Nasrullah Larada: Fokus Penguatan Kelembagaan & Jaringan Ekonomi KB PII

Nasrullah Larada, Ketum PB KBPII 2019-2023

Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Nasrullah Larada,  terpilih kembali sebagai Ketum PB KBPII pereode ke 2 tahun 2019-2023 dalam Muktamar ke 6 PB KBPII yang dihelat mulai tanggal 14-18 November 2019 di Grand Keisha Hotel, Yogyakarta

Dilansir dari wartamerdeka.infi,  Dan,...harapan Nasrullah Larada melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikutnya, bukanlah langkah sulit menyusul terpilihnya secara aklamasi pengusaha muda itu, saat Muktamar KB PII ke 6 yang berlangsung di Grand Keisha Hotel, Yogyakarta, 14-17 Nopember 2019.

Terpilihnya Kang Nasrul, panggilan akrab mantan aktifis PW PII Yogyakarta Besar  asal Jateng itu, diyakini akan semakin membawa perubahan besar di jajaran KB PII yang selama ini, dinilai hanya sebagai lembaga nostalgik semata. Pendapat seperti ini, meskipun tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Pelan tapi pasti, periode sebelumnya, Kang Nasrul telah melakukan cukup banyak langkah konkret, sehingga setidaknya secara kuantitas jumlah Wilayah dan Cabang KB PII di tanah air semakin bertambah.

Saat memberikan sambutan pada muktamar ke 6 kemarin,  Nasrullah menyebut, dari muktamar ke muktamar jumlah pengurus KBPII di beberapa daerah bertambah. Saat ini KBPII memiliki pengurus di 32 wilayah dan 236 pengurus daerah.

“Muktamar sebelumnya sejumlah provinsi belum memiliki kepengurusan KBPII, tapi muktamar kali ini telah terbentuk dan pengurusnya hadir semua di muktamar ke 6 ini,” ujar Nasrullah.

Ada dua agenda besar yang harus dilakukan oleh pengurus PB KB PII hasil muktamar Yogyakarta, yakni, penguatan kelembagaan dan penguatan jaringan ekonomi.

Penguatan kelembagaan ini, bukan hanya lembaga KB PII tapi juga penguatan lembaga PII sebagai induk dari lembaga KB PII, seperti juga diharapkan ketua dewan pembina PB KB PII, Jusuf Kalla (JK) saat hadir di Mukatamar.

Saat di arena Muktamar, saya berbincang dengan beberapa teman, ketika mendengar ada istilah penguatan jaringan ekonomi. Pertanyaannya sederhana, lho kok tiba tiba ada penguatan, apa jaringan itu sudah dijalankan?  Sebenarnya, yang prioritas itu, membangun jaringan terlebih dulu, sebelum memperkokoh jaringan itu sendiri. Sebab, apa yang harus di perkuat, jika jaringannya saja belum tersambung. Nah, membangun jaringan ekonomi ummat, khususnya di jajaran KB PII adalah harapan yang sampai hari ini sedang ditunggu.

Membangun ekonomi ummat, memperkokoh jiwa kewirausahaan atau apa lah istilahnya, sudah lama kita dengar, setidaknya setiap ajang Muktamar. Namun, sejauh ini pula, belum ada langkah konkret yang bisa dirasakan sampai kebawah.

Disinilah, langkah nyata pengurus baru PB KB PII terus ditunggu. Apalagi, ini periode kedua Kang Nasrullah Larada, sebagai nakhoda baru, jika pada periode pertama kemarin membangun pilar kuantitas, maka pada periode keduanya ini, bagaimana mengimplementasikan jargon memperkuat jaringan ekonomi ummat, benar benar mampu mendorong dan membangkitkan ekonomi lebih kompetetif dan kualitatif.

Tidakkah kita berharap akan terbangun jaringan ekonomi secara nasional, dengan misalnya, mendirikan PII Mart atau KB PII Mart? Ya kita tunggu saja, gebrakan barunya.

Sumber: wartamerdeka.info

Post a Comment

0 Comments