About Me


Kenapa Ada Orang Yang Mau Makan Daging Anjing?


Sudono S. Matpuri 

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan UGM, Yogyakarta)

    Harianindonesiapost.com Ada orang yang mau makan daging anjing bukan  karena halal dan haram tapi, mungkin, dia punya anggapan bahwa makan daging anjing itu tidak apa apa dan sehat bahkan bisa sebagai simbol keberanian dan kejantanan dalam komunitasnya. Dalam kontek teori Interaksionisne simbolik,  pemahaman seseorang terhadap daging anjing itulah yang akan mendorong dia mau makan daging anjing atau tidak.
   Maka itu jika ada orang yang punya pemahaman bahwa  daging anjing itu mengandung penyakit Rabies yang mematikan. Tentu dia tidak mau makan. Atau  ada yang tidak mau makan  karena keyakinan Agamanya yang melarang atau mengharamkan makan daging anjing.
"konsumsi daging anjing mengakibatkan bahaya Rabies. Rabies adalah inveksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan mamalia dengan kenatian 100%," kata perwakilan komunitas AFJ (Animal Friends Yogya) ketika audensi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono (19/6) seperti dilansir laman teras.id hari ini (20/6)
    
   Karena itu kita ikut tabik pada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang melarang warganya jualan sate anjing.
"Karanganyar harus bebas dari warung sate anjing. Supaya kita bebas dari penyakit dan juga bebas dari perburuan. Maka dari itu saya akan segera tutup 21 warung sate anjing yang ada di Karanganyar," papar Bupati Juliyatmono seperti dilansir teras.id kamis (20/6)

Apa itu Rabies?
         
Rabies atau yang dikenal juga dengan istilah “anjing gila”, seperti dilansir laman alodokter.com., adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian. Pada tahun 2017, di Indonesia terdapat lebih dari 25.000 kasus gigitan hewan penular rabies yang diberi vaksin anti rabies, namun tetap ada 90 korban meninggal. Kasus meninggal terbanyak terdapat di provinsi Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, yaitu masing-masing 22 kasus.

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci.

Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ.

Gejala rabies, seperti dilansir laman alodokter.com., biasanya muncul sekitar 4-12 minggu setelah pasien tergigit hewan yang terinfeksi. Gejala awal yang muncul meliputi: Demam, Otot melemah, Kesemutan, Sakit kepala.

Terdapat gejala lanjutan yang dapat muncul pada penderita rabies. Gejala lanjutan tersebut merupakan penanda bahwa kondisi pasien semakin memburuk.

Pengobatan rabies

Belum ada metode yang secara pasti dapat mengatasi rabies yang telah menimbulkan gejala. Namun, penanganan rabies sudah dilakukan sejak pasien tergigit hewan penular yang diduga membawa virus rabies dan belum ada gejala yang muncul.

Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemberian imunogulobin (serum) atau vaksin anti rabies. Pemberian serum atau vaksin bertujuan untuk membantu tubuh dalam melawan virus penyebab infeksi pada otak dan sistem saraf.

Post a Comment

0 Comments