Socialize

Ngobrol Dengan Sundela di Balik Kabut


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com  Sambil angin hulu 
Dari lembah, ngarai, lurah n gunung gemunung
berembus ke hilir sampe Sidoarjo, siapa tahu ada warta penting untuk saya.
Sy ngobrol dulu dengan Sundela,
Gadis mistri dari desa Rosari,
desa penari tayub yang legendaris.

 "Sundela, kenapa kamu permainkan Sarman? Dia telah lama menunggumu sejak sore tadi. Kamu janji datang jam 10 malam ini, tapi sampai jam 12 ini kamu msh di rumah. Ada apa, Sundela? Apa sedang uring uringan dengan Sarman?" kataku pelan supaya Sundela tidak tersungging. Sebab kalau Sundela tersungging, dia akan minggat sak paran paran dalam waktu lama. Sundela tidak mau pulang kalau tidak dikasih makan menu sate burung gagak. Ini yang repot, karena burung gagak sekarang susah di dapat. Belum tentu sebulan sekali ada di pasar burung Sepanjang. Jika ada pun rebutan dengan yang lain. Biasanya saya inden dulu.

"Mas dono, suer... Sundela tidak permainkan mas Sarman, saya sayang mas Sarman, tapi memang Sundela lagi repot bantu mbok bungkusi tempe mbos, jadi Sundela telat datang ke tempat mas Sarman yang telah menunggu di lereng bukit Menjuluk," jawab Sundels lugu dari balik kabut.

"Sana segara temui Sarman-mu, sebelum dia bunuh diri karena rindunya padamu sudah ga ketulungan lg!?" printahku sedikit memaksa pada Sundela
"Ba... Ba-ek mas, Sundela akan segera temui mas Sarman. Tolong kancani mbokku, dia itu STNK lho mas hi hi hi...," saut Sundela. Lalu wuuuuuus nampak bayangan Sundela pergi mengklebat dengan diiringi  hembusan angin yang keras....

"Selalu saja Sundela suka menggodaku...!" desisku. Sampai saat ini saya tidak tahu apa maksudnya kalau mboknya masih STNK. Ada yang tahu arti STNK selain Surat Tanda Nomor Kendaraan yang dinisbatkan pada perempuan berumur? Yang tahu japri saya ya?! Hehehe....

Sedang mnunggu si Sundela pulang 

Sudah jam 09... gini Sundela kok belum pulang ya. Ngelayap kemana dia. 
Tak lama kemudian ada angin berembus kencang masuk rumah dengan menebar aroma wangi menyengat...
Ini pasti Sundela  dah datang...
"Mas dono, maaf Sundela telat datang hi hi hi...." sapa Sundela terkekeh kekeeeh di balik angin...
Lalu aku jawab, ya sudah ga apa, sana sarapan dulu. Kamu pasti sudah lapar.
"Asyiik kangsung sarapan... Menunya apa mas dono?" tanya Sundela manja. 
"Sate gagak kesukaanmu...!" 
😃😃😃

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel