Mengenang Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie Dalam Puisi


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Presiden ketiga Prof. Dr. Ing.  BJ Habibie telah menemui Penciptanya, Allah Jalla Jalaluh, hari ini, Rabu (11/9), pukul 18.06 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Prof. Habibie meninggal setelah istrinya, Ainun Habibi, meninggal terlebih dahulu pada 22 Mei 2010. Cerita cinta Habibie terhadap Ainun amatlah besar. Cinta mereka menjadi inspirasi banyak orang.

Saling setia, seperti Romei dan Juliet,  hingga salah satunya dipanggil Yang Maha kuasa, membuat masyarakat terharu dan air mata tumpah. Kebersamaan selama 38 tahun bukanlah waktu yang singkat. Hanya Ainun yang ada di samping Habibie dalam menapaki jatuh bangun kehidupannya.

Berikut puisi puisi cinta yang ditulis Habibie di hari ke-1000 meninggalnya Ainun dan juga hari hari yang lain:

Seribu

Sudah seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda

Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda

Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi tak berbeda

Kita tetap manunggal, menyatu, dan tak berbeda sepanjang masa

Ragamu di Taman Pahlawan, bersama para Pahlawan Bangsa lainnya

Jiwa, roh, batin, dan nuranimu telah menyatu denganku

Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun

Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan lagi sepanjang masa

Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada setiap insan kehidupan di mana pun

Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan, dan kehendak-Mu Allah

Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa, dan budaya kami

Yang murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi sepanjang masa

Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami

Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, batin, dan nurani kami

Di mana pun dalam keadaan apapun kami tetap tak terpisahkan lagi

Seribu hari, seribu tahun, seribu juga tahun, sampai akhirat.
          *
Ainun
Hari ini,

Tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka

Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar

memukau, memesona 'Getaran Cinta', bagian dari 'Getaran Jiwa'

Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan nafas

Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat.

Sekarang,
50 tahun dan 8 menit kemudian, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan

Tempat peristirahatan ragamu, getaran cinta dan getaran jiwa kita telah menyatu

Memukau, memesona berirama denyutan jatung dan tarikan nafas yang tinggi

Memanjatkan doa kepada Allah SWT,

Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita

Karena cinta kita paling suci, murni, sejati,

sempurna dan abadi sampai akhirat.
      *

Untuk Ainun
Tepat jam sepuluh pagi, lima puluh tahun yang lalu

Dengan ucapan Bismillahhirrahmaanirrahim, saya melangkah

Bertemu yang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun

Alunan budaya Jawa bernafaskan Islam, menjadikan kita suami isteri

Melalui pasang surut kehidupan, penuh dengan kenangan manis

Membangun keluarga sejahtera, damai dan tentram, keluarga sakinah

Tepat jam 10 pagi lima puluh tahun kemudian, di Taman Makam Pahlawan

Setelah membacakan tahlil bersama mereka yang menyayangimu

Saya panjatkan doa untukmu, selalu dalam lindungan-Nya dan bimbingan-Nya

Bersyukur pada Allah SWT yang telah melindungi dan mengilhami kita

Mengatasi tantangan badai kehidupan, berlayar ke akhirat dalam dimensi apa saja

Sekarang sudah 50 tahun berlalu, selalu menyatu dan tetap menyatu sampai akhirat.
     *
 Puisi Habibi yang lain netikut ini:

– Ada yang memiliki kecukupan harta dan benda, tapi dia diberi sakit yang parah,_
.
-Ada yang memiliki istri yang cantik, tapi dia diberi rumah tangga yang setiap hari cek-cok,_
.
-Ada yang suami – istri keluarganya lengkap diberi anak yang lucu-lucu dan sehat, tapi keluarganya, ayah-ibu, adik-kakaknya berantakan,_
.
-Ada yang memiliki pasangan penyabar dan penyayang, tapi dia masih merindukan momongan,_
.
-Ada yang memiliki suami tampan dan karier yang mapan, Tapi dia juga sering merasakan perangai suaminya yang kasar dan kurang perhatian,_
.
-Ada yang memiliki semuanya hampir sempurna, tapi dia tidak mendapat kesolehan dan merasakan manis-nya ibadah,_

–Maka yakinlah bahwa setiap orang yang memiliki kelebihan pasti ia juga memiliki kekurangan,_
.
-Tidak ada yang sempurna..*_

-Belum tentu semua yang terlihat indah serta manis diluarnya, seperti itu juga di dalamnya,_
.
-Andai saja kita dapat mengetahuinya, pasti kita akan banyak bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan diri kita seperti ini tanpa melirik dan mengharapkan kehidupan orang lain yang kita idam-idamkan._
.
-Boleh jadi, ketika kita mengetahui keadaan yang sebenarnya, kita akan berdoa kepada Allah agar jangan diberi ujian yang sama seperti diri dia._
.
-Jadi sekali lagi tidak perlu iri dengan kehidupan orang lain, karena apa yang sekarang kita jalani itu adalah rezeki yang terbaik dan ternikmat yang Allah anugerahkan kepada kita,_
.
-Banyak hal yang baik dalam diri setiap manusia, namun kadang kita lupa mensyukuri nikmat itu,_
.
–Maka banyaklah bersyukur atas keadaan mu yang sekarang ini, Karena jika Allah menghendaki maka semua juga akan berubah._
.
-Semoga Allah senantiasa menolong kita untuk bisa menjadi hamba-hambaNya yang banyak bersyukur._ Aamiin.
   *

 Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku

Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie

Post a Comment

0 Comments