Beberapa Fakta Burung Gagak Yang Terlupakan


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Cerita burung gagak yang beredar luas di masyarakat selama ini, ternyata kebanyakan hanya  mitos mitosnya saja, yang cendrung negatif, seperti; suara gagak penanda kematian, gagak jelmaan penyihir jahat, sebagai firasat ada masalah besar dan sebagai simbol kematian.  Sementara fakta fakta burung gagak yang positif jarang diceritakan, apa lagi sebagai referensi kehidupan. Ternyata burung ini tidak seburuk yang kita perkirakan. 
Mitos tidak boleh  dipercaya. Namun fakta perlu jadi bahan perenungan dan bisa sebagai referensi pilihan hidup dan kita bisa mempercayainya. 
Inilah beberapa fakta seputar burung gagak, burung yang diklaim sebagai penanda kematian tetapi faktanya tidak seburuk itu.

Fakta fakta yang menyertai burung gagak tapi luput dari perhatian kita adalah bahwa burung gagak:

1. Sebagai Guru Manusia Pertama

Dikisahkan Allah SWT dalam Al Qur'an bahwa ketika Qobil membunuh adiknya Habil, dia bingung, tidak tahu harus berbuat apa (QS Al Maidah: 30). 
Karena itu Allah Ta'ala mengutus burung gagak untuk mengajari Qobil, bagaimana cara mengubur orang mati. Allah berfirman:

فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَا بًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَ رْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَا رِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَا لَ يَاوَيْلَتٰۤى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَا بِ فَاُ وَا رِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ ۚ فَاَ صْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ  ۛ 
"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (Qabil) berkata, Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 31)

2. Memiliki Sifat Solidaritas yang Tinggi

Kalau kita selalu kaitkan burung gagak  dengan hal-hal buruk, maka itu keliru sekali. Faktanya, ada satu sifat burung gagak yang bisa kita contoh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu gagak memiliki sifat solidaritas yang tinggi terhadap komunitasnya.

Jika ada seekor burung gagak yang terluka atau mati, maka sekawanan gagak akan datang untuk menolongnya.
Hal ini pernah disaksikan sendiri oleh teman saya bernama Kertosa ( nama samaran) dari Kertosono. Bersama kakaknya, suatu sore, Kertosa pernah menangkap burung gagak dan menyembelih lalu dibakar untuk dimakan. Ketika sedang bakar bakar itu, ada koloni burung gagak mendekati atap rumahnya, terbang mengitari rumahnya sambil koak koak, tetangganya pada keluar sambil bertanya tanya ada apa ini. Tidak ada yang tahu. Kertosa dan kakanya sendiri ketakutan dan tidak bilang pada tetangganya. Tahu situasi gawat begitu, kakek Kertosa ambil air leri (air bekas cucian beras) lalu disiramkan pada daging gagak yang dibakar itu, kemudian  daging itu dipendam dalam tanah. Setelah itu, satu persatu burung gagak itu pergi menjauh. 
Dari ini kita tahu bahwa gagak adalah hewan yang loyal dan selalu siap untuk membantu sesamanya. Sifat solidaritas dari burung inilah yang bisa kita contoh.

3. Daya Ingat yang Tinggi

Fakta unik burung gagak lainnya adalah burung ini memiliki daya ingat yang tinggi. Ketika menjumpai manusia yang berusaha menyakitinya, burung ini akan merekam wajah manusia tersebut dan mengingatnya. Di kemudian hari, jika ia bertemu dengan manusia tersebut, maka si gagak akan menjauhinya.

 Tak hanya memiliki daya ingat yang tinggi, gagak juga termasuk burung yang sangat pintar. Dalam sebuah percobaan, para ilmuwan meletakkan kotak berisi makanan di depan gagak dan spesies burung lainnya. Spesies burung lain tidak mampu membuka kotak tersebut, tapi si gagak mampu melakukannya.

4. Hewan yang Setia dan monogam

Mitos burung gagak yang beredar luas di masyarakat menggambarkan burung ini sebagai makhluk seram yang dekat dengan dunia mistis. Pada kenyataannya, gagak adalah hewan yang sangat setia kepada pasangannya. Gagak jantan hanya akan mengawini satu gagak betina yang sama dan tidak berpisah sampai salah satu mati.

Gagak jantan hanya akan meninggalkan gagak betina ketika telurnya tidak menetas. Si jantan akan mencari gagak betina lainnya untuk dapat berkembang biak. Sifat setia burung gagak ini mengajarkan kita untuk selalu setia kepada pasangan dan tidak meninggalkannya tanpa alasan yang kuat.

5. Saling Berbagi Informasi

Percaya atau tidak, para peneliti menemukan fakta bahwa kawanan burung gagak selalu berkumpul setiap sore sebelum mereka pulang ke sarangnya. Saat berkumpul, gagak akan saling berbagi informasi tentang keseharian masin-masing. Bahkan, para gagak tidak segan membagi informasi mengenai tempat mencari makan.
 Kalau ada gagak yang tidak mau berbagi informasi, maka ia akan mendapat hukuman yakni dipatuk dengan paruh gagak-gagak lainnya. Fakta ini mengajarkan kita untuk tidak pelit berbagi informasi terhadap sesama.

Post a Comment

0 Comments