Menggali KUBURAN


Oleh: Ahmad Daroji Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan Sekarang Dosen Univ. Ibnu Chadun)

Editor: Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com Dalam hasanah tatakrama bahasa, ucapannya sungguh kasar ketika jadi gubernur, dan hal ini yang memicu kekalahan dia dalam kompetisi untuk kursi orang nomor satu DKI, ditambah kesalahan fatal ketika mengomentari salah satu ayat dalam surat al maidah.
Sehingga dia di vonis bersalah telah melakukan tindak pidana.


Salah seorang sebelum jadi mentri mengatakan, mantan narapidana tidak layak jadi pejabat publik, tapi entah komentar seseorang ini setelah jadi mentri dan Ahok jadi pejabat publik.


Menurut saya, bila pemerintah dalam hal ini presiden ingin balas budi, sesungguhnya yang perlu ditanyakan balas budi diwilayah mana ?
Dan Negara ini akan semakin runyam bila mengangkat seseorang jadi pejabat publik karna balas budi.


Kedua, menurut saya, diangkatnya ahok jadi pejabat publik justru menjadi beban Jokowi tambah berat, bisa saya katakan justru jokowi menggali lubang sendiri.


Kasus Ahok yang di duga melakukan tindakan korupsi cukup banyak.
Bagaimana kasus sumber waras, kasus reklamasi dll.
Semua ini belum diproses secara hukum.


Allah akan menggilirkan manusia, bisa dimasanya di atas dan dimasa tertentu dibawah.
Ada semacam oroma yang kuat untuk di katakan kenapa kasus2 ahok setelah tersangkut surat al maidah belum di proses ?
Karna dekatnya mantan gubernur DKI ini dekat dengan lingkaran kekuasaan.


Kehancuran umat2 yang dahulu di masa  Bani Israil, karna hukum tumpul, ia tajam kebawah dan tumpul keatas.
Kasus hukum akan di proses, 
demikian mengangkat pejabat karna parameter suka tidak suka.


Waallahua'lam.




Post a Comment

0 Comments