Mitos Sate Burung Gagak


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Burung gagak ini memiliki penampilan yang serba hitan. Bulu hitam tampak membalut seluruh bagian tubuhnya. Mata dan paruhnya juga hitam, begitu juga kaki dan cakarnya. Konon daging dan darahnya juga hitam kaya ayam Cemani. 
Sekilas nampak seram. Apa lagi suaranya keras membahana bikin anak anak dan emak emak terkaget kaget dan ketakutan. 
Di beberapa komunitas, gagak selalu diidentikkan dengan ilmu  hitam atau sihir  serta kematian. Masyarakat Eropa, misalnya, percaya bahwa gagak adalah salah satu hewan favorit yang biasa menjadi peliharaan para penyihir jahat.

Mitos Mitos Burung Gagak ini ada di mana mana, baik mitos kekayaan maupun kejahatan dan kematian, di antaranya:

1. Mitos Kejayaan Sate Gagak

Sebagian masyarakat masih ada yang percaya bahwa buka lapak Sate Gagak di tempet tempat angker atau wingit yang biasa di tempati para bangsawan Lelembut yang kaya raya di malam hari bisa mendatangkan kekayaan yang melimpah ruah jika sate gagak itu dimakan oleh para Lelembut bangsawan itu. Sebab setiap Lelembut yang habis makan itu akan meninggalkan banyak bongkahan biji kunir. Lalu dibawa pulang oleh yang bikin sate gagak.
Esok hari biji kunir itu akan jadi emas.

Di seputaran tahun 2000an penulis masih menemui sendiri orang orang yang menjalankan ritual "jual" sate gagak ini di perempatan perempatan perumahan kami yang dianggap sebagai jalur lalu lalang para bangsawan dan pembesar lelembut yang dianggap memilik banyak biji "kunir".
Waktu saya tanya, apakah pernah berhasil? 

Belum, katanya.

"Sudah berapa lama buka lapak sate gagak untuk para lelembut?" tanyaku menyelidik.

"Sudah 10 tahun," jawabnya.

"Sudah habis berapa?"

"Banyak sekali mas"

Mas, kataku, yang bikin orang kaya itu bukan para lelembut itu, tapi Allah Ta'ala Yang Maha Kaya dengan ikhtiar yang sungguh sungguh. Yuk kita realis rasionalis saja dan kita tinggalkan yang mistis mistis begitu. 
Dia mantuk mantuk.

Mitos mitos burung gagak yang lain  dari sumber sumber yang lain dan dari cerita rakyat adalah:

2. Suara Gagak Penanda Kematian

Tahukah Anda bahwa mitos burung gagak sebagai penanda kematian tidak hanya dikenal di negara barat saja? Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, juga santer terdengar mengenai suara burung gagak sebagai penanda kematian.

Konon jika suara gagak terdengar di tempat yang biasa tidak pernah disinggahi spesies burung tersebut, maka artinya ada orang yang meninggal dunia di sekitar tempat itu. Apalagi jika Anda menemukan gagak hinggap di sebuah rumah sambil berkicau dengan lantang, bisa jadi bahwa ada orang meninggal di sekitar rumah itu.

Mitos suara burung gagak sebagai penanda kematian ini sama halnya dengan burung suwek mori atau burung sirit uncuing (kedasih) yang suaranya sering diklaim sebagai pembawa kabar kematian. Burung ini biasa berbunyi sejak menjelang maghrib sampai tengah malam.

 Konon, jika suara burung ini terdengar ketika maghrib, maka yang meninggal masih berusia remaja. Sementara jika suaranya terdengar di malam hari, orang yang meninggal di sekitar tempatnya berkicau adalah orang dewasa. Kalau Anda mendengar burung ini berkicau di tengah malam, artinya ada orang berilmu tinggi yang meninggal.

3. Gagak Jelmaan Penyihir Jahat

Jika masyarakat Indonesia percaya bahwa suara gagak adalah pertanda kematian seseorang di sekitar tempatnya berkicau, lain halnya dengan mitos burung gagak yang beredar di Inggris. Masyarakat di sana percaya bahwa gagak adalah hewan peliharaan favorit para penyihir. Tak tanggung-tanggung, penyihir di zaman Inggris kuno memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi gagak hitam.

Alasan penyihir mengubah diri menjadi gagak hitam bilamana dirinya merasa terancam dari kejaran massa atau pemburu penyihir. Tak hanya sampai di situ saja, penyihir di zaman dulu dipercaya menggunakan gagak sebagai pembawa pesan untuk ke penyihir lainnya.

4. Sebagai Firasat  Ada Masalah Besar

Hampir setiap negara memiliki mitos burung gagak yang dipercaya oleh masyarakatnya. Lain dengan di Indonesia dan Inggris, di Amerika burung gagak dianggap sebagai sebuah firasat mengenai adanya masalah besar.

Suku Indian Cherokee di Amerika percaya bahwa kedatangan gagak hitam adalah firasat tentang adanya bencana besar. Menurut kepercayaan suku tersebut, apabila ada segerombolan gagak terbang dan singgah di wilayahnya, maka akan datang masalah besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Mitos burung gagak sebagai firasat akan datangnya masalah besar ini hanyalah kepercayaan bagi Suku Indian Cherokee. Kita tidak perlu mempercayainya dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, setiap orang pasti akan mendapatkan masalah dalam hidupnya. Binatang seperti burung gagak tidak memiliki kuasa untuk dapat menyampaikan firasat mengenai masalah yang akan Anda alami.

5. Sebagai Perwujudan dari Dewi Kematian

Morrigan adalah seorang dewi yang dipercaya oleh orang Celtic di Eropa sebagai dewi kematian. Dalam mitologi Celtic, Morrigan digambarkan sebagai wanita cantik yang merupakan ratu dari segala hantu dan setan.

Di masa Eropa kuno, masyarakat Eropa percaya bahwa burung gagak adalah perwujudan dari Dewi Morrigan ini. Burung gagak yang muncul pada saat perang atau pemakaman selalu dipercaya sebagai jelmaan dari Dewi Morrigan ini. Konon, tugas dari sang dewi ini adalah menjadi perantara antara dunia manusia dan dunia roh.

Mitos burung gagak sebagai perwujudan dari dewi kematian ini tentu saja tidak benar. Burung gagak yang muncul ketika perang atau pemakaman adalah sebuah kebetulan. Perang selalu identik dengan pertumpahan darah sehingga sangat wajar jika usai perang selalu ada jiwa-jiwa yang gugur.







Post a Comment

0 Comments