, semua kebutuhan dilayani keluarga, perawat dan dokter. Selama sakit tidak bisa merasakan lezatnya makanan. Selezat apapun makanan, rasanya hambar jika kita makan. Hingga selera makan turun. Dipaksa pun kadang makanan tidak bisa melewati tenggorokan. Sebagai gantinya, kita diberi makanan cair berupa infus. Selama sakit, wajah kita jadi suram, pucat dan lumgsep, kadang terlihat gelap, seperti orang ga pernah mandi setahun. Ga ada cahayanya. Dengan adanya 3 kondisi itu, maka kita sering mengeluh ketika sakit.

Tapi kalau kita tahu bahwa banyak hikmah dalam sakit, sebenarnya tak ada alasan bagi kita untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya sakit itu adalah kasih sayang Allah swt pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Sakit, dalam bentuk apapun, harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Ketika kita sakit Allah memerintahkan para malaikat untuk menulis  amal sholih kita yang  terbaik yang pernah kita lakukan ketika sehat dan gembira dan para malaikat itu disuruh selalu menjaga kita selama dalam sakit.
Ada lagi hikmah sakit adalah dosa dosa kita akan dihilangkan dari diri kita. Sakit mendatangkan ampunan Allah.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Sabda Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda: “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus empat malaikat untuk datang padanya.”

Allah memerintahkan :

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya

3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat keempat, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i). 

Sumber: dihimpum dari berbagai sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel