About Me


GABLOK

Oleh: Muhammad Ain

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan UINSA Surabaya)

Harianindonesiapost.com Mendengar kata "gablok" mungkin sebagian orang tidak menyangka kalau itu adalah nama makanan tradisonal.
Ya, gablok adalah salah satu jenis olahan makanan tradisional yang bahan dasarnya adalah singkong/menyok. Saya yakin di kampung lain juga ada makanan tradisional jenis ini, hanya saja mungkin berbeda nama dan mungkin beda pula penyajiannya.

Cara pembuatan gablok ini cukup sederhana. Mula-mula singkong/menyok dikupas dan dicuci bersih lalu dipasrah. Pasrah itu sendiri alatnya mirip sebuah parut namun tidak bergigi kawat melainkan berlubang-lubang kecil dan jika dipakai masrah hasilnya adalah serabut/serawut.
Serabut/serawut menyok ini kemudian dikukus/didang sampai matang kemudian ditaruh di tampah atau talam lalu dipadatkan dengan cara dipukul-pukul pakai parut (parutan kelapa) yang terbuat dari kayu hingga nemadat hampir mirip dengan tetel/gemblong, hanya saja gablok tidak sepadat tetel/gemblong.
Mungkin karena cara memadatkannya dengan dipukul-pukul (digabloki) pake parut, hingga kemudian di kampung kami Pantenan Panceng Gresik makanan ini diberi nama "gablok". 
Untuk menyajikan jajanan tradisional berbahan menyok ini adalah dengan dipotong-potong kecil seperti halnya memotong tetel/gemblong kemudian diurap dengan parutan kelapa. Untuk rasa yang lebih gurih biasanya parutan kelapa dicampur dengan sedikit garam. 

Pada tahun 80an ke belakang, menjelang musim menyok di kampung kami hampir tiap rumah sarapan paginya adalah gablok. Bahkan kami sekeluarga sendiri kalau sarapan gablok ndak pake piring tapi langsung melingkar mengepung tampah yang di tengah-tengahnya sudah terhidang gablok yang siap untuk dipotong dan diurap. Entah karena saking istimewahnya gablok atau karena dimakan rame-rame sambil sedikit berebut atau karena memang tidak ada pilihan jajanan lain, makan gablok saat itu nikmatnya luaaar biasa bahkan seolah kami enggan untuk berdiri sebelum gablok itu benar-benar habis bersih dan kami pun bersiap diri memulai rutinitas kami. Yang sekolahnya masuk pagi bersiap-siap ke sekolah. Yang sekolahnya masuk siang bersiap-siap ke ladang, ke sawah, mencari rumput, atau menggembalakan domba. Ah, berapa rindunya dengan masa-masa itu.

Kini, seiring arus modernisasi dan globalisasi jajanan gablok ini makin langkah dan sudah jarang dijumpai di kampung kami. Jangankan gablok dan aneka olahan menyok lainnya, sekedar menyok rebus saja sudah jarang ada. Kalaupun ada kebanyakan dari hasil membeli padahal dulu hampir semua warga kampung menanam sendiri.

Post a Comment

2 Comments

  1. Waa jadi Kangen sama Gablok buatan Emak.. Uuenaaak lagi kalo di campur dengan Kacang Tunggak\Kacang merah..

    ReplyDelete
  2. Istilahe kok nyleneh2 om....👼👼

    ReplyDelete