Socialize

Ekspresi seni dan sholat


Oleh: Didik Akhmadi

(Pengamat Budaya & Politik)

Harianindonesiapost.com Sebetulnya, ekspresi berkesenian itu cukup bebas. Umpamanya, jika menampilkan sosok butho..wajah seseorang bisa diwarnai rupa abang lan ireng, berserta tampilan pakaian pakaian tari yang selayaknya. Kaos loreng loreng, baju hitam terbuka sebagian kancing kancingnya.

Hanya saja, sebaiknya ekspresi berkesenian itu perlu ditata secara mudah sehingga dalam waktu sekejap seseorang bisa segera  melaksanakan sholat. Tak perlu repot berbenah. Adapun setelah sholat, bila tampilan berkesenian dikehendaki untuk ditampilkan ulang, ya bisa saja segera ditampilkan lagi.

 Pilihan waktu tampil perlu ditata sebaik mungkin agar tidak saling bertabrakan dengan batas batas waktu sholat.

 Kadang kadang waktu berhias para pelaku seni itu cukup memakan waktu. Kadang bisa muncul dilema dalam benak pelaku seni. Antara melaksanakan job kerja berkesenian dengan kewajiban menjalankan sholat.

 Semoga kita bisa menyelaraskan antara aktivitas berkesenian, dan berkebudayaan dengan tuntunan keagamaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel