Sundela Terbang Keliling Nusantara


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Selesai sarapan sate gagak, Dela (panggilan milenial Sundela) pamit untuk istirokhat, ngantuk katanya. Maklum, semalaman Dela kliling nusantara untuk mantau keadaan para makhluk dunia gelap seperti Sundel Bolong, Kuntilanak, Gobdoruwo, Banas Pati dll. Apakah mereka tetap aman dan nyaman dalam lingkungannya masing masing atau sudah tergusur oleh kepentingan asing.
Malam ini Dela bangun agak telat.
"Maaf mas Dono, Dela telat bangun, habis semalam keliling nusantara mantau sanak kadang dunia malam," kata Dela di balik gelap malam.
"Terus hasilnya bigimini, Dela. Aman terkendali apa mulai kritis karena terdesak oleh kepentingan politis para investor lokal dan asing?", Tanyaku menyelidik pada Dela.

"Untuk sementara masih aman terkendali mas, hanya ada beberapa kawasan tempat tinggal yang sudah ribuan tahun mereka tempati mulai mau ditukar guling oleh para politisi. Mau dipakai kawasan industri nusantara. Mereka disuruh pindah ke gunung gemunung sekitar Jabalkat. Mereka ga mau. Karena di kawasan Jabalkat itu belum ada Warkop Demit, Resto Rawon Setan, Pecel Lele Sambel lblis dll." lapor Dela.

 "Kalau pingin pindah yang ada Warkop Demit, Resto Rawon Setan dan Pecel Lele Sambel Iblis ya minta pindah di kawasan sekitat Ibu Kota Baru, Dela," jawabku sekenanya sambil nyeruput kopi malam hidangan dari Dela.

Malam semakin larut, Dela sudah mulai siap siap mau pergi menemui Sarman di lembah gunung Menjuluk kawasan bekas para penguasa Nagari Lamong zaman baheula ribuan tahun silam.
"Maaf mas, saya mau pergi dulu untuk menemui mas Sarman di gunung Menjuluk, mau bakar sate Gagak kesukaanku," pamit Dela dan wuuuuuust... Hi hi hi hi hi.....

Post a Comment

0 Comments