Socialize

MELURUSKAN NIAT


Oleh: Dr. Bambang Sutrisno

(Kader PAN, Jawa Timur)

Harianindonesiapost.com Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa konggres tidak semata mata hanya untuk memilih Ketua Umum, melainkan sebagai forum evaluasi kinerja partai selama satu periode kepengurusan lima tahun sebelumnya. Melalui forum ini para peserta konggres melakukan koreksi sekaligus menentukan sikap politik secara objektif, apakah Ketua Umum dinilai sukses menjalankan amanat konggres sebelumnya atau tidak. 

Jika para peserta konggres menilai bahwa Ketua Umum telah sukses meningkatkan kinerja partai sesuai amanat konggres sebelumnya, tidak ada salahnya bahkan bisa menjadi alasan rasional objektif untuk mempertahankannya melanjutkan  amanat kepemimpinan partai selama lima tahun berikutnya. Tetapi jika sebaliknya, maka menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral para peserta konggres untuk memilih Ketua Umum baru yang dinilai lebih credible, capable dan accaptable. Dari sini dapat dipahami bahwa dinamika politik yang mengiringi proses suksesi kepemimpinan partai  tidak semata mata bermotifkan kepentingan pragmatisme sesaat, tetapi sebagai bentuk kesadaran kolektif segenap kader partai untuk menyelamatkan kelangsungan masa depan partai di tengah sengitnya pertarungan politik nasional yang semakin menantang. 

Satu hal yang tdk kalah pentingnya untuk kita sadari bersama, bahwa konggres bukanlah ajang untuk saling meniadakan atau setidaknya menyingkirkan kader potensial yang dianggap lawan. Tradisi politik saling pukul sesama kader seperti yang terjadi selama ini harus kita akhiri. Marilah kita bangun budaya politik saling rangkul dan saling menyintai antar sesama kader, karena hanya dg cara itu upaya membangun  keutuhan dan kekuatan partai untuk menghadapi tantangan masa depan akan dapat kita wujudkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel