Socialize

Kisah Nyata Seorang Ibu Tiri


Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Ketika seorang bapak merasakan dekatnya ajal, dia memanggil anak anaknya untuk mendengarkan WASIAT.

Dia berkata kepada anaknya yang paling besar : "Anakku, Aku telah menikah sirri dan ibu tirimu itu di luar negeri yaitu di Philipina dan ini alamatnya. Tolong menjadi perhatianmu wahai anakku".

Setelah meninggal kemudian anak-anak ahli waris menghadap hakim utk pembagian harta warisan. Sang anak sulung sangat memperhatikan wasiat bapaknya dan ia pun memberitahu sang hakim tentang wasiat itu, lalu hakim menghentikan sementara pembagian harta warisan sampai dihadirkan istri sirri itu di depan hakim bersama mereka.

Anak sulung itu akhirnya pergi ke Philipina dan setelah mencari alamat itu, ia menemukan rumah ibu tirinya; sebuah rumah yg sangat sederhana, bahkan di bawah rata-rata rumah penduduk. Dia mengetuk pintu dan keluarlah seorang wanita berhijab, lalu anak sulung itu memperkenalkan diri. 

Sang ibu tiri pun berkata : "Aku adalah istri bapakmu dan telah sampai kepadaku berita kematian suamiku, semoga Allah merahmati nya! ".

"Ibu wajib hadir dihadapan hakim di Riyadh", pinta sang anak.

Berangkatlah mereka dan langsung menemui hakim dan ibu pun mendptkn warisan kira2 SR. 800. 000, - (kira2 Rp. 2,5 Miliar). lalu ia minta kepada anak tirinya untuk mengantarkannya ke Makkah melaksanakan Umroh. Setelah itu kembali ke Philipina via Jeddah.

Berselang 4 thn, si anak sulung rindu ibunya yg di Philipina. Ketika dia tiba di rumah sang ibu; tak ada perubahan apa pun pada rumahnya, persis seperti apa yg terlihat 4 thn lalu. 

Sang anak pun bertanya tentang harta warisan yang telah diterima ibu itu. "Ayo ikut aku !" lalu mereka ke pusat kota, berhenti di depan gedung Islamic Centre yg menyelenggarakan Tahfizh Al-Qur'an, Pendidikan dan urusan anak yatim. 

 "Angkatlah kepalamu, dan baca nama Islamic Centre!". Islamic Centre itu di beri nama dengan nama bapak anak itu !

 "Aku beri nama Islamic Centre itu dengan nama bapakmu, aku waqafkan warisannya sbg sodaqah jariyah bapakmu !".

Menangis sang anak, merasa sangat hina disebabkan kemuliaan akhlaq ibu tirinya itu dan kebaikannya kepada bapaknya.

Ia pun kembali ke Riyadh, setibanya di sana ia kumpulkan saudara2nya malam harinya seketika itu juga, sebelum berakhir malam itu mereka telah berhasil mengumpulkan kan uang sebesar 5 juta Riyal untuk melakukan proyek kebaikan untuk bapak mereka.

Inilah seorang wanita sholehah yang telah mengajarkan mereka kebaikan dan cinta akhirat melebihi kecintaan terhadap dunia.
Sebaik-baiknya wanita muslimah dan isteri sholehah.

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"
(HR. Muslim no 1467)

"Ya Alloh, karuniakanlah kami cinta kepadaMu, cinta kepada orang-orang yang mencintaiMu dan cinta kepada amal-amal yang mendekatkan kami kepada cintaMu".

Note :
(kisah diatas diterjemahkan secara bebas oleh : Zul Asri Rusli, Pembina Islamic Centre Al- Mukhtar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel