About Me


Persiapan Silaturahim Nasional Lintas Generasi KB PII Yogbes


Laporan: Andi Mudhi'uddin dan Sudono S. Madpuri

(Keduanya Anggota KBPII Yogyakerta Besar)


Harianindonesiapost.com Alhamdulillah pada hari Jum'at (21/6) Panitia SC dalam rangka Syawalan & Silaturahim KB PII yaitu Kanda Halimi Djazim, Ananta Heri Pramono, Ridwan, Budi Prayitno dan Andi Mudhi'uddin bisa berkordinasi dengan panitia lokal KB PII Magelang di venue Ikhsānul Fikri Pabelan Magelang Jawa Tengah. Dari pihak panitia lokal selaku Organizing Committee hadir pembina Yayasan Pak Jamal, Direktur SMPIT Ikhsānul Fikri Bapak Hanif, Wakil ketua panitia Mas Fuad. Pertemuan berlangsung di kantor pusat yayasan, dilanjut ke Joglo Yusuf Asy'ari Pabelan, berharap target delapan ratus KB PII Se-antero Yogyakarta Besar bisa berpartisipasi ikut hadir. 


Kang Budi Prayitno juga berkesempatan melatih Tim pengisi lagu-lagu PII, yakni Mars PII dan Hymne PII. Beliau memberi contoh bahwa melanjutkan perjuangan lewat lagu-lagu PII mesti diajarkan terlebih dahulu Notasi sebelum menyanyikannya. Jika teknik belajar ini yang dilakukan, maka jiwa dan roh dari teks Mars / Hymne perjuangan PII akan menggigit para pelantun lagu.


Silaturahim hari ini berlanjut ke kediaman Kanda Habib Chirzin desa Ngrajék, Kecamatan Mungkit, Kabupaten Magelang. Besar harapan beliau untuk bisa bernostalgia di atas kebesaran organ PII dan bertemu kembali di forum Syawalan (30/6) dengan aktivis Pelajar Islam Islam tahun 70-an Yogyakarta Besar.


Bersyukur bahwa bersilaturahim di rumah limasan beliau yang asri, penuh rak berisi buku-buku segala minat perjuangan. Kang Habib pun mulai bercerita tentang keumatan, pengkaderan PII dan menyinggung sejarah partai di Indonesia. Suatu saat era Habibie beliau pernah mengantar Dr. Yusuf Qardhawy ke Markas BIN Jakarta, saat itu ketua inteljen nasional dijabat Alm Z.A. Maulani, juga bertemu beberapa ketua partai politik Islam awal reformasi; bahwa stabilitas NKRI penting bagi kelangsungan persatuan umat. Maka pertemuan dengan Z.A. Maulani itulah momentum ingin silaturahim dengan Presiden Habibie. 


Tokoh Islam zaman itu telah mengukir sejarah, antara lain Ahmad Tontonji selaku sekjend WAMY berpusat di jeddah Saudi. Suatu saat aktivis islam berkumpul di kantor Media Republika Jakarta, beliau menyayangkan juga rapuhnya kesatuan umat.   
   Pengganti Tontonji selanjutnya adalah DR. Many, beliau kemudian membuat program bersama kollegium Scientist Moslem Indonesia di Jakarta. Prof Umar Zubair, presiden asosiasi ekonomis asal Saudi, mantan rektor IIU salah satunya bahkan mengundang kita aktivis umat ini untuk umroh bersama atas biaya beliau, sayang undangan ini tak pernah terlaksana.. 

Saat lain Kanda Habib yang gontorian alumni Abu Sittīn berkisah, sesungguhnya amaliah santri Kulliyatul Mu'allimin Al Islamiyah (KMI) era sebelum 70an adalah juga berpola pengkaderan PELAJAR ISLAM INDONESIA. Tetangga Gontor yaitu ribuan kader umat yang belajar di Pesantren Ngabar Ponorogo telah berdiri sendiri sebagai PD PII di Jawa Timur. Era PII sungguh berjaya era sebelum 1967. Sehingga santri senior sekelas Hamam Dja'far, Khalil Ridwan ketua PW PII jadi guru, HC, bahkan teman sekelas-sekamar beliau, yakni Abdus Salam Panji Gumilang oleh sebagian dicap KW59, NII. Yang pasti, beliau AS Panji Gumilang sudah keluar dari Pondok Modern Gontor saat peristiwa Maret 1967.

Habib Chirzin membenarkan, bahwa "PII, HMI, GPI adalah wadah perjuangan anak-anak santri selepas Dārussalām Gontor". Menurut Kang HC, hal ini juga dibenarkan sendiri oleh Pak Sahal. 

Tentang fakta sejarah training yang patut diklarifikasi soal Khitthoh Perjuangan PII telah berjalan rohnya bahwa Wahid Kadungga, putra Kyai Mukti "ketua KAPPI / PB PII periode Amir Hamzah, Yusdi Gazalie tentang lahirnya khitthoh Perjuangan PII di pondok modern Gontor". Semoga kebenaran statemen sejarah PII dibaca dan diteliti kemudian lebih lanjut oleh para ilmuwan aktivis Umat Islam.


Kanda Habib menambahkan ada satu nama lagi yang patut ditemui soal ini, yaitu Bapak Sidiq senior kader Training PII 50-an, nama ini telah menasional bahkan global sebagai Sekretaris MAMY, dan bisa ditilik dari aktivitas Kepanduan.   Genealogi training bisa diketahui pula dari kurikulum, yakni:
-> SD 6 telah dikader, silabus training PII terbaik berasal dari era ini (model PKP, Batra hingga Advance)... 
-> Beberapa nama era 60an Taufiq Ismail, Jimly Asshiddiqie, Kondrat
-> Di Jatim ada kader  Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Mantan Wagub Jatim Saifullah .Yusuf yang keduanya kader PII. Mayjen Khaliq Hasyim, seorang paman Gus Dur adalah pendiri BIN berdua dg Bapak Lubis. Cucu² para 
pendiri dan Ketua Masyumi..mereka jika ke Jogja ya ke Kahar Kotagede, Pabelan, 
-> Kartosuwiryo kecewa dengan proses hingga jalan sendiri dst... Gus Dur ingin merehabilitasi wadah kesatuan umat Islam..

Di samping itu ada YASAUM Magelang, merupakan yayasan satu umat yang berdiri legal dengan SK Kemenhukham Tahun 2013. Yayasan ini membawahi empat panti asuhan; Fatimah Az-Zahra, Cahaya Usaha, Dārus Sundus, Omah Berkah, Pesantren Wirausaha Makarya Mulya; sekarang menyapih sebanyak total 150 anak asuh putra putri di bawah amal usaha KB PII Magelang; Kang Habib, Prawoto, dkk.

Post a Comment

0 Comments