Socialize

DUNIA SANA


Oleh : Zainul Muttaqin Sa'i
Alumni Ponpes ' YTP ' Kertosono dan Perintis Taman Budaya " SIDONGAYAH " Sedayulawas Lamongan


    Harianindonesiapost.com TERNYATA hidup tidak sekedar makan dan minum saja lalu wafat usai. Akan tetapi kehidupan manusia adalah sudah di gariskan pada garis tangannya masing-masing. Tahun sekian mengalami begini, tahun ini yang di hadapinya dan tahun berikutnya seperti apa. Dan tugas manusia tinggal menjalani saja bentuk hidup itu. Dan dari perjalanan manusia itu pun bermacam-macam pencapaian sukses. Ada yang cepat sukses, ada yang lambat sukses, juga ada yang sukses di ganti pada hari akhirat semata.
    
   Kehidupan memang bercampur-campur, dari bahasa, suku adat, keyakinan sekaligus hal " Pradaban Kebudayaan Berkesenian ". Kita berangkat terlahir dari perut Ibu itu pengalaman pertama kita melihat alam dunia. Setelah kita masa anak-anak sampai remaja. Raga ini mendapat pengalaman ujian hidup. Yaitu ujian menggapai kehidupan bahagia Syurga dunia hingga Syurga akhirat. Tapi perlu di ingat, kehidupan itu seperti warna pelangi. Kadang kita jadi warna merah,ungu,biru,putih,biru dan seterusnya. Semua itu hal biasa nan fitroh manusia agar berintraksi roda-roda kehidupan bernama manusia.

   Gambaran kehidupan seperti ini. Kaki menginjak tanah lamongan seumur hidup, tentu tak sama dengan kaki  yang menginjak tanah lamongan pun menginjak tanah makasar. Apalagi kaki-kaki yang lincah menginjak seluruh tanah di jagad raya dan pernah di singgahi walau semenit. Itu yang luar biasa arti hidup sesungguhnya.

   Kehidupan itu nyata bukan kamuflase nan bayang-bayang di atas lamunan. Bahwa kehidupan itu perlu di lalui dan kita jalani. Agar kita menjadi manusia yang berbudi luhur karena faham bahasa manusia dari " DUNIA SANA " !.


   Makasar Sulsel, Selasa-26-2019

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel