Pria Turki (58) Menjadi Muslim Pertama Yang Berenang Menyebrangi Selat Utara.


Laporan: Sudono Syueb

(Guru di Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Sering kali tokoh Islam memainkan peran utama dalam skenario dunia, tetapi sering diabaikan oleh media arus utama. Rumah produksi media hanya tertarik untuk memberitakan para Muslim sebagai komunitas pendukung fanatik, terbelakang dan teror. Tapi, kondisi sebaliknya, yang terjadi adalah fakta kebenaran.

Orang orang  lslam itu mampu melakukan segalanya dan mereka juga sering menaklukkan medan yang belum dipetakan oleh yang lainnya. Salah satu Muslim sangat pemberani  seperti itu adalah Kamil Alsaran, seorang perenang Turki, yang adalah Muslim pertama yang berenang melintasi Selat Utara (the Nort Channel) serta pria tertua yang melakukannya di dunia.

Selat Utara dianggap sebagai salah satu dari tujuh rute tersulit yang menghubungkan Laut Irlandia dengan Samudra Atlantik. Kamil yang berusia 58 tahun itu, baru-baru ini berenang menyeberanginya dan menjadi Muslim & Turki pertama yang melakukannya. Dia telah berenang menyeberangi Selat Inggris dengan sukses pada tahun 2015 yang juga menjadi pria Turki pertama yang melakukannya.

Kamil Alsaran membutuhkan waktu 13 jam 55 menit untuk menyelesaikan perjalanan solonya dan berenang sekitar 35 Km sebelum mencapai tonggak sejarah ini.

perjalanannya tidak mudah sama sekali, ia harus menghadapi banyak kesulitan saat berenang di air dingin. Temperatur air sekitar 12C hingga 14C (53.6F hingga 57.2F). Dia harus berenang di antara ikan jeli yang mematikan dan makhluk laut berbahaya lainnya.

Sesuai Kamil Alsaran, dia memikirkan ayahnya, yang meninggal karena penyakit paru obstruktif kronik (COPD) tahun lalu, dalam masa-masa sulit dalam perjalanannya.

Untuk menguatkan moralnya, istri, putra & teman-temannya menemaninya di atas kapal saat ia berenang melintasi Selat Utara. selain itu, empat temannya juga berenang bersamanya selama 400m terakhir dari perjalanan. Berenang di Selat Utara hampir sama dengan berenang di Selat Inggris dalam jarak tetapi lebih berbahaya daripada yang terakhir karena dua alasan utama, pertama, suhu rendah antara (3C-5C) kurang dari suhu Selat Inggris dan kedua, Singa berbahaya, Jelly Fish, yang mengganggu di keseluruhan Selat dan sangat sulit untuk dihindari.

"Berenang melintasi 35 kilometer, saya telah melihat setidaknya 200 atau 300 ubur-ubur," kata Alsaran, mencatat bahwa ia mencoba yang terbaik untuk tidak menyentuh mereka.

Berkat berkah Allah dan pengalaman sebelumnya dalam berenang, ia berhasil menyelesaikan perjalanan dan memenuhi keinginannya.

Post a Comment

0 Comments