About Me


Prof. Dr. Jimly Asshidiqie Hadiri Haflah Akhirussanah & Milad Ponpes YTP.


Laporan: Sudono D. Madpuri

Harianindonesiapost.com Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, Ketua MK 2003-2008 akan memberikan Padato Kebangsaan pada momen Haflah Akhirussanah & Milad 70 Tahun Pesantren Ar Raudlotul Ilmiyah/YTP, Kertosono, Nganjuk, Jatim, besok pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2019, pukul 08.00 WIB. 
   Rangkaian acara Haglah Akhirussanah dan Milad 70 Tahun Pesantren YTP dimula hari Jum'at, tgl 12/7 dengan agenda;
1. Bedah Buku: Judul: Pesantren dan Kiainya (12/7 pukul 08.00 sd Selesai
2. Bazar ( 12-13/7)
3. Baksos & Pemeriksaan Kesehatan (12/7)
   Umur 70 tahun memang sudah tua, tentunya banyak hal yang sudah dialami baik positif maupun negatif, baik suka maupun duka.  Sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Agama dalam bentuk Pesantren, kira kira apa saja yang sudah dicapai?
   Dalam kontek usia ini, harianindonesiapost.com mencoba hubungi seorang alumni YTP tahun 1999, namanya ust. Ahmad Khoirul Fata, untuk memberikan tanggapan dan harapam Milad 70 Tahun YTP.
"YTP sudah 70 tahun. Jika dilihat usia setua itu, dengan pencapaian yang ada saat ini, diakui atau tidak YTP masih tertinggal jauh. Usia setua itu seharusnya YTP sudah mencapai 3-4 kali lebih jauh  dari yang sekarang," demikian kata ust. Fata, yang juga seorang Dosen di IAIN Sultan Amai, Gorontalo.


   Selanjutnya ust. Fata berharap, Semoga Haflah & peringatan 70th YTP ini bisa menjadi momen berefleksi. Bukan sekedar seremonial dan ajang kangen kangenan belaka. Perlu bermuhasabah atas sejarah panjang YTP. Apalagi di momen itu juga akan diluncurkan buku sejarah YTP. Semoga buku itu bukan sekedar buku kenang kenangan. Namun sebuah upaya untuk belajar dari masa lalu. Belajar bagaimana para kyai dulu menjawab persoalan persolan yang dihadapinya. Dengan begitu kita akan mengetahui nilai nilai keteladanan dan mendapat  ibrah yang berguna dan penting bagi langkah YTP ke depan.
    "Karena itu, semua elemen di YTP harus sedia belajar dari masa lalunya dan belajar dari lembaga lembaga lain biar bisa berlari kencang mengejar ketertinggalannya," himbau  ust. Fata yang kini sedang menempuh studi S3 Pemikiran Pilitik Islam di Sekolah Pascasarjana (SPS) UIN Syarih Hidayatullah, Jakarta.
   Lebih lanjut ust. Fata, kandidat Doktor Politik Islam ini katakan, Namun demikian kita syukuri YTP masih bisa survive. Banyak pondok tua yang tidak bisa survive karena banyak hal. Namun demikian upaya ini tetap harus tetap dilakukan dengan mempertahankan ciri khas dari YTP yang membedakannya dari lembaga lembaga lain. Ciri khas itu harus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai distingsi dan brand YTP.

Post a Comment

0 Comments