Catatan Burung (4)


Oleh: Didik Akhmadi

(Pengamat Budaya dan Politik)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Binatang binatang yang ada di bumi dan juga burung burung merupakan sebuah keummatan juga, seperti halnya kita manusia.

Kita sebagai manusia diminta oleh Allah Swt untuk memperhatikan komunitas komunitas binatang binatang tersebut. Semut, lebah dan burung burung menjadi komunitas yang disebut secara ekplisit dalam al-Quran. Adakah pengorganisasian komunitas binatang tersebut ada yang perlu kita teladani? Semut selalu saling sapa saat bertemu. Mereka terbangun menjadi komunitas yang rapi, mereka bisa membentuk saling kerjasama dalam mencari rizki. Jika ada benda yang manis atau yang enak enak, mereka bawa bersama sama ke sangkar mereka. Kadang ditampung untuk antisipasi masa masa kesulitan pangan. Lebah merupakan sebentuk komunitas keummatan yang memiliki pengorganisasian yang rapi. Ada induk lebah perempuan, ada lebah lebah jantan, ada lebah pemimpin, ada lebah pekerja. Bahkan struktur bangunan sangkarnya bisa dijadikan contoh bagi manusia untuk mengembangkan pola manajemen. Burung burung pun sebuah komunitas juga. Saat terbang terlihat ada pemimpin yang menjadi pusat komando, mereka secara komunal bisa bermigrasi secara bersama menuju suatu tertentu saat saat musim tiba, dan tiba kembali ke tempat asalnya pada muslim yang lain.

Sebagai manusia yang diberikan sarana kehidupan yang lebih lengkap, tentu mampu membangun komunitas keummatan yang lebih baik dari binatang binatang tersebut.

Tak ada aturan aturan kehidupan yang terlupakan dalam Al-Kitab. Terapkanlah aturan yang telah Allah berikan itu. Karena kepada Tuhanmu semua akan kembali dan dikumpulkan.

Post a Comment

0 Comments