Arogansi Kekuasaan


Oleh: Ahmad Darojul Ali

(Dosen Universitas lbnu Chaldun, Jakarta)

Harianindonesiapost.com Arogansi, bisa di maknai, sombong, pongah, merasa suprioritas dll.

Seorang yang sombong, berarti menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
Penguasa yang arogan, ia penguasa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia sebagai rakyatnya.

Kekuasaan bisa bersifat mikro dan makro.
Seorang ayah yang merupakan punya kekuasaan dirumah tangganya, punya teritorial kekuasaan dalam keluarga.
Ayah yang arogan, ia mengatur ritme keluarga bukan dalam tataran peraturan yang benar dan disepakati, tapi keluarga ia atur sesuai seleranya dan tentu ia akan meremehkan anggota keluarganya. Aspirasi dan saran anggota keluarga dianggap angin lalu.
Bagai ada anggota keluarga tapi dianggap tak ada.

Penguasa yang punya teritori kekuasaan yang cukup luas, bila punya sifat arogan, tentu akibat kerusakan yang di timbulkan sangat besar dibanding kekuasaan mikro.


Penguasa arogan, dengan keputusan yang arogan, keputusan yang patut diduga keluar dari peraturan dan tatakrama adiluhung, menganggap dirinya superior, tak perlu melibatkan asas kolektif kolegial, toh nanti anak buah pada ikut kilah benak batinnya.
Ada pihak dan para pihak yang seharusnya terlibat dalam pembahasan keputusan, tapi para pihak adanya dianggap tidak ada.
Pejabat seperti ini lupa bahwa jaman fir'aun sudah tenggelam dalam sejarah, tapi ia hudupkan kembali.


Maka, jangan kaget hai pejabat yang arogan, akan datang pasukan Musa yang tercerahkan dari kekuatan rakyat.

Idzhab ila fir'auna innahu Thogho .

Hai rakyat yang tercerahkan, pergilah ke fir'aun, beri peringatan dia, karna kekuasaannya telah melampaui batas.


Hai pejabat yang arogan, jangan salahkan rakyat kalau mereka bergerak menuntut hak hak mereka yang telah kau pasung.
Kau putuskan keputusan yang sepihak dan dipaksakan.
Kau manipulir peraturan yang indah jadi tak jelas .
Kau sergap rakyat dengan kekuasaanmu yang memabukkan.


Bila kau ciptakan seakan tak ada kekuatan rakyat, ketahuilah hai pejabat yang arogan, kursi jabatanmu akan ditempati pejabat lain yang menganggap rakyat memang ada.

Salam.
ADA.

Post a Comment

0 Comments