Socialize

Rindu Anyir Kampung Nelayan


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Hujan hujan begini
Aku ingat kampung halaman
Di perkampunan nelayan
Tanah kelahiran
Yang telah lama aku tinggalkan 
Demi mengejar angan angan

Ada gelegak rindu
Pada bau anyir kampung nelayan
Yang setiap hari ada lendir ikan
Berceceran menempel pada debu debu jalanan
Tertiup angin
Mengitari gadis gadis lemah gemulai 
Yang sedang manggang ikan
Di pekarangan
Bikin aroma sore percepat malam

Bikin rindu semakin menderu
mengepung relung qalbu

Dan bau asap ikan panggang itu
Ingin rasanya menikmati gurihnya panggang tongkol 
Dengan sambal kacang kecap
Nasi hangat
Sehangat senyum gadis gadis pemanggangnya

Anak gadis siapa itu?
Mungkin anak teman temanku!
Sepantaran dulu

Kalau karena taqdir
Kita tak bisa satu pikir dan dzikir
Berharap anak anak kita bisa satu biduk menuju hilir


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel