About Me


Centeng Londo


By: Bukhori at Tunisi

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono fan UIN SUKA, Yogyakarta)

Harianindonesiapost.com Doeloe ayahku bercerita
Tak banyak Belanda di desa
Juga Jepang, tak banyak di desa
Hanya kabupaten atau residen

Begitu orang tuaku berkata
Saat anaknya bertanya
Karena orang tuaku
Sudah sekolah saat Londo jajah
Walau sekolah Ongko Telu
Habis itu buntu
Karena bukan anak pejabat
Juga bukan anak konglomerat
Juga bukan anak kaum ningrat
Cuma anak kyai ndesa
Ngajar ngaji rakyat biasa
Habis ngangsu pesantren Madura
Pulang membawa ilmu
Tuk dibadi pada sesama

Ayahku tak sampai mondok
Muda saat Japan mau datang
Tak sekolah karena dah lulus ujian
Jepang datang 
Sekolah diwajibkan
Walau tak ikut 
Rodi juga Romusha

Centeng yang jaga rakyat
Mata-mata yang ngawasi masyarakat
Melawan digantung
Diam terkungkung
Uzlah jalan untung
Ngaji di gunung
Pulang ke kampung
Ngajar Qur'an sungsung
Shorof dan nahwu
juga dita'allum
Walau kampung
Banyak hafal tajwid
Tashrif dan nazham Alfiyah Malik
Itu orang kampung
Doeloe
Saat menghindari kompeni

Centeng-centeng yang buat kolonial betah
Tanpa perintah
Centeng cari rasywah
Menjilat penjajah
Tuk dapat upah
Merasa gagah dipakai pemerintah
Walau itu penjajah
Makan saudara 
Makan tetangga
Walau nyawa taruhannya

Centeng terasa bangga
Bersanding yang kaya
Rendah bila bersama rakyat biasa
Apalagi miskin hina dina
Tak dianggap manusia
Bagi centeng yang hilang nurani dan akal sehatnya

Ulama'lah yang membina
Bertahan untuk mempertahankan 
Dari koloni dan amoral
Diponegoro itu santri
Hidupnya ala sufi
Walau turunan raja nan dihormati
Tapi sadar akan nurani
Membela rakyat
Melawan kompeni

Imam Bonjol itu imam
Bukan preman
Ia guru besar
Malim dari mu'alim
Basa dari Besar
Jadi: Guru Besar
Profesor zaman sekarang
Berguru pada Macan nan Salapan
Bukan orang sembarangan
Ngaji di Makkah yang karamah
Juga di Surau dan Dayah
Itulah pemimpin sejati
Baik budi kaya hati
Ilmu berisi
Jihad kuat sekali
Mengusir penjajah
Penista manusia
Perbudak bangsa

Jadilah hamba
Tapi hamba Tuhanmu
Jangan jadi hamba sahaya
Hanya bekerja untuk tuannya
Hamba Allah
Beramal shalih untuk Ilahnya
Berjihad bukan untuk pribadi
Tapi untuk masyarakat dan negeri
Demi ridla Ilahi
Firdaus di Surga nanti

Jadilah Zabaniyah
Centeng
Tapi centeng Ilahi
Menjaga pelaku keji
Biar betah di neraka Jahim
Bersama syaitan 
Penggoda iman pada Ilahi

Betahkau di sana?
Tidak
Seperti doeloe
Aku juga tak betah
Melihat kamu
Centeng yang belagu.

Post a Comment

0 Comments