Socialize

Suara Masjid Baitul Mahmud: Cahaya Ramadhan dan Al Qur'an

Penulis: Sudono Syueb dan Nur Hasanah

(Sudono Alumni Ponpes YTP, Ketosono dan UGM, Nur Hasanah Alumni Ponpes YTP dan IAIN SA Surabaya)

Harianindonesiapost.com "Sebelum Nabi Muhammad diutus jadi Nabi dan Rasul, Allah Ta'ala pernah berfirman kepada Nabi Musa as.,

إِنِّى أَعْطَيْتُ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ نُوْرَيْنِ كَيْلاَ يَضُرُّهُمْ ظُلُمَتَانِ
Sesungguhnya aku berikan kepada Ummat Muhammad dua Nur guna untuk menutupi dua Kegelapan.
Lalu kata Nabi Musa bertanya,

 مَا نُوْرَانِ يَا رَبِّ  

 Apa dua Nur itu ya Tuhanku ? Jawab Allah,

 نُوْرُ الرَّمَضَانِ وَ نُوْرُ الْقُرْآنِ

Cahaya Ramadhan dan Cahaya Al-Quran, lalu Nabi Musa melanjutkan Pertanyaannya kepada Allah,

 مَاذَا ظُلُمَتَانِ يَا رَبِّ 

Apa itu dua macam Zulumat ya Rab ? 
jawab Allah

ظُلُمَةُ الْقَبْرِ وَ ظُلُمَةُ يَوْمِ الْقِيَامَةِ 
Kegelapan Qubur dan kegelapan Hari Kiyamat," demikian kata ust. Muhadjir mengawalai taushian ba'da subuh di masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Masangan Kulon , Sukodono, Ahad 12/5 2019 jam 05.00 tadi pagi


   Selanjutnya ust. Muhadjir jelaskan tentang cahaya Ranadhan dan Al Qur'an, kaum Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah
Pada pertemuan ini, karena waktunya singkat, saya akan bahas dua cahaya itu saja:

1.  NUR RAMADON
    Apa itu Nur Ramadhan ? menurut saya tentu saja yang dimaksud adalah Puasa Ramadhan dan keberkahan serta seluruh Fadhilah dan  keutamaan yang terkandung dibulan Ramadhan itu sendiri, lalu kapan seseorang itu disebut memperoleh yang namanya Nur Ramadhan ini ? orang jahiliyah belum lagi disebut memperoleh Nur Islam kalau Ajaran Islam itu belum dia jadikan tuntunan hidupnya, begitu juga dengan Nur Ramadhan Orang Islam belum Lagi disebut Memperoleh Nur Ramadhan selagi dia belum mengisi Ramadhan itu dengan Ibadah seperti Puasa, Zikir, Tadarus, memperbanyak Ibadah Sunah, dan amalan-amalan soleh lainnya.


Nah Orang yang mengisi Bulan Ramadhan itu dengan Ibadah puasa dan amalan-amalan soleh adalah orang yang bakal  Memperoleh Nur Ramadhan.
Kemudian langkah-langkah apa yang harus kita lakukan Agar Nur Ramadhan ini benar-banar diperoleh ?
Yang pertama: Memelihara Ibadah Puasa dari segala sesuatu yang dapat merusaknya baik melalui Pandangan,Pendengaran, mulut dan hawa Nafsu, Umpamanya melalui pendengaran, sikap yang akan dia lakukan adalah beranjak dan menjauhi ketika ia  mendengarkan perkataan ma’siyat, Gunjing, Adu domba, Fitnah dan lain sebagainya, jangankan untuk melakukannya mendengarkannya saja dia tidak mau. Inilah contoh manusia yang memelihara puasa dan benar-banar mengharapkan Nur Ramadhan.
Memelihara Puasa Ramadhan itu Tak Obahnya laksana seseorang yang sedang bawa air didalam sebuah Gelas, kita bisa lihat bagaimana pelayan diwarung kopi menghidangkan secangkir air kopi, dia akan sangat hati-hati dan pelan-pelan ketika membawanya kehadapan tamunya dengan tujuan agar supaya air kopinya tidak tumpah dari cangkirnya.


Kita semua mungkin yakin kalaulah sekira pelayan warung kopi itu menghidangkan dan membawanya seperti Goyangan Ratu ngebor atau Goyangan Gergaji maka kita semua pasti yakin air yang dia bawa akan tumpah dan takan sampai ketujuannya.
Begitu juga memlihara Puasa Ramadhan, puasa Ramadhan itu takan mungkin penuh baik jumlahnya maupun pahalanya dihapan Allah Swt. kalau tidak dipelihara dan hati-hati dari hal-hal yang dapat merusaknya. Bukankah dalam sebuah Hadist telah dijelaskan :
رُبَّ صَآئِمٍ لَيْسَ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الظَّمَأُ (رواه النَّسَائِىّ)
Banyak orang yang puasa tapi tidak mendapat apa-apa malainkan hanya Rasa Haus saja (HR. An-Nasa-i)


