About Me


PENJARA SUCI

By. Murib Ilham

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan UINSA, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Tidur di lantai beralaskan tikar pandan
Bantal satu berbagi sama teman
Tak ada kipas angin apalagi pendingin ruangan
Pengap bau keringat menyengat

Bangun pagi antri mandi
Menimba air sendiri
Tak ada pompa tangan
Apalagi pompa elektrik
Keluarkan tenaga setiap pagi

Makan dari nasi liwet
Lauk sambel korek ikan gereh disilep
Minum air intip hanya dinget anget
Tak ada air mineral apalagi dessert

Sunyi tak ada hiburan
Nonton bioskup langgar aturan
Langgar jam malam kena hukuman
sekali salah rambut gondrong melayang
Tiga kali diusir pulang
Tak ada ampun pelanggar larangan
Disiplin harus ditegakkan

Kala tanggung bulan
Perbekalan menipis mulai berkurang
Layangkan surat orang tua minta kiriman
Datang wesel bakal terima uang
Tak ada alat komonikasi, HP apalagi transfer lewat ATM atau Bank

Susahnya saat kiriman telat datang
Melayang surat balasan orang tua tak punya uang
Mau nyimbat makan malu sama teman
Pinjam uang kesana kemari,,,
Tak ada yang bisa diharapkan

Saat musim giling tiba
Hilir mudik lori mengangkut tebu
Sekedar mengganjal perut kosong santri mengejar lori berlari tuk mendapatkan sebatang dua batang tebu tuk dimakan
Bila tempat tebangan tebu relatif dekat, santri datang sekedar makan tebu tuk mengisi perut kosong
Atau jalan ke plasmen Desa Lestari hanya untuk makan tebu
Terkadang santri diusir PK yang tak punya rasa iba malah ada teman yang diamankan
Bila super baik pulang bisa nunut naik truk

Kawan,,, ini suasana kebatinan satri dahulu kala
Hidup prihatin berselimutkan suka duka
Tapi kawan,,,
Tak ada muram tak ada durja, wajah tampak selalu ceria
Mereka punya asa yang menggelora
Wujudkan mimpi mengejar cita-cita

Cita-cita mulia membanggakan orang tua, menjadi kyai yang selalu dinanti
Wejangan sang kyai yang bijak terpuji
Ucapanya berbobot, menarik, menyejukkan hati
Setiap orang bersimpatik dan takzhim pada sang kyai

Di penjara suci santri mengaji
Dari pagi hingga petang hari
Menimba ilmu mengasah akal budi
Biar petir menyambar tetap terus belajar
Biar hujan mengguyur bumi tetap terus mengkaji kitabullah dan sunnah Nabi

Di malam hening saat pintu langit terbuka lebar
Aku, kamu dan kita rukuk, sujud mendekap dia erat-erat, renkuhkan kedua tangan bermunajat
Ya Robb,,, karuniai ilmu yang manfaat, rizqi yang berkat dan fisik yang sehat agar mampu mengemban tugas suci sebagai pelayan-pelayan AgamaMu nanti  aamiin

Post a Comment

0 Comments