Misteri Dibalik Misteri

Oleh: Ihsanuddin Alumni YTP Kertosono 

Harianindonesiapost.com Sejak sore hingga malam kemarin Wiwi tidak menampakkan batang hidungnya.
Wiwi, Kunti dan Sundela, walaupun berada dalam satu Kos-kosan, namun mempunyai kesukaan dan karakter yang berbeda beda.
Kunti dan Sundela suka mengenakan pakaian serba putih, sementara Wiwi memilih warna yang agak gelap. Begitu pula modelnya, Kunti dan Sundela cara berpakaian cenderung menutup seluruh tubuh kecuali  bagian wajah dan rambut yang terurai. Sedangkan Wiwi disamping warna agak gelap, modelnya pun agak unik, maunya meniru model pakaian penyanyi rock, penuh rumbai-rumbai, .......
tapi sayang yang di pakai Wiwi ini malah kecendrungan nya pada rocker yang habis kecebur got...., Maka tak salah kalau banyak orang menyebutnya si*WIWI GOMBEL*....

Malam ini kayaknya tak seperti biasa, malam yang seharusnya terang bulan, kini redup oleh kabut yang menyelimuti, belum lagi gumpalan-gumpalan awan yang sesekali merapat lambat berusaha mendekap sang Dewi malam.

Rojali sejak sehabis isya sudah berada di KRAPYAK, yaitu sebidang tanah di tengah persawahan desa,  yang di sudut-sudut nya ditumbuhi pepohonan , seperti pohon Cemara, pohon Ploso, Beringin, Gebang dan Kemuning . 
Di tengah bidang tanah itu terdapat gundukan tanah yang membujur keutara mirip kuburan, sehingga kalau malam begini tampak agak serem.....
Dulu, punduduk desa  yang ada di sekitar Krapyak itu ada yang mengkramatkan, ada yang menganggap angker, namun banyak juga  orang-orang yang tidak mpercayai segala tetek bengek itu.
Entah sudah berapa puluh kali Rojali jeprat-jepret dengan tustelnya di sekitar Krapyak, dan kira-kira dapat gambar apa saja sehingga sebentar-sebentar mengernyitkan dahinya .

Disaat Rojali sedang asyik mengamati gambar hasil jepretannya, tiba-tiba ada yang menyapanya  ; "Bang Rojali ya...?".

Bagaikan Sambaran petir terasa di jantung Rojali, dan hampir saja tustel di tangannya terlepas .

"I.... Iya ..., Siapa adik ini ....? jawab Rojali  gugup......"

" Lhoh .....,  Kok masih nanya..???, Lha Abang malam-malam kesini mencari siapa.....??? " jawab suara itu.

"Benarkah ini Wiwi...??? tanya Rojali antara percaya  dan tidak .

"Benar bang, akulah  Wiwi.., kan Abang mencari Wiwi ...???".

"Tapi dik Wiwi dimana... Abang kok gak liat...???" 

"Aku disini bang.....". 

Bersamaan jawaban itu, tiba-tiba ada sosok perempuan berdiri antara tiga langkah jaraknya dengan tempat Rojali berdiri, dan secara refleks bulu kuduk Rojali merinding.

Rojali mengedipkan mata beberapakali, seakan tak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya sendiri ..

"Abang takut ya ...???" tanyanya.

"Nggak juga sih , cuman agak kaget gitu loh.........".jawab Rojali.

"Oh ya bang..., kenapa sih bang Rojali begitu bernafsu ingin ketemu Wiwi  , hingga tiga malam berturut-turut bang Rojali datang ketempat ini...???"

"Dik Wiwi keberatan...?" tanya Rojali singkat.

"Gak juga sih..., hanya sedikit penasaran, kok mau-maunya bang Rojali susah-susah ingin menemui Wiwi, padahal banyak orang pada takut sama Wiwi. . ., Jangankan ketemu, baru nama Wiwi disebut saja orang sudah pada lari..... Hi hi hi hi....."

"Justru itu dik Wiwi , Abang susah payah menemui adik agar tahu tentang mesteri itu...."

"Ooooo... Abang ini wartawan to...?!.

"Abang penulis cerita mesteri, di tabloid Sidiq Paningal dik".

"Wiwi kok baru dengar, ada tabloid yang namanya Sidik Paningal, dimana itu bang....???".

"Karena Sidik Paningal itu tabloid misteri, tentu alamatnya juga misteri dik,  he he he he..."

"Terus apa yang ingin Abang dapatkan dari Wiwi bang...???."

"Sebelum  Abang sampaikan beberapa pertanyaan, terlebih dahulu Abang minta maaf, mungkin pertanyaan Abang menyinggung perasaan dik Wiwi..."

"Sampaikan saja bang, Wiwi gak akan  tersinggung kok..., ".

"Tapi boleh kan, sebelum wawancara lebih lanjut, Abang ambil dulu gambar adik beberapa pose....??? He he he ...".

"Sumonggo........  hi hi hi hi .


Rojali tak menyia - nyiakan kesempatan , segera ia memotret si Wiwi hingga beberapa kali jepretan, mulai gaya duduk, berdiri, dan gaya-gaya seperti gaya yang biasa  dilakukan oleh foto model ternama, bahkan Wiwi mengajak Rojali untuk Selfi berdua.
Dari situ Rojali dapat melihat paras wajah Wiwi yang begitu cantik dan menggairahkan.
Mata lentik, hidung mancung, bibir merah merekah , serta pipi merah merona.....
Untung saja Rojali bukanlah jenis pria yang mudah terkecoh oleh semuanya itu .

Setelah puas mengambil gambar dan Selfi berdua, Rojali mengawali wawancaranya ..

"Dik Wiwi... Sebenarnya Abang agak ewuh pekewuh kalau panggil dik Wiwi dengan panggilan dik, sebab sejak 30 tahun yang lalu, Abang sudah mendengar dan hapal nama itu, yaitu ; Wiwi Gombel, padahal saat itu abang masih balitan, bahkan menurut cerita nenek waktu masih kecil juga sudah mengenal nama itu, tapi setelah bertemu , ternyata dik Wiwi masih sangat pantas ku panggil adik, ini sebenarnya gimana dik menurut sampean , dan sebenarnya dik Wiwi itu yang benar usianya sudah berapa tahun...?"

Mendengar ungkapan dan pertanyaan Rojali itu, Wiwi cuman tersenyum, dan selanjutnya ; "Bang Rojali , ungkapkan saja semua, nantik Wiwi jawab .

Rojali pun mengungkapkan semua isu tentang Wiwi Gombel yang di kenal masyarakat selama ini,  yaitu ;Wiwi Gombel penculik balita.

"Bang Rojali, kalau Abang menanyakan  keberadaan Wiwi, memang semula gak ada, tapi karena manusia suka mengada-ada, maka akhirnya  Wiwi pun jadi ada.., kan dalam ajaran agama Abang menyebutkan kalau Allah akan menuruti apa yang menjadi prasangka hambanya, dan tentang berapa usia Wiwi...?, Wiwi gak bisa memberi jawaban dengan bilangan angka, namun yang jelas usia Wiwi lebih muda dari manusia yang mulai mengada-ada."

"Bang Rojali, tentang isu kalau Wiwi adalah penculik balita, itu salah besar,..... Wiwi sangat sayang pada balita, dan Wiwi sangat gak tega melihat balita menangis atau bermain di luar rumah saat matahari terbenam,.... Wiwi gendong balita itu supaya diam dan tidak menangis lagi , Wiwi tak pernah menyakiti balita, dan Wiwi tidak mengambil keuntungan apapun dari balita itu.
Malah menurut Wiwi, manusialah yang suka menculik balita agar bisa mengeruk keuntungan dari penculikan itu .

Rojali hanya mengangguk-angguk seakan membenarkan apa yang di paparkan oleh Wiwi....

"Bang Rojali....... Wiwi rasa cukup  apa yang Wiwi sampaikan, lihatlah sang Dewi malam sudah condong ke barat, sebentar lagi fajar akan memyingsing, ijinkan Wiwi kembali  kepersemayaman Wiwi....".
Tanpa menunggu jawaban dari Rojali , Wiwipun lenyap dari hadapan Rojali........

Beberapa saat Rojali masih duduk terpaku, dan baru beranjak meninggalkan KRAPYAK setelah mendengar suara adzan ....

Selesai shalat subuh  di masjid, Rojali ingin melihat hasil jepretan kameranya untuk memilih gambar mana yang nanti pantas disuguhkan masyarakat lewat Tabloid mesteri Sidiq Paningal.

Namun....
Subhanallah...., tak satupun gambar Wiwi yang muncul...........?!
Jadi bagaimana bisa menceritakan tentang kecantikan Wiwi, kalau tidak didukung dengan bukti gambar...................?!

Ya Allah......
Inikah yang namanya misteri dibalik misteri...?.

Post a Comment

0 Comments