Socialize

Akibat Kontrak Dengan Harimau Jadi Jadian


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Biasanya, orang yang punya perewangan harimau jadi jadian, orangnya sakti mondro guno dan pilih tanding. Setiap berkelai, selalu menang karena dia dibantu oleh harimau jadi jadian sebagai perewangannya itu. Dia memiliki kekuatan magis yang luar biasa hingga ditakuti musuh musuhnya, dan mempunyai kharisma mistis yang amat dahsyat hingga disegani teman temannya. Sorot matanya tajam seperti mata harimau, setiap orang tidak berani memandang matanya. Suaranya berat menggema bikin nyali orang yang mendengarnya mengkeret. Jika dia membentak musuhnya, sudah tentu mereka ketakutan dan lari terbirit birit sambil terkencing kencing di celana, karena suaranya mengandung kekuatan auman harimau. Jika mengejar maling celana dalam milik emak emak pasti cepat tertangkap, karena kekuatan larinya dapat tambahan energi kaki harimau hingga sangat cepat mengklebat. Setiap maling yang ketangkap tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman tangannya karena  tangannya dapat suplai tenaga magis tangan dan cakar harimau.

Dia punya perewangan harimau jadi jadian itu tidak mudah. Dia harus berguru kepada datuk datuk sakti baik dari tanah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, pesisir Pantura Lamongan maunpun dari tanah berkabut desa Kumayan, kecanatan Lima, Bengkulu selama bertahun tahun. 

Setelah sempurna dia baru pulang dan bekerja sebagai skuriti beberapa rumah mewah milik pengusaha lokal yang sukses, pergudangan dan kantor kantor bisnis.
Banyak orang yang kepingin punya ilmu harimau itu, terutama para pemuda. Mereka pada kepingin belajar ilmu kanoragan itu pada Jawara tersebut, tapi selalu ditolak. 

Sebagai skuriti di beberapa rumah mewah dan beberap gudang dan kantor penghasilannya cukup lumayan, bisa bantu orang tua dan saudaranya serta bisa buat rumah cukup bagus. 
Tak lama kemudian jawara itu menikah dengan gadis pujaannya se desa. 
Dua tahun kemudian dia punya anak laki laki. Sayang sekali baru umur 3 tahun anaknya sakit keras, panas menggigil dan selalu mengigau ada halimo ada halimo sambil menuding nuding keluar.
Anak ke dua dan ke tiga pun demikian, baru berumur 3-4 tahun juga meninggal dengan gejala yang sama seperti anak pertama. 

Jawara itu mulai berfikir, apakah ilmu harimauku meminta korban ya? Sebaiknya saya tanyakan pada guru guruku para datuk itu.
Lalu jawara itu menanyakan prihal anak anaknya yang mati apakah karena dimakan harimau jadi jadian itu?

Tidak ngger, jawab gurunya, anakmu mati kecil itu karena mentalnya belum kuat untuk melihat harimau jadi jadian itu, masih terlalu kecil mereka. Mental anak yang sudah kuat lihat harimau jadi jadian itu jika sudah berumur 10 tahun, maka itu jika kamu punya anak lagi, langsung titip pada orang tuamu yang beda rumah.
"Baiklah guru, terimakasih nasehatnya. Ananda mohon pamit heeeerrrrrrkhkh....." kata jawara itu

"Hereerrrrrkhkh.... Baiklah anakku, hati hati di jalan" jawab gurunya 

Setahun kemudian jawara itu punya anak laki laki lagi dan langsung dititpkan pada ortunya. Umur 6 tahun anaknya dipondokkan kakek-neneknya di pesantren Bondowoso sampe lulus Madrasah Aliyah.

Setelah lulus Aliyah, anaknya baru pulang ke rumah ortunya yang jawara itu.
Beberapa kali anaknya lihat harimau jadi jadian milik bapaknya, tapi bukan anaknya yang takut, justru harimaunya yang lari terbirit birit. 
Anaknya penasaran dan menanyakan soal harimau itu.
"0u itu harimau jadi jadian peliharaan bapak," jawab bapaknya santai.
Bapak, kata anaknya, sebaiknya bapak buang saja ilmu harimau itu.
"Tidak bisa nak, bapak sudah kadung kontrak dengan HARIMAU jadi jadian" jawab jawara itu.

Beberapa bulan kemudian jawara itu pamit keluarganya mau pergi ke hutan.

Diam diam anaknya mengikuti secara sembunyi sembunyi. Sebetulnya jawara itu tahu kalo anaknya mengikuti, tapi dia cuwek saja.
Sesampai di pinggir hutan, jawara itu melompat masuk hutan, badan dan kakinya sudah berubah jadi harimau tapi kepalanya masih berujud manusia.
Anaknya lari mengejar sambil berteriak, bapaaaak.... tobatlah mumpung masih ada waktu, Allah pasti mengampuni bapaaak..... 

Jawara itu menjawab, heeeerrrrkh... maafkan bapak nak, inilah kontrak bapak itu. Selamat tinggal anakku, jaga ibumu baik baik...

Selesai pamit begitu, seluruh tubuh jawara sudah berubah jadi HARIMAU dan menghilang di tengah hutan.
Heeeeerrrrrrrkh....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel