About Me


Hukum Orang Yang Tidak Berpuasa Tanpa Undur


Oleh: Sudono Syueb

(Pengajar Di Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa siapa saja yang tidak berpuasa sehari tanpa undur syar'i dalam bulan ramadhan maka dia tidak bisa menggantinya walaupun dia puasa terus menerus atau seumur. Dasar dari natijah tersebut yaitu riwayat berikut ini,

من أفطر يوما من رمضان من غير رخصة لم يقضه وإن صام الدهر كله

“Orang yang sengaja tidak berpuasa pada suatu hari  di bulan Ramadhan, padahal ia bukan orang yang diberi keringanan, ia tidak akan dapat mengganti puasanya meski berpuasa terus menerus.”
   Tapi sayang ruwayat tersebut dhaif. Dilansir dari laman muslim.or.id bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di Al’Ilal Al Kabir (116), oleh Abu Daud di Sunannya (2396), oleh Tirmidzi di Sunan-nya (723), Imam Ahmad di Al Mughni (4/367), Ad Daruquthni di Sunan-nya (2/441, 2/413), dan Al Baihaqi di Sunan-nya (4/228).

Lantas hadits ini didhaifkan oleh Al Bukhari, Imam Ahmad, Ibnu Hazm di Al Muhalla (6/183), Al Baihaqi, Ibnu Abdil Barr dalam At Tamhid (7/173), juga oleh Al Albani di Dhaif At Tirmidzi (723), Dhaif Abi Daud (2396), Dhaif Al Jami’ (5462) dan Silsilah Adh Dha’ifah (4557). Namun, memang sebagian ulama ada yang menshahihkan hadits ini seperti Abu Hatim Ar Razi di Al Ilal (2/17), juga ada yang menghasankan seperti Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah (2/329) dan Al Haitsami di Majma’ Az Zawaid (3/171). Oleh karena itu, ulama berbeda pendapat mengenai ada-tidaknya qadha bagi orang yang sengaja tidak berpuasa.

Yang benar -wal ‘ilmu ‘indallah- adalah penjelasan Lajnah Daimah Lil Buhuts Wal Ifta (Komisi Fatwa Saudi Arabia), yang menyatakan bahwa “Seseorang yang sengaja tidak berpuasa tanpa udzur syar’i,ia harus bertaubat kepada Allah dan mengganti puasa yang telah ditinggalkannya.” (Periksa: Fatawa Lajnah Daimah no. 16480, 9/191

   Sementara itu kalau tidak berpuasa itu karena undur syar'i misalnya sakit atau ketika safar dalam jarak tertentu maka cukup diganti sebanyak puasa yang ditinggalkannya seperti firman Allah Ta'ala dakam QS  Al-Baqarah Ayat 184 berikut ini,

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemah Arti: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

   Kandungan ayat ini,
Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa pada hari-hari yang ditentukan bilangannya yaitu hari-hari di bulan Rhamadhan. Maka barangsiapa siantara kalian ada yang sakit dan berpuasa terasa berat baginya, atau  sedang bepergian jauh maka dia boleh tidak berpuasa, dan dia harus mengganti berpuasa pada hari-hari yang lain sebanyak hari yang dia tidak berpuasa padanya, dan bagi orang yang mengalami kesulitan untuk berpuasa dan puasa memberatkan mereka dengan beban yang tak dapat dijalankan seperti yang dialami oleh orang yang lanjut usia, orang sakit yang sulit diharapkan kesembuhannya, maka mereka membayar fidyah setiap hari ia berbuka, yaitu memberikan makanan bagi orang-orang yang membutuhkan yang tidak memiliki sesuatu yang bisa mencukupi dan menutup kebutuhannya. Barangsiapa yang melebihkan jumlahnya dengan sukarela maka itu lebih baik bagi dirinya, dan puasa kalian (walaupun dengan penuh kesulitan)  maka itu lebih baik bagi kalian daripada memberikan fidyah, jika kalian mengetahui keutamaan besar untuk puasa di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

   Berikut ini saya sertakan juga Tafsir Al-Muyassar  yang dikeluarian oleh Kementerian Agama Saudi Arabia

184. أَيَّامًا (dalam beberapa hari)
Yakni diwajibkan atas kalian untuk berpuasa dalam hitungan beberapa hari.

مَّعْدُودٰتٍ ۚ (yang tertentu)
Yakni dengan jumlah hari tertentu yang telah diketahui. Dan ayat ini memberi isyarat bahwa jumlah hari tersebut sedikit, yakni di bulan Ramadhan.

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا (Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit)
Yakni apabila tidak mampu berpuasa maka diharuskan ia berbuka; dan apabila ia mampu berpuasa namun bisa jadi akan mendapat kesulitan atau bahaya dengan puasanya tersebut maka dia diperbolehkan untuk berbuka sebagai rukhshoh (keringanan) baginya.

عَلَىٰ سَفَرٍ (atau dalam perjalanan)
Yakni safar dengan jarak yang diperbolehkan seseorang untuk mengqasar shalat atau lebih.

فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ (maka sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain)
Yakni maka wajib baginya untuk berpuasa di hari yang lain sesuai dengan jumlah hari yang ia tinggalkan.


وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ (Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya)
Yakni bagi yang mampu berpuasa namun dengan penuh kesusahan karena melampaui kesanggupannya seperti orang yang lanjut usia atau yang mengidap penyakit yang menahun.

فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ (membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin)
Yakni (wajib membayar fidyah) dengan takaran setengah Sho’ gandum, kurma, atau yang lainnya sebagai ganti setiap hari yang ditinggalkan, atau juga dengan
[8/6 08.51] Sudono Syueb: makanan siap saji yang cukup untuk makanan sehari bagi orang miskin.

فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ (Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya)
Yakni yang melebihkan makanan dari takaran yang diwajibkan. Pendapat lain disebutkan: yakni memberi makan orang miskin ditambah dengan orang miskin lain.

وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ (Dan berpuasa lebih baik bagimu)
Yakni berpuasa lebih baik bagi kalian daripada berbuka dengan membayar fidyah.

Post a Comment

0 Comments