Kecebong dan Kampret Sudah Bersatu


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Jauh sebelum Pilpres 2019 dilaksanakan muncullah dua klompok pendukung Capres No 1 (Jokowi) yg terkenal dengan sebutan Kecebong dan pendukung No 2 (Prabowo) yang terkenal dengan nama Kampret. 
Istilah Kecebong untuk pendukung Capres No 1 ada jejak storinya (tidak perlu dijelaskan karena sudah pada tahu) dan istilah Kampret konon plesetan dari KMP (Kualisi Merah Putih) ketikan Pilpres 2014.
Dua kelompok pendukung dengan nama Kecebong dan Kampret dulu itu benar benar saling bermusuhan. Saling olok, ejek, hina dan hampir hampir adu fisik. Kondisi seperti ini, ada yang suka ada yang prihatin. Yang suka terus keplok keplok, kipas kipas dan jadi kompor. Sedang yang prihatin pada ngelus dodo dan berharap tidak semakin panas hingga warga bangsa ini terbelah jadi Kecebong dan Kampret "sungguhan". 
Maka itu situs Beritaislam.org pada tanggal 12/1 2019 pernah menurunkan artikel dengan judul Kecebong dan Kampret Harus Berdamai, yang ditulis oleh Yuana Ryan Tresna. Berikut ini ceritanya:
"Saya ditanya Ust Reza Ageung II  hadits tentang Kecebong dan Kampret," tulis Yuana Ryan Tresna.
Selanjutnya Yuana Ryan Tresna katakan, Maka saya jawab: benar hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya al-Sunan al-Kubra 9/534 no.19382:

عن هِشَام الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ , وَلَا تَقْتُلُوا الْخُفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ: يَا رَبِّ سَلِّطْنِي عَلَى الْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ.

Abdullah bin ‘Amr berkata: Janganlah kalian membunuh kodok karena sesungguhnya suaranya adalah tasbih, dan janganlah kalian membunuh kelewar karena sesungguhnya ketika Baitul Maqdis hancur ia berdo’a: “Wahai Tuhanku, berilah aku kekuasaan terhadap lautan agar aku bisa menenggelamkan mereka!”.

Imam Al-Baihaqi berkata: Sanadnya sahih. Adapun Ibnu Hajar mengatakan ada masalah, karena sekalipun sanadnya shahih, akan tetapi Abdullah bin ‘Amr banyak mengambil kisah-kisah Israiliyat. (Talkhish al-Habir, 4/283)

Kemudian Ust Wisnu Yash Sudibjo bertanya apa implikasi hukumnya.

Maka saya jawab: implikasi politiknya adalah Kecebong dan Kampret harus berdamai.

Salam damai...

Yuana Ryan Tresna
12/01/2019
[news.beritaislam.org]
Yuana Ryan Tresna ini hebat, jauh sebelum Pilperes, tepatnya tanggak 12/1 2019, sudah menyerukan supaya Kecebong dan Kampret Berdamai dengan mancari cari  referensi Hadits, terlepas haditsnya masih debatable, tapi itu harapan yang bagus dan terpuji. Dan sekarang, mulai hari Rabu  23/10 2019 kemarin, Kecebong dan Kampret betul betul telah berdamai dengan ditunjuknya Prabowo Subianto jadi Menhannya Jokowi dalam Kabinet lndonesia Maju Gotong Royong 2019-2024.
Alhamdu lillah, maka itu mari kita stypo istilah Kecebong dan Kampret. Kita ini kan bukan Kecebong dan Kampret, tapi yo tetep sebagai "Binatang" yang bisa berfikir, Hayawanunnatiq. hehehe....

Sidoarjo, 25/10 2019, 07.36

Post a Comment

0 Comments