Catatan Budaya: Cegah Guling

Didik Akhmadi

Oleh: Didik Akhmadi

(Pengamatbl Budaya Jawa)

Harianindonesiapost.com Suatu hari saya silaturahim ke Romo Tamdharu, di Puro Pakualaman. Beliau cerita filsafat Sastra Gending dengan perlambangan gamelan Slendro. Bahwa jumlah bilahan gamelan Slendro itu ada enam, yang bisa digunakan untuk mengenang para Nabi. Yaitu, Nabi Adam dan para Rosul ulul 'azmi

Gamelan Slendro dijadikan sarana internalisasi agar masyarakat mencontoh para Rosul ulul azmi. Masing masing Rosul diambil contoh keteladanannya.

Apa yang cukup terpatri dari keteladanan Nabi Muhammad Saw? Mengacu pada Surat Muzammil, sebagaimana yang dilakukan Nabi, maka masyarakat Jawa itu senang tirakatan, lek-lekan..atau bahasa sekarangnya "Mabit"

Mencegah "guling" yang disebut dalam berbagai Serat Piwulang itu sama dengan tirakatan, lek-lekan, "mabit", dan bahasa kontemporernya: "malam bina iman dan taqwa"

Post a Comment

0 Comments