Setiap Dua Jam Sekali Pembantu Itu Masuk Kamar Mandi

Oleh:Sudono Syueb

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan Guru di FIKOM-UNITOMO, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Sebetulnya ibu Fulanah, ibu muda yang baru melahirkan anak keduanya itu tidak tega meninggalkan anaknya yang baru sepekan lahir, untuk mengais rizki di negeri para raja، yang terkenal dengan petro dolarnya. Tapi apa boleh buat, kondisi ekonomi keluarga yang kritis, karena suami non job sebab di PHK dua tahun lalu, suaminya jadi stres, di rumah saja, ga lagi mau bekerja. Ibu muda itu bekerja srabutan, jadi buruh cuci pakaian, jualan gorengan kliling, jadi buruh tani, buruh kupas bawang merah di pasar dll. Tapi tetap saja ubetnya itu tidak cukup memenuhi keputusan sehari hari.
Maka itu ketika ada tawaran jadi TKW ke Timur Tengah, kontrak 2 tahun dan dibayar di depan, dia terima dengan sangat tetpaksa. Dia titipkan oroknya yang baru umur sepekan itu kepada orang tuanya dengan ditinggali uang kontrak kerja 2 tahun yang cukup lumayan besar. 
Dia pamit pada suaminya sambil menangis, tapi suaminya cuma pringas pringis melihat istrinya menangis, dengan tatapan kosong, dia biarkan istrinya pergi. Mungkin suaminya tidak tahu untuk apa istrinya pergi. Karena setahun terakhir ini, suaminya sudah ga nyambung lagi diajak bicara.
"Mbok halih bapak, kulo titip putu putu sampyan nggih, doakan Fulanah supaya bisa bekerja dengan baik di Timur Tengah," pamit Fulanah pada kedua orang tuanya dengan tegar. Sengaja dia tegar tegarkan dirinya waktu pamit itu agar kedua orang tuanya tidak tergoncang. Padahal sebetulnya jiwa Fulanah sedang rapuh meninggalkan anak keduanya yang baru umur sepekan. "Duh Allahu Rabbi, paringono kawula kiat," doa Fulanah dalam hati.
Setelah pamit orang tuanya, untuk terakhir kali, sebelum dia pergi, dia gendong  anaknya yang baru lahir itu dan memberinya ASI yang terakhir kali. Ibu muda yang baru melahirkan itu belum tahu pasti, kalau sudah di Timur Tengah, negara petro dolar yang jauh dari anak anaknya, suami dan orang tuanya, ASI nya untuk siapa.
Di luar hujan turun rintik rintik, sopir dari agen PJTKI yang menjemputnya, sudah bunyikan klakson mobil, sebagai tanda ibu muda itu harus segera naik mobil sebelum hujan deras mengguyur bumi.
Ibu muda itu buru buru melepas teteknya dari mulut mungil anaknya yang lagi asyik meniknati ASI ibunya. Kaget dilepas paksa seperti itu, anaknya menangis, ibu muda itu hatinya semakin teriris. Didekapnya anaknya dengan sepenuh jiwa raganya, sembari narik napas panjang, dia serahkan anaknya kepada ibunya, neneknya, sambil berujar, titip ya mbok!?.
Mboknya menerima orok itu dengan tenang dan berkata, kuatkan hatimu nduk, jangan risaukan lagi anak anakmu, mbok dan bapakmu akan merawat dan menjaganya dengan baik. Pergilah, doa mbok dan bapak serta suami dan anak anakmu selalu menyertai kepergiamu.
Ibu muda itu lantas pergi menuju mobil dengan hati hancur tapi semangat tak kendur untuk merubah nasibnya.
Mobil yang membawanya melaju menembus hujan yang mulai deras menuju bandara Sukarno Hatta Tangerang.
       ****

 Selama 12 jam Fulanah berada di pesawat terbang, pikirannya terbagi dua, satu ke keluarganya yang lain ke tempat kerjanya. Dia belum tahu karakter keluarga yang akan diikutinya. Dia selalu berdoa pada Allah agar dapat juragan yang baik hati.

Setelah sampai di Timur Tengah, ibu muda yang sekali kali pegang teteknya itu langsung dibawa ke rumah majikannya yang sudah menunggu kedatangannya.
Dia disambut majikannya dingin dingin saja sambil dipandangi tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki. Dipandangi seperti itu, dia merasa telanjang di hadapan keluarga majikannya.
"Marhaban ukhti, silahkan masuk," sambut keluarga majikannya.
Ibu muda itu masuk rumah majikannya dengan semangat setelah majikannya nenyambutnya. 
"Ukhti nanti bertugas menjaga ibu saya yang sedang sakit kena kangker darah. Tolong dijaga yang baik ya ?," pinta keluarga majikannya.
"Siap juragan!," jawab ibu muda itu singkat.
          **
Sudah sebulan Fulanah kerja menjaga ibu majikannya yang sedang sakit kangker darah. Dia dapat perlakuan yang baik dari keluarga majikannya. Tapi, ibu yang dijaganya itu curiga pada Fulanah karena setiap dua jam sekali Fulanah masuk kamar mandi sejak hari pertama kerja.
Curiga dengan apa yang dilakukan Fulanah, ibu majikan itu bertanya dengan lembut, kenapa setiap dua jam sekali kamu masuk kamar mandi?
Mendapati pertanyaan seperti itu, Fulanah kaget, mukanya pucat, takut apa yang telah dilakukannya di kamar mandi merupakan kesalahan besar.
"Maaf beribu maaf nyonya, kalau yang saya lakukan itu satu kesalahan besar," kata Fulanah pelan.
"Katakan saja apa yang telah kamu lakukan!," bentak ibu majikan itu.
"Ah eh anu majikan, saya malu mengatakannya," jawab Fulanah sambil merunduk
"Katakan saja, jangan bikin saya penasaran!," sambung ibu majikan dengan mata terbelalak.
Ibu muda itu ketakutan, sambil gemetaran dia berkata, begini juragan, sebetulnya saya ini baru melahirkan anak kedua 40 hari yang lalu. Karena kondisi ekonomi kami kritis, saya lalu cari pekerjaan ke negara juragan ini dengan sistem kontrak dua tahun bayar di depan. Honor saya, saya berikan semua ke bapak ibu saya untuk membiayai hidup suami dan anak anak saya.
"Suamimu tidak bekerja?," tanya ibu majikan denga datar.
"Tidak juragan, dia setres setelah di PHK perusahaannya. Jadi saya lah yang harus bekerja," jawab Fulanah sambil tetap menunduk.
"Terus apa yang kamu lakukan dalam kamar mandi setiap dua jam sekali itu?," tanya ibu majikan menyelidik.
"Begini juragan, karena saya baru melahirkan maka produksi ASI saya melimpah, lalu saya teringat anak saya, setiap teringat itu, saya masuk kamar mandi untuk mengeluarkan ASI saya sambil menangis. Maafkan saya juragan," jawab Fulanah sambil teteskan air mata. 
         **
Beberapa hari setelah ibu majikan itu tahu kenapa pembantunya setiap dua jam sekali masuk kamar mandi, lalu ibu majikan itu panggil anak anaknya.
"Begini anak anakku, pembantu kita ini ternyata baru melahirkan, karena itu setiap dua jam sekali dia masuk kamar mandi dan mengeluarkan ASI nya sambil menangis. Oleh sebab itu, pulangkan pembantu kita ini biar dia bisa kumpul dengan anaknya dan menyusuinya. Soal kontrak dua tahun bayar di depan, ikhlaskan saja, kalau anak Fulanah sudah tidak menyusui lagi, boleh dia ke sini lagi, atau tidak usah kesini. Selama  Fulanah tidak ada, nanti kita cari pembantu lagi," kata ibu majikan kepada anak anaknya, dan semua anaknya setuju. Tak lama kemudian Fulanah dipulangkan ke negaranya dengan biaya penuh majikannya serta dapat uang saku yang lumayan besar. Fulanah senang sekali, dia pamit pada keluarga majikannya sambil terus menerus ucapkan terimakasih...
          **
Seminggu setelah Fulanah ada di tanah air, dia dapat kabar dari keluarga majikannya, bahwa ibu majikannya dinyatakan sembuh oleh dokter ketika pertama priksa darah setelah Fulanah pergi. Padahal semula difonis tidak bisa sembuh.
Karena ibu majikan sudah sembuh, Fulanah tidak usah datang lagi ke Timur Tengah untuk merawat ibu majikan.
Mendapat kabar kesembuhan majikannya, Fulanah tak henti hentinya bersyukur kepada Allah. Apa lagi, suaminya yang setres selama setahun mulai membaik dan ingatannya pelan pelan pulih. 
Kejujuran Fulanah dan keikhlasan ibu majikan menjadi wasilah kesembuhan semua pihak.
Alhamdu lillaah...

Sidoarjo, 3-9-2019, 03.00

Post a Comment

0 Comments