Trump Belum Benar Benar Tamat


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Ketika proses voting pemakzulan Presiden Amerika Serikat berjalan, banyak pihak yang pesimis bahwa pemakzulan ini akan berjalan mulus. Alasannya, proses Pemakzulan Presiden Amerika itu melalui 2  tahap. Ini karena Amerika mengikuti sistem parlemen Bikameral (dua kamar parlemen).
Pertama, voting di House of Representative (DPR/Konggres) yang kursinya dikuasai Fraksi Demokrat. Kedua, voting di Senat, yang kursinya dikuasai Fraksi Republik. Jika Pemakzulan ini lolos di Konggres belum tentu lolos di Senat. 
Voting pemakzulan yang digelar di House of Representative (DPR Amerika) itu menghasilkan suara pada poin pertama 230 mendukung Pemakzulan dan 197 menentang. Sedang pada poin kedua menghasilkan 229 mendukung Pemakzulan dan 198 menolak.
Perlu diketahui bahwa anggota DPR Amerika jumlahnya 435 anggota, 233 dari Fraksi Demokrat dan 197 dari Fraksi Republik.
Kalo dalam poin pertama hasilnya 230 mendukung Pemakzulan, ini berati suara Fraksi Demokrat tidak solid, ada 3 anggota yang abstain. Sedang Fraksi Republik bulat 197 suara. Dalam poin kedua, suara Demokrat jadi 229, turun 1 suara dan Republik jadi 198, tambah 1 suara. Ini berarti ada anggota Fraksi Demokrat yang membelot ke Fraksi Republik 1 orang.(bbc.com, 19/12)

Salah seorang yang pesimis pemakzulan Trump itu akab terjadi adalah Jon Sopel, seorang Editor BBC North Amerika dalam analisnya dengan judul "Proses yang sangat partisan"

Berikut ini analisa Jon Sopel: Itulah yang terjadi. Donald Trump sekarang menjadi anggota ketiga dari klub eksklusif—presiden-presiden yang dimakzulkan—yang tidak diinginkan oleh presiden manapun.

Tetapi para pembentuk konstitusi dengan aturan pemakzulan, tidak akan pernah bisa membayangkan sikap partisan luar biasa yang ditampilkan kedua partai selama proses pemakzulan ini.

Masing-masing pihak bertahan dengan narasinya sendiri. Masing-masing pihak tidak mau saling mendengarkan.

Dan dapat dikatakan dengan pasti - saya akan mempertaruhkan hadiah Natal saya - bahwa itu akan terjadi juga di persidangan Senat.

Donald Trump akan dibebaskan. Dia tidak akan dipaksa keluar dari kantornya.

Jadi apa yang berubah? Donald Trump akan mendapat tempat dalam buku-buku sejarah - dan untuk seorang pria dengan harga diri sedemikian besar, ia akan terluka. Secara akut.

Tapi tahun 2020? Meski ini menjadi pukulan mematikan terhadap Presiden Trump, ini mungkin akan menyuntikkan lebih banyak energi baginya untuk masa jabatan kedua.

Ketua DPR Nancy Pelosi selalu khawatir untuk menempuh rute pemakzulan.

Kita akan melihat apakah kekhawatiran itu beralasan November mendatang.(bbc.com, 19/12)

Nampaknya  analisa Sopel itu akan terjadi,  faktornya bukan keduanya mengalami Proses Yang Partisan secara akut. Tapi partai Demokrat yang tidak PD sedang partai Republik t kekeh membela  Partainya. Menurur Sopel, Ketua DPR, Nancy Pelosa selalu khawatir  untuk menempuh rute pemakzulan. 
Prediksi Sopel  terbukti bahwa Pelosa dengan tiba tiba menghentikan proses pemakzulan itu.(cnbcindonesia.com, 22/12)

Seperti dilansir cnbcindonesia.com, Namun kabarnya Ketua DPR Nancy Pelosa secara tiba-tiba menghentikan proses pemakzulan. Politisi Demokrat itu menunda pengiriman artikel (pasal) dakwaan pemakzulan kepada Senat AS yang dikuasai Partai Republik.

Seperti ditulis The New York Times, ada perdebatan antara anggota Demokrat yang menguasai DPR AS. Karena sebagian menyarankan untuk menunda pengiriman artikel sementara yang lain menganjurkan untuk tidak mengirimkannya sama sekali ke Senat.

Belum lagi, musim liburan yang membuat banyak anggota parlemen bepergian. Oleh karenanya, ada kemungkinan artikel pemakzulan baru akan dikirim ke Senat di 2020.

"Kami (sebenarnya) siap," kata Pelosi. "Ketika kita tahu apa saja yang mereka punya (amunisi di Senat AS yang dikuasai Republik), kita akan tahu ke siapa dan berapa banyak yang akan kita kirim (artikel pemakzulan)."

New York Times juga mengatakan dengan menunda pengiriman artikel-artikel itu, Pelosi sepertinya ingin melihat strategi Trump dan Senat. Kemungkinan Trump akan menekan Ketua Senat AS Mitch McConnell, anggota Republik, untuk berkomitmen padanya termasuk soal saksi selama persidangan.

Sementara itu, Trump mengaku ingin cepat-cepat diadili. "Saya ingin segera diadili," tulisnya di akun Twitter @realDonaldTrump.

Trump bahkan melancarkan kritik pada Pelosi dan DPR AS. "PELANGGARAN PRESIDENTIAL," tulisnya

Dalam kasus penyelidikan impeachment ini, Trump didakwa atas dua pasal. Yakni penyalahgunaan kekuasaan dan upaya obstruksi (menghalang-halangi) kongres.

Dalam voting pasal penyalahgunaan kekuasaan, anggota parlemen yang setuju pasal ini sebanyak 230 orang. Sementara yang menolak sebanyak 197.

Sementara untuk pasal kedua, sebanyak 229 anggota parlemen setuju Trump sudah menghalang-halangi kongres. Sementara sisanya 197 tidak setuju.

Meski demikian, Trump tak akan serta merta keluar dari kantornya. Proses pemakzulan masih akan berlanjut di Senat AS.

Berbeda dengan RI, AS memiliki konsep parlemen dua kamar atau bikameral. Di mana saat ini DPR AS dikuasai oleh oposisi yakni Demokrat sedangkan Senat dikuasai Republik, partai pendukung Trump.

Sumber: bbc.com dan cnbcindonesia.com

Post a Comment

0 Comments