About Me


MENGUJI KEBENARAN


*By Indzaka Amrul Khak*

*Guru SMP & SMA Darul munir*
 *Kota Bekasi*


Harianindonesiapost.com Kumis sengaja di panjangin.  Rambut juga sengaja belum dipotong. Menguji vibrasi, seberapa besar sih pengaruh vibrasi dari  penampilan? 
Ternyata hasilnya adalah vibrasi dari penampilan juga sangat berpengaruh.

Penampilan memang menentukan getaran dan pancaran kharisma untuk pertama kali pandang. Tapi vibrasi lebih menentukan.  Sama seperti iklan Ax* "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda" lah ternyata ada benarnya juga...kesan pertama memang menggoda. Tapi kalau isi dalam dirinya  tidak lebih matang dan besar justru dapat mempengaruhi hasil akhir nantinya.

Masuk ke pusat furniture. Bukannya saya yang ditanya.  Malah salesnya mendekatnya ke istri saya. Dia langsung menawarkan produknya. Padahal yang punya hajat kan saya. Yang menentukan jadi beli atau ngga juga saya. Istri saya cuma menemani saya, kok ya dia yang ditawarkan ini itu. Saya ngga ditanya sama sekali.

Lah...kok ya saya yang dicuekin...??? 

Apa gara-gara penampilan saya yang tidak meyakinkan (kumis dan rambut saya yang acak-acakkan karena belum dipotong) ya...hahaha. 

Okelah...saya amati mereka berdua. 

Wah.... salesnya benar benar menggairahkan dalam menawarkan produknya. . .

"ini lagi promo bu...MENGUJI KEBENARAN

Kumis sengaja di panjangin.  Rambut juga sengaja belum dipotong. Menguji vibrasi, seberapa besar sih pengaruh vibrasi dari  penampilan? 
Ternyata hasilnya adalah vibrasi dari penampilan juga sangat berpengaruh.

Penampilan memang menentukan getaran dan pancaran kharisma untuk pertama kali pandang. Tapi vibrasi lebih menentukan.  Sama seperti iklan Ax* "Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda" lah ternyata ada benarnya juga...kesan pertama memang menggoda. Tapi kalau isi dalam dirinya  tidak lebih matang dan besar justru dapat mempengaruhi hasil akhir nantinya.

Masuk ke pusat furniture. Bukannya saya yang ditanya.  Malah salesnya mendekatnya ke istri saya. Dia langsung menawarkan produknya. Padahal yang punya hajat kan saya. Yang menentukan jadi beli atau ngga juga saya. Istri saya cuma menemani saya, kok ya dia yang ditawarkan ini itu. Saya ngga ditanya sama sekali.

Lah...kok ya saya yang dicuekin...??? 

Apa gara-gara penampilan saya yang tidak meyakinkan (kumis dan rambut saya yang acak-acakkan karena belum dipotong) ya...hahaha. 

Okelah...saya amati mereka berdua. 

Wah.... salesnya benar benar menggairahkan dalam menawarkan produknya. . .

"ini lagi promo bu...ini buat kantor baru atau apa bu???"

"Buat cabang..." jawab istri saya dengan sangat enaknya. 

"PT ya bu???" renyah juga nih senyum si sales bikin orang betah. 

"CV..." lagi-lagi istri saya jawab dengan perasaan yang sangat enteng banget dan jawaban yang sangat singkat (terdengar agak jutek c hahahaa) 

Direspon cepat ama si sales "Ok bu yang ini kualitasnya A harganya A bla...bla...blaa..." 

Langsung istri bilang dengan cukup singkat..."Ok..blaa..blaa.."

"Ok...bu, kami siap antar" 

Mlongo saya...

Dalam hati saya  cuma ketawa. Hahaha...

Oh...ngono tah... 

Sayapun belajar dari kejadian kemaren. 
Ternyata faktor nampak ama tidak nampak emang berpengaruh dalam reaksi kehidupan. 
#SocialExperiment
. buat kantor baru atau apa bu???"

"Buat cabang..." jawab istri saya dengan sangat enaknya. 

"PT ya bu???" renyah juga nih senyum si sales bikin orang betah. 

"CV..." lagi-lagi istri saya jawab dengan perasaan yang sangat enteng banget dan jawaban yang sangat singkat (terdengar agak jutek c hahahaa) 

Direspon cepat ama si sales "Ok bu yang ini kualitasnya A harganya A bla...bla...blaa..." 

Langsung istri bilang dengan cukup singkat..."Ok..blaa..blaa.."

"Ok...bu, kami siap antar" 

Mlongo saya...

Dalam hati saya  cuma ketawa. Hahaha...

Oh...ngono tah... 

Sayapun belajar dari kejadian kemaren. 
Ternyata faktor nampak sama tidak nampak emang berpengaruh dalam reaksi kehidupan. 
#SocialExperiment
.

Post a Comment

0 Comments