Socialize

Catatan budaya: Momong dan Ngemong


Oleh: Didik Akhmadi

(Pengamat Budaya dan Politik)

Editor: Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com "Momong" dalam bahasa Indonesia mungkin bisa disepadankan "membina" atau "mengasuh". Hanya saja, makna "momong" lebih dalam pemaknaannya lagi. Bila 'membina' dan 'mengasuh' kadang diartikan mengembangkan potensi anak. "Momong" tidak hanya membina dan mengasuh anak anak saja. Kadang "momong" itu mengasuh terhadap orang tua,  atau orang tua yang kadang punya dimensi kekanak-kanakan. Pada kondisi semacam itu "momong" tak hanya mengasuh yang diartikan sebagai pemberian ilmu atau pengetahuan, tapi kadang memiliki muatan psikologis berupa kesabaran, untuk menerima suasana yang tidak menyenangkan.

"Wis, Mas.. Kari diemong wae.."

 "Momong" dan "ngemong" dalam bahasa pewayangan merupakan profesi tertinggi dan sangat mulai. Profesi tersebut hanya bisa dilakukan oleh sesosok dewa yang mengejawantah, yaitu Ki Semar Badranaya beserta para Punokawan lainnya.

 "Momong" dan "ngemong" menyangkut fungsi pembinaan yang mengarahkan segala potensi kebaikan untuk bisa berkembang, fungsi pengendalian yang mengurangi kecenderungan hal hal yang berlebihan dan melampaui batas. "Momong" dan "ngemong" mencakup fungsi pemberian nasihat yaitu memberikan motivasi saat jiwa sedang letih dan lesu agar bersemangat kembali.

 "Momong" dan "ngemong" yang ditujukan kepada orang tua atau yang dituakan itu sangat menarik. Dalam konteks organisasi, orang yang "momong" dan "ngemong" itu justru orang orang yang baru atau generasi pelanjut dari organisasi yang bersangkutan. Orang orang tua kadang berbicara dengan konteks masa lalu. Sayangnya, menurut orang yang dituakan tadi, berbicara dan berpemikiran dengan konteks dan gaya masa lalu, yang sudah tidak sesuai dengan zamannya. Maka "momong" dan "ngemong" itu berarti sabar untuk mendengarkan curahan pandangan generasi tua. Namun, untuk melaksanakan pandangan yang sudah out of date tersebut perlu pertimbangan ulang karena sudah tidak sesuai dengan zamannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel