Jangan Mudah Menyesatkan Pandangan Alam Orang Lain


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Selama ini sering kita temui artikel yang suka melabeli pikiran,  pandangan alam dan paradigma orang lain yang tidak sama dengan pandangan alam (worldview) kita sebagai salah/sesat. 
Penilaian seperti itu sungguh jauh dari ADAB Nabi Muhammad/ adab Islam. 
Dikisahkan, bahwa sahabat Muadz bin Jabbal ditegur keras oleh Rasulullah karena telah menuduh orang lain munafik.
Sabda Rasulullah:

اتحب ان تكون فتانا

Apakah Anda suka menjadi Itukang fitnah?

Rasulullah marah karena  Muaz tidak punya hak untuk memberi label apakah seseorang layak disebut munafik.

Terkait, belajar dari pengalaman Muaz,  Ali bin Abi Thalib tidak mau menyebut para penentangnya, khususnya dari kalangan Khawarij sebagai kaum munafik. Ketika beliau menjawab oleh para pengikut setianya, tentang orang-orang Khawarij:

أ منافقون هم؟

Apakah mereka itu orang-orang munafik?

Sayyidina Ali menjawab:

إن المنافقين لا يذكرون الله الا قليلا

"Sungguh orang-orang munafik tidak mengingat Allah kecuali sangat sedikit."

Sayyidina Ali tahu bahwa orang-orang Khawarij masih mengerjakan shalat berjamaah dan masih mau membaca dan mendengarkan Al-Qur'an. Karena tetap itu, tidak layak disebut sebagai munafik. Walaupun akhirnyq Ali bin Abu Tholib jadi korban kebiadaban kaum Khawarij...

Sekarang, karena perbedaan politik yang jelas bukan masalah teologis (ketuhanan), seseorang dengan  ringan menuduh munafik dan radikal terhadap sesama muslim. Padahal, tanpa harus diberi tahu, orang-orang yang dituduh munafik dan radikal masih selalu sholat berjamaah dan mau mendengarkan Al-Qur'an.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ

"Mereka-mereka itu adalah orang-orang yang hanya Allah yang mengetahui apa yang ada di hati mereka ..." [Surat An-Nisa '63]

Rasulullah bersabda:

إن الله لا ينظر الى صوركم ولا الى اجسادكم ولكن ينظر الى قلوبكم واعمالكم

“Sungguh Allah tidak melihat bentuk dan bentuk tubuh kalian. Tapi Dia melihat ke hati dan amal kalian. "

Para ulama mengatakan:

نحكم بالظواهر والله يتولى السرائر

"Kita hanya menghukumi hal-hal yang tampak dan Allah yang menguasai tidak tampak."



Post a Comment

0 Comments