Catatan Budaya: Wayang Thinglung


Oleh: Didik Akhmadi

(Pengamat Budaya Jawa dan Politik)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Sepekan kemarin, saya mendapat kabar   Bantul bahwa ada sedulur sedulur yang menggelar wayang tinglung di dua tempat  dan dalang yang berbeda. Wayang tinglung ini merupakan gelaran wayang juga yang instrumen pengiringnya bukan dengan gamelan, tapi pakai mulut dalangnya. Dua dalang yang ditampilkan itu ki dalang Sumarno dari Argodadi, Sedayu. Dan dalang.. dari Jagalan, Banguntapan. Wayang tinglung menjadi bentuk wayangan yang sangat langka sekarang ini. 

Di sekitar Banyumasan, ada dikenal wayang Jemblung. Sepertinya, serupa juga dengan wayang Thinglung yang di Bantul. Wayang Jemblung telah diungkap dalam sebuah disertasi oleh Dr Ibnu Qoyyim di FIB UI. Untuk wayang thinglung, apakah sudah ada kajian sosiologisnya?

Wayang Jemblung muncul dari sebuah keprihatinan. Bahwa keinginan masyarakat untuk mendapatkan hiburan dari gelaran wayang kulit telah berdampak pada kebangkrutan ekonomi masyarakatnya. Sebabnya? Gelaran wayang membutuhkan biaya yang besar. Jika tidak diselenggarakan oleh suatu kelembagaan, biasanya wayang digelar oleh orang orang kaya. Sayangnya, saat wayang Jemblung belum muncul di Cilacap-Banyumasan, banyak para priyayi yang sering menggelar wayangan disertai dengan perilaku poya poya. Biaya penyelenggaran membuat kebangkrutan ekonomi masyarakat, yang akhirnya banyak muncul kaum rentenir, bank plecing. Satu solusi pemecahan masalahnya dari sisi ekonomi ditumbuhkan bank perkreditan rakyat yang dirintis oleh pak Margana, mbahnya pak Prabawa Subianto. 

Pemunculan wayang jemblung dilandasi oleh pemikiran bagaimana hiburan kepada masyarakat tetap bisa terus berlangsung, tetapi bisa terselenggara dengan biaya gelaran yang murah meriah.

Apakah munculnya wayang Thinglung dilandasi dengan motivasi yang sama, sebagaimana wayang Jemblung? Wallohu a'lam.

Pengembangan seni dan budaya kadang perlu juga mempertimbangkan biaya penyelenggaraan. Di sinilah muncul pertimbangan prioritas program. Alternatif tetap bisa menghibur dengan biaya murah bisa menjadi landasan pertimbangan.

Post a Comment

0 Comments