Socialize

Ingin Bisa Lari Secepat Kilat


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Pada era 70an ke bawah, banyak pemuda ingin bisa lari secepat kilat. Seperti cerita para tetua,  jarak 400-500 km hanya ditempuh beberap menit saja. Caranya? Dari nguping sana sini, caranya dengan naik  harimau gaib.

Alkisah, ada seorang pemuda yang berusaha keras cari guru yang bisa mengajarkan ilmu harimau gaib itu.
Setelah mencari lama di beberapa daerah, termasuk luar Jawa,  ketemulah dia dengan orang, yang katanya punya ilmu harimau gaib, dan berguru padanya. lalu dia diberi wiridnya dan disuruh mengamalkan ritusnya. Pertama, dia disuruh riyadhah dengan puasa 3 hari 3 malam berturut turut sambil membaca wiridnya setiap selesai sholat 5 waktu 1000 kali. Dia lakukan ritual ilmu harimau gaib itu ketika nyantri di sebuah pesantren Jawa Tengah. Tapi sayang puasanya tidak sempurna, baru puasa 2 hari 2 malam dia sudah tidak kuat, padahal tinggal sehari semalam saja. Apa boleh buat, dia gagal melakukan riyadhahnya. Karena telah gagal dia tidak lagi memikirkan ilmu harimau gaib itu. Hari hari berjalan seperti biasa, tapi pemuda itu merasakan ada sesuatu yang selalu mengikutinya. Termasuk setiap tidur selalu mimpi dikejar kejar harimau, diterkam hari mau dan mimpi mimpi lain yang menakutkan. Suatu malam dia bermimpi diterkam harimau lalu berteriak triak keras sekali sampai teman temannya  membangunkan santri itu. Tapi teman temannya kaget karena santri itu menyerang temannya yang membangunkan dengan gerakan gerakan cakar harimau hingga seperti terjadi perkelaian. Setelah santri itu bisa dilumpuhkan dan disadarkan, dia kaget kenapa dirubung banyak temannya. 
"Ada apa ini," katanya.
Teman temannya menjawab, seharusnya kami yang bertanya kenapa sampayan tidur triak triak setelah dibangunkan kok malah menyerang kami dengan jurus jurus harimau?

Ou masyaaAllah, jawab santri itu, saya tadi mimpi diterkam harimau, lalu saya melawannya. Ternyata yang saya lawan sampyan. Maafkan saya cak, maafkan.

Cak, kata teman yang ikut menyaksikan duel cakar harimau dengan tangan para santri, ada apa tho, sampyan kok sering mengigau ketakutan begitu?
"Tidak, tidak ada apa apa, cuma mimpi, biasa kembangnya tidur' jawab santri riyadhah gagal itu sambil ucek ucek mata karena kantuk..
'Ya sudah kalau ga mau cerita sekarang, ga apa apa, suatu saat sampyan pasti tanpa sadar cerita sendiri" timpal temannya yang lain.

Setelah lulus Aliyah dari pesantren itu, pemuda itu melanjutkan petualangannya ke kota lain. Mimpi buruk dikejar kejar harimau dan binatang buas lainnya, masih selalu menghiasi mimpi mimpinya. Di samping takut, dia menahan rasa sakit yang luar biasa falam mimpi itu. Setelah sadar karena dibangunkan keluarganya atau sadar sendiri sakit itu tidak langsung hilang tapi masih bergelayut beberap menit.

Suatu saat dia ketemu teman lama lalu diajak ikut olah raga beka diri pernafasan, ketika sudah masuk level pra master, dia mengeluarkan gerakan dan suara binatang buas, termasuk harimau. Oleh pelatihnya ditanya, ada apa dengan masa lalumu?

Dia menjawab, Tidak ada apa tadz, biasa saja.

Jangan bohong dengan saya, timpal pelatihnya, dari gerakan dan suaramu, kamu pernah mengamalkan ilmu ilmu tertentu. Kalau kamu mau terus terang, in syaa Allah saya bisa bantu kamu lepas dari bayang bayang buruk masa lalu. Gimana mau? Tidak orang di sini, hanya kita bertiga, saya, kamu dan Allah.

Akhirnya dia mengaku kalau pernah melakukan riyadhah untuk mrnguasai ilmu harimau gaib dengan puasa dan baca wiridnya.

Pelatinya lalu membimbing dia untuk menghapus bersih wirid itu dari memorinya dan tidak usah dibaca lagi.

Jangan minta bantuan makhluk gaib,  kata pelatihnya, minta saja kepada Allah, pasti dikasih dan aman walaupun tidak secara langsung. Mewirid mantra mantra untuk mendapatkan kekuatan selain dari Allah itu justru menghadirkan makhluk gaib ke dalam tubuh kita. Padahal tubuh kita ini harus bersih dari unsur unsur gaib yang tidak sesuai dengan nilai nilai dari Allah.

Setelah minta bantuan makhluk gaib,  kata pelatihnya, minta saja kepada Allah, pasti dikasih dan aman walaupun tidak secara langsung. Mewirid mantra mantra untuk mendapatkan kekuatan selain dari Allah itu justru menghadirkan makhluk gaib ke dalam tubuh kita. Padahal tubuh kita ini harus bersih dari unsur unsur gaib yang tidak sesuai dengan nilai nilai dari Allah.

Setelah semua memori wirid mengundang harimau gaib dihapus dan tidak diwirid lagi, diganti wirid atau dzikir sesuai printah Allah dan Rasulullah, maka mimpi buruk itu hilang untuk seterusnya.
Alhamdu lillaah...










Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel