About Me


Gobetan 2


Oleh: Murtadlo Hs

(Alumni Pon Pes YTP, SMAM 2 Kertosono)

Harianindonesiapost.com Gobetan, makanan khas orang Dengok, Kecamatan Paciran, yang bahan bakunya adalah "menyok" (ketela pohon). Cara pembuatannya menyok di kupas, di cuci bersih, selanjutnya di iris-iris pipih lalu di kukus. Setelah masak menyok tersebut di simpan di atas wakul, lalu di urapi (dicampur dengan) kelapa parut dan di kasih sedikit garam agar terasa gurih.
Gobetan ini pada jaman dahulu sering di jadikan sebagai makan pagi, sebelum bekerja. Bahkan saya pun sering disuruh emak sebelum berangkat ke sekolah untuk sarapan gobetan terlebih dahulu sewaktu saya menempuh pendidikan di sekolah MIM Dengok.
Pada jaman itu sangat jarang siswa ke sekolah membawa bekal uang jajan, jika bawa bekal uang itu pun antara 5 atau 10 rupiah, ada juga yang bawa 25 rupiah tapi satu dua orang saja.
Untuk menghindari kebosanan sarapan gobetan, emak saya mengubah menu sarapannya dari gobetan menjadi serawut. Serawut ini juga bahan bakunya dari menyok yang di parut khusus, orang dengok menyebutnya sebagai parut serawut. Setelah di parut serawut menyok di kukus, setelah masak di angkat di wakul. Jika mau makan di hidangkan di atas piring, selanjutnya di taburi kelapa di atasnya. Rasanya pun tak kalah enak dari gobetan. Menyok oleh orang dengok sering dijadikan makanan yang bermacam-macam selain gobetan dan serawut ada juga sego serawut (nasi) serawut, tiwul, gatot dan gablok, gablok ini bahan bakunya menyok yang di keringkan, setelah kering namanya bukan menyok lagi tapi orang dengok menyebutnya sebagai "gepingan", kerupuk menyok, orang dengok menyebutnya dengan istilah "kerok".
Hanya saja jaman sekarang sudah jarang kita jumpai makanan-makanan tersbut kecuali kalau kita membuat sendiri guna mengenang masa-masa indah pada jaman dahulu.
Enrekang, 30 Juni 2019

Post a Comment

0 Comments