Dalam Hadist yang lain dikatakan:
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الطَّعَامِ وَ الشَّرَابِ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَ الرَّفَثِ (رواه مسلم)
Bukanlah puasa itu hanya sekedar manahan makan dan minum akan tetapi sebenarnya puasa itu menahan diri dari Lagha(Perkataan yang tak ada Gunanya) dan
 perkataan yang keji (HR.Muslim)
Kaum Muslimin Walmuslimat rahimakumullah
Langkah Yang kedua yang mesti dilakukan untuk memperoleh Nur  Ramadhan adalah memperbanyak Ibadah-ibadah Sunat seperti, Tarawih, Witir, Tahajud, Dhuha, shalat Sunat Tasbih, Shalat sunat hajat dan lain-lain sebagainya.
Merupakan Suatu hal yang afdol kita kerjakan, umpamanya habis sahur sambil menunggu wakatu subuh kita berwudhuk, bentangkan sajadah, ambil tasbih, menghadap kekiblat lalu lakukan shalat tahajud dua Raka’at sehabis salam lalu zikir dan tadahkan tangan kelangit dan bermohon kepada Allah Swt. Kita semua punya masalah, kita semua punya Hajat. Kata Allah.
اُدْعُوْنِى اَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
(Al-Mukmin :60)

2. NUR AL-QURAN

Lafaz قرآن  diambilkan dari Wazan فُعْلان  secara Bahasa artinya adalah Bacaan dan menurut istilah depenisi al-quran yang telah disepakati oleh para ahli ilmu Kalam, ilmu Usul, ahli bahasa dan Fuqaha adalah :
الْقُرْآنُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُنَزَّلُ عَلىَ مُحَمَّدٍ ص م مِنْ أَوَّلِ الْفَاتِحَةِ إِلىَ آخِرِ النَّاسِ
Al-Quraan Adalah Lafaz yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.dari Permulaan Surat Alfatihah Sampai akhir Surat An-Naas.
Al-Quran diturunkan menurut kitab duratun Nasihin 17 Ramadhan. Dia Diturunkan secara beransur-ansur selama 22 tahun 2 Bulan 22 Hari dengan jumlah 114 Surat 6666 ayat dengan 3 tahap penurunan pertama dengan Sekaligus kelauhil Mahfuz, dari Lauhil Mahfuz ke Langit dunia Baitul izzah juga sekaigus, dan dari baiul Izzah  kebumi kepada Nabi Muhammad Saw.
Al-Quran adalah penerang dalam kehidupan ini tidak hanya didunia ini saja bahkan sebagai penerang dari kegelapan Qubur, penerang dari kegelapan hari kiyamat kelak, oleh karna itu karna la-quran adalah Imam Kita, karna alquran sebagai penerang dalam kehidupan dunia dan akhirat, mari kita pelajari al-quran dengan sungguh-sungguh, kita tadaruskan, kita pahami arti dan maksudnya sehingga ia bisa manjadi petunjuk dan penerang dalam kehidupan. Sebagaiman Firman Allah Swt.

شهر رمضان الذى انزل فيه القران هدى للناس وبينت من الهدى والفرقان

bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).  (Al-Baqarah:185)

Al-Quran Jangan hanya dipajang saja akan tetapi perlu dibaca, Al-quran tidak hanya dibaca saja akan tetapi perlu dipahami dan Al-quran jangan hanya dipahami saja akan tetapi lebih dari itu perlu diamalkan. Mari kita jadikan al-Quran sebagai tuntunan hidup sebagi komando dan penentu dalam tindakan kita, jadikan ia sebagai bacaan rutinitas kita.
Allâh Azza wa Jalla menegaskan dalam QS An Nisa': 174-175 bahwa Al Qur'an itu CAHAYA,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا﴿١٧٤﴾فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Rabbmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Qur’an).


Adapun orang-orang yang beriman kepada Allâh dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allâh akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.[An-Nisa/4:174-175]

 Ketika menjelaskan ayat pertama, Syaikh Abdulmuhsin bin Abbad al-Badr hafizhahullâh mengatakan, “Dalam ayat ini terdapat pemberitahuan dari Allâh Azza wa Jalla untuk para hamba-Nya bahwa mereka telah kedatangan dalil-dalil yang pasti kebenarannya dari Allâh Azza wa Jalla yang menunjukkan rubûbiyah dan uluhiyah-Nya; kitab yang menunjukkan bahwa Dia-lah ilah yang haq yang semua jenis ibadah hanya boleh diperuntukkan kepada-Nya. Dalam ayat tersebut terdapat pemberitahuan dari Allâh Azza wa Jalla bahwa Dia telah menurunkan kepada para hamba-Nya cahaya yang terang yaitu al-Qur’an. Allâh Azza wa Jalla menurunkannya kepada Rasul-Nya. Kitab itu berisi hidayah yang menunjukkan jalan yang lurus kepada umat manusia. Kitab itu berisi hal-hal yang bisa membimbing manusia agar terselamatkan dari kegelapan menuju cahaya… Allâh Azza wa Jalla menamakan kitab yang diturunkannya itu sebagai cahaya karena kitab itu menerangi jalan yang bisa menghantarkan para hamba untuk meraih kebaikan dan keberuntungan. Diantara ayat-ayat yang Allâh Azza wa Jalla sebutkan padanya bahwa al-Qur’an itu sebagai cahaya yaitu:

Firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala:

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا 

Maka berimanlah kamu kepada Allâh dan rasul-Nya dan kepada cahaya (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan [At-Taghâbun/64:8]

Juga dalam firman-Nya:

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al Kitab (al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al-Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. [Asy-Syûrâ/42:52]

Juga dalam firman-Nya:

فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung [Al-A’râf/7:157]

Juga dalam firman-Nya:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan.

Dengan Kitab itulah, Allâh menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allâh mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus [Al-Maidah/5:15-16]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel