Socialize

MERENUNGI KEMERDEKAAN

Adam Bachtiar

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianindonesiapost.com Malam 16 agustus adalah malam yang paling dinantikan oleh sebagian masyrakat indonesia. Dalam rangka menyambut hari raya kemerdekaan indonesia esok harinya. mulai dari pelosok sampai kota. Momentum memeringati dengan bermuhasabah dengan rasa syukur merupakan seremoni malam 17-an yang hampir tiap tahunya dilakukan masyrakat negeri ini.

17 agustus  merupakan hari lahir bangsa Indonesia. 16 - 17 adalah momentem hari kemerdekaanya. Meski 16 agustus sudah berlalu satu hari. Tidak mungkin 16 agustus dinafikan begitu saja.  Walaupun 17 agustus pada dasarnya ada hari kesakralanya.  Namun 16 agustus adalah hari yang paling menentukan tongak dari sejarah bagsa indonesia

Sejarah mencatat saat itu para pemuda berkumpul dalam suasana yang genting. Susah dan penuh problematika. Untuk mempertaruhkan ide dan Gagasanya. Ide berlian muncul ditengah huru hara negeri. Kepelikan gagasan antara golongan pemuda dan golongan tua. Menandakan bahwa tidak hanya faktor pemikiran yang menjadi diskursus hangat saat itu. Tetapi banyak faktor yang Melatarbelakanginya. 

Saat itu. Para pemuda yang berkumpul secara kolektif memiliki hasrat dan keinginan yang sama. Meski Berlatarbelakang berbeda. Keinginan untuk memformulasikan sebuah gagasan berlian semakin tumbuh karena suatu keadaan yang memaksa. Saat itu pemuda dipaksa menentukan gagasan dan langkahnya secara cepat.  Meskipun saat itu terasa tidak mungkin. Tetapi karena niat dan kegigihan untuk  keluar  dari jurang penindasan dan keadaan sebagai bagsa yang merdeka. Maka keyakinan yang besar dari pemuda hadir seketika itu. 
Sebut saja, 'Wikana, Aidit, Chairul saleh. Dlsb. Sebagai sekumpulan Pemudah yang gigih dalam memformulasikan ide dan Gagasanya terhadap bangsa Indonesia.

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta yang terjadi tepat pada tangal 16 agustus. Yang Diplopori oleh para pemuda untuk mempercepat langkah kemerdekaan bangsa ini. Setelah jepang mengalami kekalahan peperangan Pasifik. 
Walaupun saat itu banyak dari golongan tua yang tidak sepakat. Tetapi  karena tekad yang berapi api dari para pemuda yang menawarkan gagasanya serta mengambil keputusan secara cepat. Akibatnya pada tangal 17 agustus 1945 Bangsa indonesia berhasil Diproklmasikan.

Dari sini kita mesti tahu bahwa pemuda sejatinya adalah ujung tombak daripada majunya sebuah bangsa. Bangsa yang besar adalah bagsa yang memiliki pemuda dengan karya dan SDM yang tingi. Mereka pemuda yang tidak takut atas Modernitas zaman dan peradaban. Para pemuda yang membangun pola pikirnya demi keberlangsungan bangsanya. Yang melawan arus Hegomoni dari tirani yang akut dan menentang setiap ketidakbenaran dan Kecongkakan penguasa.

Namun. Kita sadari bersama. Hari ini pemuda telah mengalami degradasi. Mulai dari Degradasi pemikiran sampai pada degradasi identitas.
Pemuda saat ini hanyalah Tumpuhan dari Kejumudan Manusia- manusia yang tidak memiliki prinsip dan jati diri. Mereka lebih senang menjadi manusia hedonis dengan penuh tren fashion kehidupan. Keberania-nya luntur dikekang zaman. Tak ada pemuda hari ini yang mampu berbicara lantang untuk menentang sebuah ketidakadilan seperti halnya Soekarno dan Hatta. Tidak ada pemuda seperti Syahrir yang berani mencetuskan gagasan keNegaraanya. 

Bila saat itu pemuda hadir dengan dengan penuh semangat juang yang tinggi. Kini pemuda hanya menjadi Badut- badut korporasi. Tak memiliki identitas yang jelas bahkan tak mampu menjawab setiap kegentingan yang terjadi dilingkungan sosialnya.  Walaupun lulus kuliah tepat waktu dan memiliki prediket Cum laude bahkan menjadi mahasiswa terbaik. Mereka tak paham bagaimana menyelesaikan problem akut dilingkungan sekitarnya. Petani diambil Lahanya mereka hanya diam dan menontonya. Nelayan dilarang untuk menangkap ikan mereka malah menyalakan nelayan. Padahal mereka tak pernah melaut apalagi merasakan samudra laut lepas.

Perbedaan pemuda dulu dengan sekarang tidak lain terletak pada jati dirinya. Bila jati diri pemuda itu berani maka ia akan mobile terhadap suatu keadaan dimasyarakat. Namun jika sebaliknya ia akan menjadi benalu masyarakat. Letaknya perbedaan adalah bagaimana mereka menjawab keritikan dan tantangan zaman. Apabila kapasitas Intlektualnya bagus maka kritik akan dilahapnya dengan mudah. Tetapi bila sebalikya ia malah lari dan memilih jadi pengecut. 

Meminjam bahasanya Mansor fakih bahwa "Pemudah yang baik adalah mereka yang mampu menciptakan dan menawarkan gagasanya terhadap rakyat"  Memberikan ide gagasanya  terhadap masyrakat  berkaitan bagaiamana cara mengetaskan problem yang tejadi entah itu lingkunganya. Ekonomi. Atau dampak lainya. Merupakan identitas yang perlu digali oleh pemuda. 

Oleh sebab itu dalam momentum 17 agustus. Tepatnya pada ulang tahun bangsa indonesia yang ke 74. Mari sewajarnya kita merenungkan.  Bagaimana bangsa ini mampu menjadi bangsa yang merdeka. Dengan begitu merenungkan kembali sejarah bangsa ini atas keberanian para pemuda yang rela berkorban demi bagsa dan negaranya. Dan berani dalam bersikap dan berpendapat. Serta menelaah kehidupan bangsa ini melalui pemudanya. 

Pemuda yang peduli terhadap masyarakat Dilingkungnya adalah mereka yang mengunakan akalnya dan hatinya. Membantu sesama dan Menciptkan Kedamain  merekalah yang mampu merubah keadaan bangsa. Meski
Jika saat ini banyak para pemuda yang menyandang gelar Intlektual  Belum tentu yang Intlektual itu mampu merubah suatu keadaan bangsa. Dan yang bisa merubah suatu keadaan bangsa merekalah yang mengunakan hati dan akalnya untuk peduli terhadap manusia 

Meminjam bahasanya Pramodya Ananta Toer " Orang boleh pandai setingi lagit, selama ia diam. Ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel