Masjid Baitul Mahmud: Pegang Teguh Islam


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Dalan keadaa apapun mari kita tetap istiqomah mengatakan RabbunAllah dan wadinal lslam serta saling menyintai sesama umat lslan. Dan jangan sampai kita meninggalkan lslam atau murtad. Kalau kita murtad, Allah akan mengganti umat ini, dengan  umat yang lain yang saling  menyintai sesamanya dan menyintai Allah Ta'ala.
Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآ ئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 54)

Berpegang teguh dengan Agama Allah dan ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat ini memang sangat berat, seperti  memegang bara api. Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,


يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

" Akan datang kepada manusia pada suatu waktu, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api ." (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan ).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama sampai meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya sangat berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Ath Thibiy mengatakan bahwa maknanya adalah meminta seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena dapat dibiakkan sama dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia akan mengambil alih kekuatan yang ingin dipegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran jumlah maksiat di sekelilingnya, lawan maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.

Sementara Al Qari mengatakan bahwa harus ada yang bisa menggenggam bara api yang dilengkapi dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu pula dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra.

Post a Comment

0 Comments